Sabtu, 02 Mei 2026 WIB

Penyaluran Raskin di Kelurahan Tampan Rawan Diselewengkan

Harijal - Senin, 10 Oktober 2016 21:40 WIB
Penyaluran Raskin di Kelurahan Tampan Rawan Diselewengkan
istimewa
Barang bukti kendaraan yang mengangkut beras raskin dan 5 kupon yang sempat diamankan warga di kelurahan Tampan Kecamatan Payung Sekakai belum lama ini.

PEKANBARU, Kabarmelayu.com - Pendistribusian beras miskin (raskin) di Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, patut dicurigai. Pasalnya, hingga saat ini jumlah penerima Raskin di daerah tersebut hingga saat ini masih simpang siur.

Dimana validasi data Rumah Tangga Miskin (RTM) di Keluruhan tersebut, hingga saat ini belum bisa dipastikan siapa saja yang berhak menerima Raskin, sehingga penyalurannya rawan untuk diselewengkan.

Hal ini seperti diutarakan salah satu tokoh masyarakat setempat yang tak mau disebutkan namanya pada media belum lama ini.

Baca Juga:

Ia menyebutkan bahwa jatah pendistribusian jatah raskin di kelurahan tersebut, terkesan asal dilakukan. Pasalnya, masih banyak masyarakat miskin yang belum mendapatkan beras tersebut dibeberapa RT/RW yang ada di kelurahan.

"Saya yakin, panyaluran raskin itu, diduga diselewengkan oleh oknum-oknum keluruhan. Sebab dari hasil pengamatan saya selama ini. Ada beberapa warga yang belum mendapatkan raskin, tetapi pihak kelurahan malah memberikan kepada orang lain dengan bermodalkan kupon lebih dari tiga sampai empat kupon," ungkap sumber.

Baca Juga:

Yang parah lagi, ucap sumber, dirinya pernah memergoki seorang pemuda dengan membawa 4 karung untuk mengambil jatah 15 kg jatah beras raskin pada belum lama ini. Ketika hal ini ditanyakannya kepada salah sata staf Lurah yang bertugas sebagai pendistribusian Raskin, petugas tersebut hanya berdiam diri saja dan memberikan kupon tersebut untuk diambil oleh oknum pemuda itu.

Sumber menilai, dengan adanya peristiwa tersebut, maka sangat terbuka peluang beras raskin di Kelurahan teresebut untuk diselewangkan. "Kita meminta agar pemerintah kota lebih benar-benar melakukan vaidasi siapa saja yang berhak menerima jatah raskin tersebut. Jika tidak, maka penyeleweangan beras raskin tersebut makin menjadi, dan masyarakat yang miskin yang melarat," tukas sumber.

Menanggapi hal ini, Edwar Kepala Lurah Tampan membantah penyalurun beras raskin didaerahnya tidak sesuai dengan data penerima miskin. Dengan dalil bahwa pendistribusiannya seleruhnya sudah terdata dan jatahnya sudah sesuaid dengan jatah yang diterima dari Bulog Riau.   

"Kita mana berani menyeleweangkan beras raskin ini pak, sebab ini jatahnya orang miskin. Lebih baik saya mengambil dana lain, atau kegiatan yang ada disi. Itu hanya selentingan orang saja yang tidak mau mendukung pelaksnanaan kemasyarakatan di kelurahan ini," ujar Edwar.

Disinggung soal adanya salah satu tokoh masyarakat setempat yang memergoki seorang pemuda tengah membawa empat karung bebas bolak-balik mengambil jatah beras raskin di kelurahan Tampan belum lama ini? Edwar menyebutkan bahwa pemuda tersebut merupakan salah satu suruhan warga untuk menjemput jatah raskin di kantor lurah. Sehingga terkesan pemuda tersebut seolah-olah pembeli beras raskin atau penampung.

"Kita sudah tanya soal itu, bahwa pemuda tersebut hanya tukang jemput beras raskin saja yang disuruh oleh warga pemegang kupon untuk menjemput di kantor lurah. Dan dia hanya mengambil upah untuk antar jemput saja dari sepenyuruh," terangnya.

Ditanya berapa jatah raskin untuk dikelurahan tampan setiap bulannya?, Edwar menjelaskan bahwa jatuh di kelurahan tampan mencapai 22 ton setiap 2 bulannya. Jatah tersebut dibagikan kepada 700 KK. Seluruhnya adalah orang miskin dari data RTM yang sudah ditepakan oleh Kemensosos RI.

Kembali ditanya soal tunggakan dana raksin yang sempat macet untuk dibayarkan ke Bulog? Edwar mengakui bahwa dirinya pernah memakai dana untuk pembayaran uang raskin yang terpakai untuk kegiatan kelurahan senilai Rp5 juta. Dan dana tersebut menurutnya sudah tidak dipermasalahkan lagi, dengan alasan bahwa dirinya sudah menutupi kekerangan wajib setor dana raskin ke Bulog Riau.

"Saya akui memang dana raskin itu pernah terpakai, untuk kegiatan di kelurahan. Sebab saya pada saat itu baru diangkat menjadi lurah menggantikan lurah yang lama. Karenan tidak ada dana, makanya kami berinisitaif memakai dana raskin tersbeut untuk kegiatan di kelurahan. Dan itupun tidak sudah kami kembalikan dan disetor langsung ke Bulog Riau," aku Edwar. (rec)

 

SHARE:
beritaTerkait
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan
Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras
Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan
Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting
Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru
komentar
beritaTerbaru