Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, Polda Riau Musnahkan 525 Rakit
Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, Polda Riau Musnahkan 525 Rakit
Hukrim
JAKARTA - Gerakan menanam pohon tak hanya baik untuk mengurangi perubahan iklim. Studi terbaru menunjukkan, menanam pohon dapat mencegah kematian dini.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Lancet Planetary Health mendapati, daerah yang hijau memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan mental dan fisik, sehingga mengurangi risiko kematian prematur.
"Meskipun setiap kota memiliki karakteristiknya sendiri, penelitian ini memberikan contoh untuk semua kota di dunia: banyak kehidupan dapat diselamatkan dengan meningkatkan pohon dan menghijaukan lingkungan perkotaan, bahkan pada tingkat yang sederhana," terang koordinator penelitian Mark Nieuwenhuijsen, dikutip dari CNN.
Baca Juga:
Studi dari Barcelona Institute for Global Health (ISGlobal) itu dilakukan dengan mempelajari tiga skenario berbeda di Philadelphia, Amerika Serikat. Peneliti melihat keadaan kota dengan menggunakan citra udara dan satelit untuk mengetahui cakupan pohon, daun, cabang, dan batang dari atas.
Hasilnya, jika kota dapat meningkatkan ruang hijau sebesar 30 persen, maka dapat mencegah 403 kematian per tahun. Peningkatan ruang hijau sebesar lima persen dapat mengurangi 271 kematian dan 10 persen ruang hijau mengurangi sebesar 376 kematian. Upaya menanam pohon ini juga diperkirakan memberikan manfaat ekonomi US$4 miliar per tahun.
Baca Juga:
Studi ini menemukan bahwa pohon memiliki pengaruh yang nyata terhadap kesehatan dibandingkan penghijauan lain seperti rumput.

Ilustrasi: Keberadaan pohon atau ruang terbuka hijau bisa mencegah risiko kematian per tahun di sebuah kota. (Foto: iStockphoto/bombuscreative)
Pada tingkat individu, ruang hijau dapat membuat orang lebih mudah untuk berolahraga atau latihan fisik. Berada di ruang terbuka yang hijau juga mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan mental.
Temuan menarik lainnya adalah ruang terbuka hijau dapat mengurangi kejahatan dan kekerasan bersenjata di Philadelphia, kota terbesar kelima di AS.
"Satu hal yang kami tahu: Di daerah di mana orang berkumpul, ada lebih sedikit kekerasan senjata. Ada lebih banyak kohesi sosial, dan orang-orang mengaktifkan ruang publik," kata peneliti Michelle Kondo.
Hal ini didukung dengan teori broken windows yakni ruang yang tidak terawat dapat mendorong perilaku antisosial.
(CNNIndonesia.com)
Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, Polda Riau Musnahkan 525 Rakit
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim Opsnal Polsek Senapelan menangkap seorang pria berinisial DK (35) lantaran diduga menggelapkan uang tunai se
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Memperkuat hubungan dengan pelanggan sekaligus memperluas jaringan bisnis di Sumatera, PT Mitra Kencana Nusantar
Ekbis
kabarmelayu.com,INHU Penanganan laporan dugaan pembobolan kamar di wilayah hukum Polsek Batang Gansal, Polres Indragiri Hulu (Inhu), menua
Hukrim
kabarmelayu.com,JAKARTA Gempa bumi magnitudo 7,7 di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 15 Agustus 2026, hingga saat ini tercatat me
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Arifa Rahma Maulydha, putri asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpilih mewakili Provinsi Riau sebagai angg
Pemerintahan
Semangat Kemerdekaan Warnai Karnaval Budaya, Puluhan Sekolah Unjuk Kreativitas di Rumah Rakyat
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Komitmen Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Indragiri Hilir menghadirkan pelayanan pertanahan yang ringkas, sigap
Sosial
kabarmelayu.com,ROHIL Persidangan perkara perdata No. 53/Pdt.G/2026/PN.Rhl di Pengadilan Negeri (PN) Rokan Hilir (Rohil) mengenai sengketa
Hukrim
Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Tembus Kuala Selat, 500 Hektare Mangrove Disiapkan Lawan Abrasi
Lingkungan