Senin, 17 Agustus 2026 WIB

Sumpah Pemuda di Mata Sastrawan Muda

Harijal - Jumat, 30 Oktober 2015 10:15 WIB
Sumpah Pemuda di Mata Sastrawan Muda
Internet

Kabar Melayu (Jakarta) - Rumah bersejarah milik Sie Kok Liong di Jalan Kramat Raya No 106, menjadi saksi patriotisme para pemuda yang berkomiten untuk bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Ikrar yang dikenal dengan Sumpah Pemuda ini menjadi penting dalam tahapan pergerakan kebangsaan Indonesia, hingga melahirkan momen penting Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945.

Namun bagaimana seharusnya para pemuda memandang Sumpah Pemuda dalam konteks kenikinian? Agus Noor, sastrawan muda Indonesia di Museum Sumpah Pemuda mengatakan, yang paling penting sekarang adalah bagaimana para pemuda punya kemauan untuk bersikap, dan memilih informasi, seperti yang pemuda-pemuda tahun 1928 lakukan.

Baca Juga:

“Di zaman sekarang ini informasi mudah didapat, lalu informasi yang seperti apa yang kita cari, yang kita reproduksi ulang, dan kita kembangkan menjadi isu bersama,” ujar Agus Noor sepereti dilansir liputan6.com.

Bagi Agus Noor, Sumpah Pemuda dalam konteks kekinian erat hubungannya dengan bagaimanna cara pemuda mengorganisasi isu dan pengetahuan mereka. 

Baca Juga:

“Sumpah Pemuda itu kan mengorganisasikan isu, mengorganisasikan pemikiran. Sekarang sulit, misal ada satu isu, belum tentu semua setuju, lalu menjadi pro dan kontra, dan menjadi kontra produktif pada akhirnya. Ini yang sulit dan menjadi tantangan bagi pemuda saat ini,” ungkap sastrawan yang sedang mempersiapkan buku karya terbarunya, Kitab Kebohongan.(km)

SHARE:
beritaTerkait
Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, Polda Riau Musnahkan 525 Rakit
Kecanduan Judi Online, Anak Gelapkan Duit Orang Tua Rp125 Juta
Perdana di Sumatera, Faster Battery Rangkul Ratusan Pelanggan dalam Customer Gathering di Pekanbaru
Laporan Pembobolan Kamar Diduga Mandek di Polsek Batang Gansal
Update Gempa NTT: 47 Meninggal, Lebih dari 5.000 Orang Mengungsi
Arifa Rahma Maulydha, Anak Petani Inhil yang Akan Kibarkan Bendera Pusaka di Istana Negara
komentar
beritaTerbaru