Riau Waspadai Asap Kiriman dari Jambi, Lampung dan Sumsel
kabarmelayu.com,PEKANBARU Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mewaspadai sebaran asap yang bergerak dari wilayah sela
Lingkungan
"Saya ini masyarakat Rokan Hilir, pak, anak saya lima orang lahir di sini. Tapi kenapa diperlakukan tidak adil seperti ini. Saya sudah diberi izin sama pihak BSI untuk memakai area kantor mereka berdagang," ungkap Jumida.
Jumida mengatakan bahwa dagangannya tidak memakan badan jalan. Bahkan ironisnya, Satpol PP datang melakukan penertiban tanpa ada peringatan sebelumnya.
Baca Juga:
"Padahal bapak lihat sendiri, di sana (arah taman kota) dan sekitar sini juga banyak pedagang seperti saya. Tapi kenapa hanya saya saja yang diginikan," teriak Jumida (43) meluapkan emosinya di hadapan Satpol PP.
Sambil menahan tangis, Jumida masih terlihat tersenyum saat membagikan lebih kurang 3 ton buah semangka segar kepada warga yang melintas di depan lokasi ia berjualan.
Baca Juga:
Hal itu ia lakukan sebagai bentuk protes atas sikap Satpol PP yang dinilai tidak adil dan terkesan pilih kasih.
"Daripada buah buah ini diangkut Satpol PP, yang ada nanti pasti rusak. Saya lebih ikhlas jika masyarakat yang menikmatinya dengan kondisi tetap segar. Biar nanti Tuhan yang balas semuanya. Semoga buah buah ini bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Lebih baik seperti ini kak, dibandingkan mereka (Satpol PP) bawa," terangnya kepada awak media.
Tak hanya semangka, buah buah lain yang ia jual pun turut dibagikan kepada warga, seperti salak, manggis, Sunkis hingga buahan segar lainnya.
Jumida mengaku lebih baik merugi hampir 35 jutaan rupiah daripada merugi hanya karena Satpol PP yang menerapkan aturan yang menurutnya tidak pas.
"Sekarang di mana letak salah saya. Saya tidak pernah memakan badan jalan. Atas izin pihak bank, karena saya salah satu nasabah mereka, makanya saya diberikan akses untuk menggunakan area sekitar kantornya untuk berjualan," tuturnya lagi.
Meski begitu, Satpol PP tetap ngotot untuk membawa dagangannya. Diakui Jumida, mulai 2016 lalu dia berjualan buah, baru kali ini diperlakukan seperti ini.
Bupati sebelumnya tak pernah menyakiti kami para pedagang, tidak seperti kepemimpinan Bupati saat ini," tukasnya.
Kepada Bupati Rohil, Bistamam, ia meminta jangan lagi ada pedagang yang menjadi korban seperti dirinya.
"Kami hanya mencari makan di rumah kami sendiri. Tapi kami di gusur seperti ini. Kami sudah sepakat untuk pindah, tapi kemana. Tak ada tempat yang layak. Di sinipun kami tak mengganggu ketertiban sekitar. Kami ikuti aturan," tambahnya lagi.
Bahkan uang kebersihan dan sampah pun Jumida sudah membayar setiap bulan dan tak pernah berserakan.
"Lima anak saya bersekolah, dari dagangan inilah kami mencukupi semuanya," paparnya.
Lokasi Jumida berjualan tidak bersentuhan langsung dengan badan jalan, karena dipisah oleh selokan. Bahkan saat penertiban itu, pihak bank keluar untuk memberikan penjelasan kepada Satpol PP.
Pihak satpol PP sendiri seolah tak mau mendengar penjelasan pihak bank, bahwa lokasi yang digunakan oleh Jumida merupakan wilayah mereka dan mereka juga sudah memberi izin.(Yan)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mewaspadai sebaran asap yang bergerak dari wilayah sela
Lingkungan
KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Gelar Penyuluhan TOGA, PHBS dan Gizi Bersama PKK Desa Senama Nenek
Article
Panglima TNI Dampingi Presiden RI Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Hingga malam tadi, Sabtu (22/8/2026), pulau Sumatera terpantau terdapat 1589 titik panas (hotspot). Angka ini ja
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kegiatan LTII Kwartir Ranting Binawidya resmi dibuka oleh Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru y
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau melarang penerbangan drone di sekitar area pemadaman ke
Lingkungan
Peringati Hari Pramuka ke65, Bupati Siak Ajak Generasi Muda Sukseskan Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045
Pemerintahan
Oleh Rosmely, SHSETIAP kali panen kelapa melimpah, petani Indragiri Hilir kembali dihadapkan pada persoalan klasik, harga turun. Alasannya
Opini
kabarmelayu.com,JAKARTA Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar bertemu dengan Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief MBA di Gedung DPR
Pemerintahan
kabarmelayu.com,JAKARTA Perkembangan teknologi digital menuntut dunia jurnalistik beradaptasi lebih cepat. Jurnalis tidak lagi cukup hanya
TNI/Polri