PSPS Curi Tiga Poin dari Semen Padang FC
kabarmelayu.com,PEKANBARU PSPS Pekanbaru sukses membawa pulang kemenangan tipis 10 pada pekan keempat menghadapi Semen Padang FC yang dip
Sport
YOGYAKARTA - Kehidupan seorang anak raja tak selamanya glamor dan bergelimang harta. Sebab ada juga beberapa kaum ningrat yang mengambil keputusan luar biasa yang tidak banyak dilakukan oleh kaum ningrat lainnya.
Begitu sederhananya mereka, berbeda dengan kehidupan yang dijalaninya di istana selama ini. Ini pula yang diakui Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu, putri ke-4 Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Lahir di lingkungan keraton Yogyakarta, Gusti Hayu mengaku bahwa kehidupannya normal bahkan tidak mengalami penjagaan yang ketat. Bahkan dia pun bekerja di perusahaan lain.
Baca Juga:
"Kita berlima enggak ada yg suka dandan, sisiran saja untung. Kita melihatnya normal karena kita juga kerja, kalau aku ditanya gitu juga bingung dan enggak penjagaan ketat," kata Gusti Kanjeng Ratu Hayu kepada CNBC Indonesia saat acara Jenius x Blibli.com untuk Digital Savvy, Jumat (8/11/2019).
Dia melanjutkan bahwa referensi kehidupannya tidaklah sama seperti Kate Middleton yakni istri Pangeran William. Gusti Hayu beserta kakak dan adiknya masih mengendarai mobilnya sendiri.
Baca Juga:
Gusti Hayu pun merasa beruntung karena walaupun wanita, orang tua nya memberikan kesempatan untuk bersekolah di luar negeri.
Setelah kembali dari Amerika Serikat untuk menempuh S2, kini Gusti Hayu pun berstatus orang nomor satu di Tepas Tandha Yekti, unit teknologi dan dokumentasi kraton yang juga mengurus arus informasi untuk kraton.
"Saya beruntung memiliki orang tua yang tidak pernah menyebut suatu profesi diciptakan bukan untuk perempuan," katanya.
"Tak semua orang setuju dengan pikiran itu, tapi ketika Sultan telah bertitah, anda harus menerimanya. Itulah pentingnya laki-laki menyatakan bahwa sekarang bukanlah momen bagi perempuan terus berada di belakang," ucap Hayu.
Sekalipun sederhana atau memiliki kehidupan seperti masyarakat lain, Gusti Hayu juga harus tetap menjaga kesantunan. Ini dilakukannya sebagai bentuk menjalani hidup sebagai putri Sultan dan menghargai sesama.
"Anak sultan harus jaga image (jaim), kalau dengan begini ngomong biasa enggak masalah. Kalau masyarakat yang lebih tua di desa harus manis kalau enggak panjang urusannya," papar dia.
(cnbcindonesia.com)
kabarmelayu.com,PEKANBARU PSPS Pekanbaru sukses membawa pulang kemenangan tipis 10 pada pekan keempat menghadapi Semen Padang FC yang dip
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Irjen Pol Arman Achdiat resmi mengemban tugas sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau yang baru usai dil
Hukrim
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
TNI/Polri
kabarmelayu.com,JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengevaluasi hasil pelaporan bulan pertama para operator seluler terk
Iptek
kabarmelayu.com,PEKANBARU Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) mendorong pemerintah dan pihak terkait segera membentuk tim terpadu untuk memben
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Personel Detasemen Intelijen Kodam (Deninteldam) XIX/Tuanku Tambusai mengungkap dugaan praktik penimbunan dan pe
Hukrim
kabarmelayu.com,BARITOSELATAN Kondisi lingkungan di wilayah adat Muara Malungai, Desa Bintang Ara, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupate
Lingkungan
"Mencegah lebih murah dan lebih baik daripada memadamkan"
Lingkungan
Konten Creator BangEvan Promosikan Wisata Bono, Ipda Vicki Rizky Sampaikan Pesan Kamtibmas
Wisata