Rabu, 01 Juli 2026 WIB

Terganjal di Tes Kesehatan, KPU Riau Mediasikan SUA VS KPU Pekanbaru

Harijal - Senin, 03 Oktober 2016 20:17 WIB
Terganjal di Tes Kesehatan, KPU Riau Mediasikan SUA VS KPU Pekanbaru
Foto: Istimewa

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau akan melakukan mediasi terkait sengketa yang terjadi antara Pasangan Bakal Calon (Pasbalon) Wakil Wali Kota Pekanbaru, Said Usman Abdullah (SUA) dan KPU Kota Pekanbaru.

Mediasi nanti akan menghadirkan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Pekanbaru dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau, terkait polemik tes kesehatan jasmani dan rohani yang mencuat dan menyatakan SUA dinyatakan disabilitas sehingga tidak dapat menjalankan tugas sebagai Wali Kota ataupun Wakil Wali Kota Pekanbaru.

"Segera mungkin melakukan sidang mediasi dengan mengahdirkan Panwas dan Bawaslu setelah ini (hasil rapat)," kata Ketua KPU Provinsi Riau, Nurhamin, usai melakukan rapat tertutup bersama tim RSUD Arifin Achmad dan KPU Kota Pekanbaru, Senin, (3/10/16) siang.

Baca Juga:

Dia menyebutkan bahwa dari hasil rapat yang telah ditelaah oleh pihaknya berkaitan dengan materi (tes kesehatan) yang ada, KPU Provinsi Riau, dalam hal ini tidak dapat memutuskan. Sebab, KPU harus melakukan tahapan yang saat ini telah berjalan.

"Putusan dari mediasi ini kita (KPU) siap untuk memperbaikinya. Tanpa merugikan pihak manapun dan sesuai prosedural formil kita penuhi," ungkapnya.

Baca Juga:

Selain itu, dalam mediasi ini, divisi hukum dari KPU, akan dihadirkan termasuk pengacara dan Pasbalon dalam sidang sengketa yang dilakukam oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Pekanbaru.

"Segera mungkin. Persoalannya ada persepsi yang dimunculkan terkait sengeta perselisihan antara penyelenggara dan peserta," terangnya.

Ditanya adanya keteledoran pihak KPU Kota Pekanbaru karena mengumumkan hasil tes kesehatan yang bersifat privacy dan menggelar konferensi pers secara terbuka sehingga mencuat ke masyarakat, Nurhamin, membantahnya. Dia menyebut bahwa KPU Kota Pekanbaru, dalam proses pekerjaan yang dilakukannya sudah dalam kapasitas yang baik dan benar.

"Saya kira kita tidak bisa menilai persoalan itu, tentu saja ada hal yang mendalam (dikaji). Sampai hari ini sudah cukup bagus, dan soal konferensi pers itu kita nilai dulu seperti apa yang salah, nanti akan kita lihat," jelasnya.

Mengenai adanya surat jawaban penegasan dari pengacara soal tes kesehatan SUA, KPU membenarkan bahwa surat tersebut telah diberikan kepada calon.

"Itu surat jawaban dari pengacara. Dan itu semua sudah dibedah. Karena ini masuk objek sengketa, proses mediasi nanti akan kita buat berita acaranya. Kita tidak bisa mengumumkan sekarang karena melanggar kode etik putusan yang kami buat," tukasnya. (rec)

 

SHARE:
beritaTerkait
Sempat Menghilang, Bupati dan Sekda Kuansing Tiba di Gedung Merah Putih KPK Malam Ini
Terdetiksi 254 Hotspot, Pemkab Siak Perkuat Mitigasi Hadapi Super El Nino
KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT di Kuansing, Bupati dan Sekda Masih Menghilang
41.578 Personel Polri Naik Pangkat, 87 Perwira Tinggi
Kinerja Polda Riau Jadi Modal Penting Dukung Iklim Investasi
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar
komentar
beritaTerbaru