Minggu, 17 Mei 2026 WIB

Serumit Apa Cerita di Sudut New York?

Retno Wulan Sari
Harijal - Sabtu, 16 Mei 2020 19:49 WIB
Serumit Apa Cerita di Sudut New York?
Foto: ist

Novel The Architecture of Love karya penulis novel best seller, Ika Natassa sebenarnya novel romantis yang berkisah tentang cerita antara tokoh Raia dan River yang terlibat cinta yang rumit. Kisah cinta mereka saling menarik ulur perasaan satu sama lain, sehingga kedua tokoh tersebut memiliki konflik batin yang mendalam. 

Raia bingung dengan perlakuan River yang semula dingin kini kian menghangat seiring berjalannya waktu yang mereka habiskan bersama. River yang terkenal dengan sifat dinginnya mulai membuka ruang untuk rasa nyaman terhadap kehadiran Raia. Namun, mereka masih ragu dengan perasaannya masing-masing. Ditambah lagi masa lalu yang terus membelenggu keduanya. Tetapi siapa tahu jika Tuhan membuat masa lalu itu menjadi alasan Raia dan River bertemu.

Raia adalah seorang penulis yang mengalami writer’s block berkepanjangan.  Sebenarnya wajar jika penulis mengalami hal serupa, Tetapi Raia sudah mengalami itu hampir 2 tahun. Bukan kerena alasan sepele, setelah perceraiannya dengan suaminya Raia kehilangan muse atau penyemangat. 

Baca Juga:

Raia tidak bisa menuliskan apapun untuk buku berikutnya. Tidak peduli berapa kali pihak penerbit menghubunginya, belum lagi para penggemarnya yang membombardir media sosialnya menanyaan hal yang sama. Hal itu membebani Raia. Akhirnya Raia memutuskan untuk pergi ke New York dan tinggal bersama temannya yang tinggal disana. Sampai akhirnya Raia bertemu dengan River, orang yang sama putus asanya dengan Raia setelah kehilangan Istrinya dalam kecelakaan maut. 

River yang seorang arsitektur hanya keliling kota New York dan melukis pemandangan kota. Tidak mau membuka diri kepada siapapun, yang ia lakukan hanyalah menyalahkan diri dan bersikap dingin terhadap semua orang. Namun setebal apapun dinding yang River bangun untuk menutup diri dari dunia luar, tetap saja Raia bisa dengan mudah meruntuhkannya. Begitu juga dengan Raia, setelah bertemu River ia seperti mendapat ilham. 

Baca Juga:

Raia mendapatkan muse-nya kembali. Seakan-akan River adalah ilham dari Tuhan sehingga ia bisa menulis lagi. Tentu saja proses itu tidak mudah sebelum River berani jujur dengan perasaanya River pernah yakin lalu ragu lagi karena ketakutannya akan masa lalu.

Ika Natassa mempersembahkan happy ending

Penulis menumbuhkan sikap berani dan jujur terhadap perasaanya sendiri di hati River. River memutuskan untuk mengatakan apa yang selama ini terasa menyesakkan saat River jauh dari Raia. Namun semuanya tidak mudah River lakukan. Raia tiba-tiba takut akan perasaanya. Setelah gagal dalam pernikahannya yang pertama, Raia masih ragu untuk menganggap perasaanya serius. 

Ketidakjelasan hubungannya dengan River juga menjadi faktor lain Raia mulai mencoba melupakan River. Namun River tidak patah semangat. Walaupun terhalang dengan proyek pembangunan di Australia River bisa menyakinkan Raia untuk menunggunya. dan Raia benar-benar menunggunya.

Jika dinilai tentang penggambaran karakter Raia dan River serta tokoh figuran lainnya cukup jelas. Pembaca bisa memahami karakter tokoh dari hal yang sederhana yaitu bahasa yang di gunakan. Dari bahasanya, pembaca bisa mengerti bahwa baik Raia dan River memiliki latar belakang pendidikan yang baik. Penguasaan bahasa asing dan finansial yang baik. 

Selain itu, melalui reaksi dan dialog antar tokoh Raia adalah orang yang ceria dan pemikir. Sedangkan River adalah  orang yang sulit untuk menerima kenyataan, bingung jika dihadapkan oleh dua pilihan hal ini yang membuat cerita tarik ulur antara dirinya dan Raia bagai tidak berujung. Sifat River yang ini yang membuat cerita menarik.

Ika Natassa menuliskan latar tempat kota New York

Entah bagaimana Ika membuat pembaca seakan-akan benar-benar berada di New York menyaksikan langsung bagaimana kisah cinta Raia dan River. Ilustrasi yang disematkan di beberapa lembar halaman membuat bayangan pembaca terilustrasikan.


Setiap River menceritakan cerita yang ada di setiap bangunan yang ada di New York memiliki ceritanya sendiri, seakan akan River juga menjelaskan langsung kepada pembaca. Gagasan bahwa Kota Paris mungkin terkenal dengan sebutan The City of Love, akan tetapi New york lebih pantas mendapat julukan itu karena hampir mustahil tidak jatuh cinta dengan kota New York, sama mustahilnya untuk tidak jatuh cinta di kota itu. Kisah Raia dan River membenarkan gagasan ini.

Pembaca akan setuju jika novel ini tergolong novel urban, sebagian besar dialognya menggunakan bahasa Inggris, wajar saja karena latar tempatnya berada di New York walaupun semua tokoh yang diceritakan adalah orang Indonesia.  Kebiasaan orang di sekitar tokoh pun tidak jauh-jauh dari pesta satu dan pesta lainnya. sangat menggambarkan kehidupan kota yang modern.

Pekerjaan River adalah seorang arsitek yang sukses, sudah banyak bangunan terkenal yang ia rancang di Indonesia maupun luar negeri. Ini yang menjadi kunci cerita, sebagian besar novel ini menceritakan cerita yang ada di balik setiap gedung yang ada di New York. Baik yang sangat terkenal seperti Whispering Gallery hingga yang paling biasa seperti sebuah taman mungil di tengah gedung perkantoran yang disebut pocket park. Pekerjaan Raia yang seorang penulis sangat terbantu dengan cerita inspiratif dari kota New York. Raia langsung bisa menulis lagi dan writer’s block-nya menguap begitu saja.

Dari segi buku, siapa yang tidak menyukai karya Ika Natassa? Ia sudah menerbitkan beberapa buku yang populer seperti A Very Yuppy Wedding, Divortiare, Twivortiare, Antologi Rasa dan Critcal Eleven. Beberapa dari judul buku tersebut sudah di pernah diangkat ke layar lebar. Sementara buku The Architecture of Love  sudah tujuh kali cetak pada November 2017. Hal ini menunjukkan bahwa kepiawaian Ika Natassa dalam membuat menuliskan cerita sudah tidak perlu diragukan.

Sekali lagi, ini lah buku novel bergenre urban romance. Ika Natassa mengemas cerita dengan apik. Mulai dari jalan cerita yang membolak balikkan perasaan pembaca, penggambaran karakter tokoh, latar cerita yang sangat menakjubkan, serta gaya penulisan yang mampu membius para pembaca siakan pembaca benar benar berada di New York. Ika Natassa berhasil membuat cerita yang menarik sehingga dapat menghibur pembaca.***

SHARE:
beritaTerkait
Dua Hari Pencarian, Bocah Tenggelam di Jembatan Empat Balai Sungai Kampar Ditemukan Malam Tadi
Ratusan Pasien di Puskesmas Simpang Tiga Diperiksa Satu Dokter, Antrean Sampai 3 Jam
Polemik PPDB MTsN 2 Inhil, Penasehat PPWI Inhil Zulkifli Minta Transparansi dan Evaluasi
Aparat Lambat Tutup Warung Remang-Remang Cafe KE Lipat Kain, Warga Nyatakan Siap Turun Tangan
Kapolsek Kandis Cup 2026 Resmi Ditutup, Ajang Pererat Silaturahmi dan Lahirkan Atlet Berbakat
Modus Kunjungi Saudara, Pengiriman PMI Ilegal di Dumai Terbongkar
komentar
beritaTerbaru