Selasa, 05 Mei 2026 WIB

5 Tahun Kehilangan, Warga Bengkulu Menangis Bertemu Anak di RSJ Tampan

Redaksi - Selasa, 25 Juni 2024 10:57 WIB
5 Tahun Kehilangan, Warga Bengkulu Menangis Bertemu Anak di RSJ Tampan
Warga Bengkulu Menangis Bertemu Anak 5 Tahun Hilang di RSJ Tampan
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Lima tahun terpisah tanpa ada kabar, warga Provinsi Bengkulu akhirnya bisa menemukan anaknya yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan Provinsi Riau, Kota Pekanbaru, Senin (24/6/2024).

Kisah ini dialami Sadikun (59), warga Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Tangis haru pun tidak tertahan ketika ia melihat dan bertemu langsung dengan anak sulungnya, Supriyanto, yang sudah lima tahun hilang.

"Sudah limo tahun saya tak bertemu dengan anak saya ni, dio hilang bejalan bae (sudah 5 tahun saya tidak bertemu dengan anak saya ini, dia hilang berjalan saja)," ucap Sadikun berurai air mata di ruang Rawat Kuantan, RSJ Tampan Riau tempat anaknya dirawat.

Baca Juga:

Sadikun mengaku sudah mencari anaknya dan tidak menemukan titik terang. Bahkan banyak orang yang bilang jika anaknya sudah meninggal, namun Sadikun dan keluarga tetap mencari Supriyanto karena berkeyakinan anaknya masih hidup.

"Saya bersyukur luar biasa, anak saya ternyata masih hidup, dan selama ini dirawat oleh pihak Rumah Sakit Jiwa Tampan dengan baik. Saya dapat informasi keberadaan anak saya dari Kepala Desa Sendawar, Kecamatan Semidang Alas Maras jika anak saya dirawat di sini," ungkapnya sambil menangis.

Baca Juga:

Mendengar informasi itu, Sadikun pun menjual kambing enam ekor agar bisa menjemput buah hatinya yang sudah lama meninggalkan rumah.

"Jadi saya jual kambing enam ekor untuk biaya ke sini. Kemudian saya rental mobil beserta supirnya, saya datang didampingi anak yang nomor dua beserta seorang cucu saya. Kami bawa langsung anak kami ke Bengkulu, berkumpul kembali dengan keluarga," kata Sadikun haru.

Di saat yang sama, PIC Tim Percepatan Pemulangan Pasien Rawat Inap RSJ Tampan, Ns Herlambang S.Kep menjelaskan, jika Supriyanto yang selama ini dikenal dengan nama Ranto sudah lima tahun dirawat di RSJ Tampan.

"Atas kerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Riau, setelah rawat, kita titipkan di Panti Sosial Bina Laras. Sebulan ini dirawat kembali di RSJ Tampan. Melihat perkembangan Ranto yang baik dan dapat diajak berkomunikasi dengan lancar, kami pun melakukan asessmen ulang pasien ini. Kami tanya lagi identitasnya, daerah asal, tempat tinggal dan nama kedua orang tuanya," katanya.

"Alhamdulillah dia menjawab dengan baik. Hasil asesmen inilah kemudian kami telusuri, berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Kebetulan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan memiliki Group Whatshap seluruh Indonesia sebagai media komunikasi, dan kami share info tentang Suprianto alias Ranto ini di group tersebut," terangnya.

"Ternyata ini membuahkan hasil. Dari share informasi ini, diketahuilah tempat tinggal dan nama kedua orang tua pasien. Kemudian kepala desa tempat tinggalnya menginfokan kepada keluarga. Kita identifikasi keluarga pasien melalui foto kedua orang tuanya, dan benar pasien mengatakan ini merupakan keluarganya," tambahnya.

Sementara itu, Plt Direktur RSJ Tampan Provinsi Riau, Zulkifli S. Kep, MH menambahkan, jika pihaknya membentuk Tim Percepatan Pemulangan Pasien Rawat Inap, yang bertujuan mengidentifikasi pasien-pasien terlantar yang dirawat di RSJ Tampan.

"Alhamdulillah, hari ini kita pertemukan kembali pasien nama Supriyanto dengan keluarganya. Di samping itu, kita juga harus tetap menjaga nilai Parameter Bed Occupation Rate (BOR) tetap ideal untuk meningkatkan kualitas pelayanan RSJ Tampan Riau," tutupnya. (mer)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dinsos Pekanbaru Rutin Tertibkan ODGJ, Penampungan Jadi Masalah
Tragis! Pria Tewas Bersimbah Darah Usai Dihantam ODGJ di Simpang Sigunggung
Tahun Ini RSJ Tampan Sudah Layani Pasien Umum
Bocah SD di Bangko Rohil Dianiaya ODGJ Hingga Berdarah-darah
Dinsos Rohil dan UPT PPA Besuk Murid SD di Bangko yang Dipukul ODGJ Hingga Berdarah
Lawan Arus di HR Subrantas dan Tabrak Pengendara Lain, Pengemudi ODGJ
komentar
beritaTerbaru