Sabtu, 22 Agustus 2026 WIB

Mitigasi Darurat: Penempatan Truk Bermuatan Berat Diusulkan untuk Penguatan Jembatan Saat Banjir Bandang

Redaksi - Jumat, 28 November 2025 23:03 WIB
Mitigasi Darurat: Penempatan Truk Bermuatan Berat Diusulkan untuk Penguatan Jembatan Saat Banjir Bandang
Ardian Hanif, S.T., M.T.(Foto: Istimewa)
kabarmelayu.comPEKANBARU — Upaya mitigasi cepat untuk mencegah ambruknya jembatan saat banjir bandang mendapat sorotan setelah seorang konsultan ahli pengkaji teknis asal pekanbaru riau, mengusulkan metode sederhana namun dinilai efektif.

Metode tersebut adalah menempatkan truk bermuatan besar pada area tumpuan jembatan ketika debit air meningkat drastis dan tekanan lateral arus mulai mengancam stabilitas struktur.

Gagasan itu disampaikan oleh Ir. Ardian Hanif, S.T., M.T, konsultan ahli pengkaji teknis yang berpengalaman dalam menilai dan mengkaji kelaikan teknis struktur bangunan di Provinsi Riau.

Baca Juga:

Ardian merupakan tenaga ahli yang tergabung dalam Perkumpulan Ahli Pengkaji Teknis Indonesia (PAPTI) dan juga menjabat sebagai Wakil Ketua Ikatan Konsultan Indonesia (INKINDO) Riau.

Menurut dosen Teknik Sipil di Universitas Lancang Kuning ini, tekanan kuat arus air dapat mengurangi stabilitas struktur, terutama pada jembatan yang fondasinya mengalami penggerusan (scouring) atau sudah melewati usia layanan.

Baca Juga:

Untuk mengatasi kondisi darurat tersebut, penempatan truk berat dianggap mampu meningkatkan beban aksial pada tumpuan jembatan.

"Dengan memberikan beban gravitasi tambahan, pilar akan memiliki resistensi yang lebih besar terhadap gaya dorong lateral air. Ini murni prinsip mekanikal teknik yang sangat dasar," ujar Ardian.

Sebagai praktisi sekaligus dosen Teknik Sipil Universitas Lancang Kuning Ia menegaskan, peningkatan gaya aksial pada pilar dapat membantu struktur menahan momen akibat tekanan arus, sehingga mengurangi risiko sliding ataupun overturning pada saat debit banjir mencapai puncak.

Metode ini disebut bisa dilakukan sebagai langkah cepat oleh pemerintah daerah, BPBD, atau aparat teknis di lapangan ketika waktu penanganan sangat terbatas.

Meski begitu, Ardian menegaskan bahwa strategi ini bukan pengganti inspeksi struktural menyeluruh maupun perkuatan permanen jembatan.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Update Gempa NTT: 47 Meninggal, Lebih dari 5.000 Orang Mengungsi
Gempa NTT, TNI Kerahkan Personel, Hercules, dan KRI Bantu Warga Terdampak
Data Sementara Gempa NTT: 14 Meninggal, Ribuan Mengungsi
Hujan 3 Jam, Jalan Sudirman dan Diponegoro Pekanbaru Tergenang
Normalisasi Sungai Sail Dilanjutkan
Abrasi di Desa Sungai Nyiur Inhil, Sejumlah Bangunan Rusak Berat
komentar
beritaTerbaru