Selasa, 07 Juli 2026 WIB

Wartawan Diajak Lihat Ladang Minyak Penghasil Minyak Termahal Kedua di Dunia

Harijal - Minggu, 18 Desember 2016 12:51 WIB
Wartawan Diajak Lihat Ladang Minyak Penghasil Minyak Termahal Kedua di Dunia

PEKANBARU, kabarmelayu.com -Puluhan wartawan lokal dan nasional mengikuti fieldtrip ke Gathering Station-1 Minas Sabtu (17/12/16). Selain melihat alur produksi minyak termahal kedua di dunia setelah Brent Oil, wartawan juga mendapatkan penjelasan dari Manager Production South, Sukamto.

Menurutnya, saat ini di GS-1 masih menggunakan sistem steamflood. Yaitu tehnologi yang menginjeksikan uap air untuk mengangkat minyak ke permukaan.

"Dulu sempat digunakan sistem injeksi surfactan. Namun masih uji coba dan masih belum digunakan lagi," terangnya.

Baca Juga:

Sementara itu, Presiden Direktur CPI, Albert Simanjutak menjelaskan bahwa produksi minas menyumbang 20% dari total produksi Chevron di Indonesia.

Duri, tambah dia, sebagai lapangan terbesar yang dioperasikan CPI, telah beroperasi menggunakan teknologi injeksi uap (steamflood) untuk meningkatkan produksi sejak 1985 dan menjadi salah satu pengembangan injeksi uap terbesar di dunia.

Baca Juga:

Pada tahun 2015, teknologi injeksi uap diterapkan untuk pengelolaan 77 persen lapangan-lapangan di Duri,jelas Albert.

Di Lapangan Minas, kami terus mengoptimalkan program injeksi air (waterflood). Pada tahun 2015, kami melanjutkan proyek percontohan yang menggunakan proses injeksi kimia untuk meningkatkan perolehan minyak mentah ringan di lapangan Minas dan sekitarnya, papar Albert lagi.

Total produksi akumulasi Chevron sampai saat ini lebih dari 11 miliar barel minyak.

Albert juga menjelaskan, Chevron terus berkomitmen untuk mempertahankan operasi migas secara selamat, efektif, efisien dan andal agar dapat memenuhi komitmen produksi untuk mendukung target pemerintah.

Kami juga berkomitmen untuk terus menerapkan terobosan dan teknologi lanjutan guna memaksimalkan perolehan minyak dan mempertahankan angka produksi dari lapangan marginalnya yang penting bagi penyediakan energi Indonesia, paparnya.

Chevron adalah salah satu perusahaan energi terintegrasi dunia terdepan dan melalui unit usahanya di Indonesia, telah beroperasi di negeri ini selama 92 tahun. Dengan inovasi dan komitmen karyawan yang sangat terampil dan berdedikasi, Chevron Indonesia menjadi salah satu produsen minyak mentah terbesar di Indonesia.

"Dari lapangan-lapangan minyak darat kami di Riau, Sumatera dan lapangan-lapangan lepas pantai di Kalimantan Timur, kami telah memproduksi lebih dari 12 miliar barel minyak demi memenuhi kebutuhan energi untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia," pungkasnya.***

 

 

(riauterkini.com)

 

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Inhil Sampaikan Tanggapan atas Pandangan Fraksi Terkait Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025
PSPS Pekanbaru Lakukan Perombakan Besar Jelang Musim 2026-2027
Pompong Tenggelam di Pelabuhan Tanjung Buton, Tiga Penumpang Masih Hilang
Kapolda Riau Jenguk Korban Pengeroyokan, Tegaskan Kasus Diusut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Polsek Kandis Sukseskan Panen Jagung di Kampung Sam-Sam
Progres 50 persen, Pemasangan Sling Atas Jembatan Gantung Garuda Bangko Pusaka-Menggala Sakti Dikebut
komentar
beritaTerbaru