Senin, 05 Oktober 2026 WIB

PPP Muktamar Jakarta akan Laporkan Sudarto ke Polisi

Harijal - Minggu, 15 Desember 2019 09:20 WIB
PPP Muktamar Jakarta akan Laporkan Sudarto ke Polisi
(Christie Stefanie)
PPP Muktamar

JAKARTA - Ketua DPP PPP hasil Muktamar Jakarta Ibnu Hajar Dewantoro menyatakan pihaknya akan melaporkan mantan Sekretaris Jenderal PPP hasil Muktamar Jakarta Sudarto ke polisi.

Menurutnya, Sudarto telah memberikan keterangan palsu saat menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) V PPP hasil Muktamar Surabaya pada Sabtu (14/12).

"Mengingat saudara Sudarto telah memberikan keterangan palsu mengaku seolah dia sebagai Sekjen PPP Muktamar Jakarta dan mewakili kepentingan PPP Muktamar Jakarta, maka saudara Sudarto segera akan kami laporkan kepada pihak kepolisian," kata Ibnu dalam keterangannya, Sabtu (14/12).

Baca Juga:

Dia menyatakan bahwa pihaknya keberatan Dengan klaim yg dinyatakan pihak PPP hasil Surabaya bahwa telah terjadi islah karena kehadiran saudara Sudarto yang mengaku masih sebagai Sekjen PPP hasil Muktamar Jakarta.

Menurutnya, Sudarto sudah tidak berhak mewakili PPP Muktamar Jakarta karena sudah dipecat dari jabatan Sekjen pada November 2019 lalu. Menurutnya, Sudarto juga sudah bukan bagian atau kader PPP hasil Muktamar Jakarta.

Baca Juga:

"Sudarto sudah dipecat sebagai Sekjen PPP Muktamar Jakarta sesuai dengan surat DPP No 1667/PEMB/DPP/XI/2019 per tgl 18 November 2019," katanya.

Dia menerangkan, pemecatan dilakukan setelah Sudarto mengajukan surat pengunduran diri ke DPP PPP pada 25 Juli 2018.

"Kami peringati semua pihak agar tidak menyuarakan berita palsu tersebut untuk menghindari tuntutan hukum dari kami," kata Ibnu.

Sebelumnya, Sudarto terlihat mendapatkan sambutan hangat saat menghadiri pembukaan Mukernas V PPP yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Sabtu (14/12).

Ketua Panitia Mukernas Achmad Baidowi sempat menyapanya saat memberikan kata sambutan. Sudarto dipersilakan berdiri dan disebut sebagai kader PPP dari kubu yang lain.

"Tak lupa juga kami menyapa sahabat saya dari ujung sana kelihatan, Bapak Sudarto. Beliau selama ini menyebut sebagai Sekjen PPP yang lain. Alhamdulillah sudah bertemu di Mukernas ini," kata Baidowi.

Diketahui PPP mengalami perpecahan sejak 2014 silam, ketika KPK menetapkan Ketua Umum PPP saat itu, Suryadharma Ali, sebagai tersangka korupsi penyelanggaraan ibadah haji.

Saat ini, masih terdapat dua kubu di PPP yakni pimpinan Suharso dan pimpinan Humphrey Djemat. Namun, Kementerian Hukum dan HAM (HAM) menyatakan bahwa PPP yang sah ialah pimpinan Suharso.

(cnnindonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
PSPS Curi Tiga Poin dari Semen Padang FC
Ditreskrimsus Polda Riau Selidiki Dugaan Penimbunan 69,2 Ton Pupuk Diduga Bermasalah Temuan Personil Deninteldam XIX/Tuanku Tambusai
Resmi Jadi Kapolda Riau, Irjen Arman Achdiat Bawa Misi Polisi Berempati dan Peduli
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
Kemkomdigi Minta Operator Seluler Optimalkan Perlindungan Sisa Kuota
Kelangkaan Solar Subsidi di Riau Berkepanjangan, LAMR Dorong Dibentuknya Tim Terpadu
komentar
beritaTerbaru