Kamis, 27 Agustus 2026 WIB

Modus Bantu Periksa Tugas Ulangan, Murid SMP di Oral Sex Guru

Harijal - Rabu, 12 April 2017 21:07 WIB
Modus Bantu Periksa Tugas Ulangan, Murid SMP di Oral Sex Guru
ilustrasi

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Seorang oknum guru sebuah sekolah SMP dan SMK di Pekanbaru berinisial Raf bakal berurusan dengan pihak Kepolisian, Selasa (11/4/2017) sore, sekitar pukul 17.30 WIB.

Raf yang juga sebagai pengajar di SMP itu dilaporkan ke polisi, karena diduga telah melakukan tindak pencabulan kepada sorang muridnya WDT (13), pelajar sebuah SMP warga Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo Sik MM mengatakan, oknum guru tersebut dilaporkan lantaran diduga telah melakukan perbuatan cabul terhadap seorang muridnya berinisial WDT pada Senin (10/4/2017) siang, sekitar pukul 12.30 WIB.

Baca Juga:

Guntur mengatakan, modus asusila yang dilakukan oleh tenaga pendidik berumur empat puluh lima tahun itu adalah dengan mengajak korban untuk datang kerumah pelaku di Kecamatan Tampan, dengan alasan membantu sang guru untuk memeriksa tugas Ulangan Sekolah SMK, tempat sang guru mengajar selain SMP.

"Karena diajak gurunya, korban (WDT) menyanggupi ajakan sang guru yang merangkap wali kelas tersebut," kata Guntur, Rabu (12/4/2017).

Baca Juga:

Dirumah sang guru, lanjut Guntur, korban awalnya diajak makan siang oleh pelaku. Setelah makan siang, pelaku kemudian membuka baju korban dan memeriksa alat kelamin korban.

Setelah membuka baju korban, pelaku lalu memegang alat kelamin korban dan memasukan ke mulutnya untuk oral seks. Namun, saat itu korban berontak dan menolak ajakan sang guru.

"Pelaku kemudian membujuk dan merayu korban sambil berkata bahwa hal ini hanya korban dan pelaku yang tau. Puas melakukan aksinya, pelaku lalu memberikan uang Rp20 ribu sewaktu korban pulang," bebernya.

Guntur menjelaskan, terbongkarnya kasus tersebut terungkap setelah korban menceritakan permasalahan kepada orang tuanya. Keluarga korban tidak terima lantas melaporkannya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Pekanbaru.

"Saat ini kasus pencabulan ini sedang dalam penyelidikan, korban juga sudah dimintai keterangannya," tutup Guntur. (gam/rec)

SHARE:
beritaTerkait
HUT Polwan Ke-78, Police Woman Goes To School Kunjungi UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota
Pelaku Industri Didorong Bantu UMKM dan Kembangkan Industri Halal
Pemko Pekanbaru Tingkatkan Status Siaga Karhutla Jadi Tanggap Darurat
Pokja Newsrom Jaga Desa SMSI, Manifestasi Kukuhkan NKRI
Karhutla Kerumutan Pelalawan Capai 969 Hektare, Tim Gabungan Terus Berjibaku
Kabut Asap Mengkhawatirkan, Manfaatkan SIGNAL untuk Bayar Pajak Kendaraan
komentar
beritaTerbaru