Babinsa Koramil 06/Siak Hulu Hadiri Malam Puncak Peringatan HUT RI ke-81 Desa Tanah Merah
kabarmelayu.com,KAMPAR Babinsa Koramil 06/Siak Hulu, Serma Gali Handoko, menghadiri malam puncak peringatan HUT RI ke81 tahun 2026, Sabtu
Sosial
JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan adanya soal ujian semester I kelas IV SD di Kecamatan Junjung Sirih, Solok, Sumatera Barat yang diduga melecehkan Nabi Muhammad SAW.
Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh mengatakan, seharusnya soal ujian tersebut dikoreksi terlebih dahulu sebelum dicetak. Niam mengatakan, konten agama selayaknya perlu ditelaah dulu oleh ahlinya sebelum diedarkan.
"Sebelum dicetak, seharusnya dikoreksi dulu. Konten agama mestinya perlu ditelaah oleh ahli di bidang agama agar tidak menimbulkan kesalahan dan kegaduhan," kata Niam saat dikonfirmasi Okezone, Jumat (13/12/2019).
Baca Juga:
Baca juga: Soal Ujian Siswa SD di Solok Diduga Menghina Nabi Muhammad
Sementara itu, MUI Kabupaten Solok, Sumatera Barat, masih memeriksa dan mendalami munculnya soal ujian semester I kelas IV SD di Kecamatan Junjung Sirih yang dinilai melecehkan kepribadian dan sikap Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga:
“Yang jelas, kami masih mendalami terkait munculnya soal ujian yang sangat meresahkan masyarakat dan umat Islam ini, masih dalam proses," kata Sekretaris Umum MUI Kabupaten Solok, Elyunus.
Menurut Elyunus, secara harfiah, soal tersebut jelas-jelas bertentangan dengan keyakinan umat Islam bahwa Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang mulia dan jauh dari sifat dan sikap seperti yang dimuat di soal ujian itu.
“Ini masuk ke ranah penistaan agama atau tidak akan didalami lagi, tapi sejatinya munculnya soal seperti itu tergantung niat. Kalau itu kesalahan yang tidak disengaja tentu ada pertimbangan lain," ujarnya.
Soal ujian semester I kelas IV SD yang diduga melecehkan Nabi Muhammad SAW itu viral di media sosial. Dalam soal mata pelajaran Pendidikan Agama Islam itu terdapat soal seperti ini:
Sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak patut kita teladani adalah:
A. Malas Belajar
B. Mengerjakan tugas belajar
C. Menjaga nama baik sekolah dan guru
D. Menjaga nama baik orang tua.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, Zulkisar mengatakan, diduga ada kekeliruan pembuat soal ujian kelas IV untuk SD itu.
"Soal ujian itu, begitulah kejadiannya. Tapi dari naskah asli tidak kayak begitu sebenarnya. Kita masih melakukan pemeriksaan dari mana asal kekeliruan tersebut, apakah ada yang main-main mengubah soal tersebut," katanya.
Menurut Zulkisar, soal ujian yang sebenarnya itu seperti ini:
Selaku umat Nabi Muhammad SAW, sebaiknya meneladani sikapnya. Sebagai pelajar, yang tidak patut kita contoh dari pernyataan di bawah ini adalah?”
A. Malas Belajar
B. Mengerjakan tugas belajar.
C. Menjaga nama baik sekolah dan guru, dan
D. Menjaga nama baik orang tua.
(okezone.com)
kabarmelayu.com,KAMPAR Babinsa Koramil 06/Siak Hulu, Serma Gali Handoko, menghadiri malam puncak peringatan HUT RI ke81 tahun 2026, Sabtu
Sosial
kabarmelayu.com,BENGKALIS Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus berupaya memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui sinergi den
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Aksi pemerasan disertai ancaman kekerasan berhasil diungkap jajaran Polsek Sukajadi. Korbannya seorang pria ya
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak 12 personel Tim Alpha Pekanbaru melaksanakan fastrope sebagai tim pembuka di titik Drop Zone (DZ) dalam
TNI/Polri
kabarmelayu.com,YOGYAKARTA Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berkolaborasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), me
TNI/Polri
kabarmelayu.com,SUMUT Ratusan anggota Koperasi Produsen Tani Aman Makmur didampingi Tim Pengacara, LSM Penjara Rohul, dan Ketua Adat men
Peristiwa
kabarmelayu.com, PEKANBARU Upaya menjaga kesehatan masyarakat terus dilakukan di tengah kondisi udara Kota Pekanbaru yang terdampak kabut
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kepedulian Gerakan Pramuka terhadap masyarakat kembali diwujudkan melalui aksi nyata dalam mewujudkan Zero Stunt
Sosial
kabarmelayu.com,TEMBILAHAN Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, membakar lahan gambu
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, melakukan peninjauan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di K
Hukrim