Sabtu, 27 Juni 2026 WIB

Kawal PSU di 35 TPS, Bawaslu Riau Awasi Politik Uang

Redaksi - Jumat, 21 Juni 2024 10:25 WIB
Kawal PSU di 35 TPS, Bawaslu Riau Awasi Politik Uang
Alnofrizal.(Foto: Dok)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Menghadapi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemlihan Legislatif di 35 tempat pemungutan suaran (TPS) di Riau, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Riau menginstruksikan jajaran melakukan pengawasan ekstra.

"Tentu kita akan bersama-sama mengawasinya. Misal PSU di TPS 04 Inhu, mulai sekarang hingga hari pencoblosan, seluruh jajaran Bawaslu di Inhu kita instruksikan untuk melakukan monitoring terhadap dinamika yang ada di sekitar TPS tersebut, jangan sampai terjadi politik uang," kata ketua Bawaslu Riau Alnofrizal.

Monitoring tersebut dilakukan bersama pihak kepolisian dan KPU.

Baca Juga:

Ditegaskannya, mencegah politik uang di Pemilu dan Pilkada adalah tugas dan kewajiban dari Bawaslu. Namun untuk monitoring dilakukan bersama-sama dengan Kepolisian dan KPU.

Bawaslu meminta kepada masyarakat dan para Caleg jika mendapat informasi adanya politik uang, segera laporkan ke Bawaslu untuk segera ditindaklanjuti.

Baca Juga:

Terkait petugas pengawas TPS Pemilu yang sudah habis masa tugasnya apakah akan diaktifkan kembali di PSU, Alnof belum bisa menjawab.

Menurutnya, Bawaslu Riau terlebih dahulu meminta arahan dari Bawaslu RI. Apakah diaktifkan semua atau hanya sebagian saja atau tidak sama sekali, kalau tidak tentu seluruh jajaran Bawaslu provinsi, kabupaten dan kota termasuk pegawainya menjadi pengawas di TPS," ucapnya.

Alnof juga menghimbau kepada masyarakat yang TPSnya melakukan PSU untuk ikut kembali mencoblos. "Kita tidak ingin pada PSU nantinya tingkat partisipasi masyarakat turun dibanding Pileg lalu," ujarnya.

Alnof juga berharap kepada masyarakat dan stakeholder untuk bersama-sama mengawal PSU agar berjalan aman dan lancar. Tidak ada lagi kecurangan maupun kelalaian seperti PSU kemarin ada masyarakat pemilih yang tak terpenuhi haknya melakukan pencoblosan.

"Mari bersama-sama kita kawal dan awasi seperti masyarakat yang datang ke TPS mesti terpenuhi haknya untuk melakukan pencoblosan, atau masyarakat yang tidak mendapat undangan ke TPS dan tidak mencoblos dua kali," katanya.

Kepada peserta Pileg juga meminta untuk mematuhi aturan seperti tidak berkampanye menjelang PSU dan tidak melakukan politik uang. "Di PSU ini tidak ada tahapan kampanye, jadi peserta Pileg di PSU tidak boleh berkampanye," tutupnya. (mer)

Editor
: Andi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bertarung Demokratis, Dedy Reonaldi Raih Suara Terbanyak Ketua RT 03 RW 12 Rejosari
Bahlil Golkar, Demokrasi dan Alien
Pemilihan RT/RW Serentak di Pekanbaru Digelar Bulan Ini, Calon Wajib Fit and Proper Test
Pemilih di Riau Saat Ini Mencapai 5.072.178 Orang
KPU Riau Gelar Rakor Penjajakan Kerja Sama dengan Pegiat Pemilu
Kaji Ulang Sengketa Pilkada 2024, KPU Riau Bedah Strategi Hukum Pilkada
komentar
beritaTerbaru