Sabtu, 30 Mei 2026 WIB

Riau Bakal Tampil di Parade Tari Nusantara Ke-36 di TMII Jakarta

Harijal - Sabtu, 12 Agustus 2017 21:04 WIB
Riau Bakal Tampil di Parade Tari Nusantara Ke-36 di TMII Jakarta
ist.
Kepala Dinas Pariwisata Riau, Fahmizal Usman saat memberikan pengarahannya kepada Penata Tari, Penata musik dan Penata rias yang dipilih sebagai peserta yang mengikuti lomba Parade Tari ke-36 tahun 2017, di kantor Dinas Pariwisata provinsi Riau Pekanbaru,

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) provinsi Riau, Fahmizal Usman menyebutkan pihaknya bersedia mengikuti lomba Parade Tari ke-36 tahun 2017 yang akan digelar selama dua hari di Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada Jumat dan Sabtu, 18-19 Agustus 2017. 

Demikian disampaikan Fahmizal Usman Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) provinsi Riau saat memberikan pengarahannya kepada Penata Tari, Penata musik dan Penata rias yang dipilih sebagai peserta yang mengikuti lomba Parade Tari ke-36 tahun 2017, Jumat (11/08/2017).

Dalam arahannya, Fahmizal mengatakan Riau harus bisa menyajikan penampilan yang menarik sehingga bisa menjadi juara sekaligus membawa marwah Riau di mata nasional bahkan internasional. 

Baca Juga:

"Kegiatan ini sebagai sarana untuk memperkenalkan, mempromosikan dan menyebarluaskan produk karya seni daerah, khususnya seni tari garapan baru bernuansa tradisi khas daerah dari seluruh provinsi di Indonesia. Saya berharap besar kepada peserta yang mewakili Riau agar bisa menjadi sang juara," kata pria yang pernah menjabat sebagai kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Riau ini. 

Menurutnya, Riau memiliki banyak ragam tari tradisi, bila pengemasannya digarap maksimal akan menjadi warna yang menarik sehingga bisa menjadi garapan baru tanpa melupakan tradisi daerah, katanya.

Baca Juga:

Parade Tari Nusantara Ke-36 yang digelar oleh Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan bentuk kegiatan pergelaran bersama, dan bersifat evaluatif, apresiatif, komparatif dan kompetitif.

Materi Parade Tari Nusantara 2017 adalah tari garapan baru yang berpijak pada tari tradisi daerah atau seni budaya tradisi daerah, yang belum pernah ditampilkan dalam event parade/festival/lomba tari tingkat nasional.

Kegiatan yang sudah berjalan lebih dari tiga dasa warsa itu, di tahun 2017 ini mengambil Tema "Pengembangan/Kreativitas" Tarian pada prosesi adat masyarakat daerah berbasis tari kerakyatan. 

Dilihat dari perannya sebagai motivasi dalam hal kreativitas seni, kegiatan tersebut merupakan kegiatan tingkat nasional yang dirasakan sangat besar manfaatnya, terutama dalam rangka mengangkat serta sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni tari secara Nasional. 

Adapun beberapa Kriteria pengamatan/penilaian meliputi, Penataan Tari, Penataan Musik/Iringan, Penataan Rias & Busana, selanjutnya Penampilan Umum/Penyajian, yang meliputi, Keutuhan garapan (Unity), Kesinambungan (Kontinuity), Keserasian (Harmony), Intensitas Kedaerahan (Pengembangan Tetap dalam Nuansa Tradisi yang cukup kuat dari daerah masing-masing), dan kesesuaian tema/Komunikatif.***

SHARE:
beritaTerkait
Panglima TNI: Alumni Taruna Nusantara Harus Menjadi Generasi Adaptif, Berkarakter, dan Berintegritas
Polsek Kandis Kawal Pemakaman Jenazah Mr. X
Program Ketahanan Pangan, Polsek Kandis Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Tumpang Sari
H. Haris Bantah Tuduhan Penjarahan Sawit, Kuasa Hukum: Lahan 110B Sudah Diserahkan Satgas PKH ke PT ASI
Paguyuban UPT SDN 024 Tarai Bangun Gelar Pelepasan Siswa Kelas VI
Gagal Salip Truk Tangki, Pemotor di Soekarno Hatta Tewas Terlindas
komentar
beritaTerbaru