Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, Polda Riau Musnahkan 525 Rakit
Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, Polda Riau Musnahkan 525 Rakit
Hukrim
JAKARTA - Hasil penelitian di Belanda menemukan antibodi yang berhasil mencegah infeksi SARS di sel manusia, ternyata bisa memblokir infeksi virus corona SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19.
Studi dari Universitas Utrecht dan Erasmus Medical Center and Harbour BioMed (HBM) itu diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk mengembangkan antibodi manusia yang bisa mengobati atau mencegah Covid-19.
Penelitian yang sudah melalui tahap peninjauan ulang ini (peer review) dipublikasikan pekan lalu di jurnal Nature Communication. Studi tersebut dites pada sel kultur manusia menggunakan koleksi antibodi yang dimiliki peneliti.
Baca Juga:
Para peneliti mengaku penelitian tersebut dibangun berdasarkan kerja yang dilakukan kelompok peneliti di masa lalu ketika meneliti antibodi akibat infeksi SARS-CoV berbeda yang muncul pada 2002/2003.
Dengan menggunakan kumpulan antibodi SARS-CoV, peneliti berhasil mengidentifikasi antibodi yang juga menetralkan infeksi SARS-CoV-2 dalam sel kultur.
Baca Juga:
"Antibodi penetralisasi seperti itu berpotensi mengubah arah infeksi pada inang yang terinfeksi, mendukung pembersihan virus, atau melindungi seorang individu yang tidak terinfeksi yang terpapar virus," kata Berend-Jan Bosch, pemimpin penelitian di Universitas Utrecht, melansir Science Daily.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Nature Communications itu mencatat bahwa antibodi berikatan dengan domain yang dikonservasi dalam SARS-CoV dan SARS-CoV-2. Sehingga, antibodi monoklonal memiliki kemampuannya untuk menetralkan kedua virus itu.
"Fitur antibodi yang menetralkan silang ini sangat menarik dan menunjukkan kemungkinan memiliki potensi dalam mitigasi penyakit yang disebabkan oleh virus corona terkait yang muncul di masa depan," ujar Bosch.
Penulis utama studi dari Pusat Medis Erasmus, Frank Grosveld mengatakan penemuan tersebut memberikan dasar yang kuat untuk penelitian tambahan dalam mengkarakterisasi antibodi dan memulai pengembangan pengobatan Covid-19 yang potensial.
Terapi antibodi konvensional pertama kali dikembangkan pada hewan dan kemudian harus menjalani pekerjaan tambahan untuk 'memanusiakan' mereka. Antibodi dihasilkan dengan menggunakan teknologi transgenik H2L2 dari Harbour BioMed.
"Antibodi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 'sepenuhnya manusia', yang memungkinkan pengembangan berjalan lebih cepat dan mengurangi potensi efek samping terkait kekebalan," ujar Grosveld.
Sehingga, cara ini disebut berbeda dari antibodi terapeutik konvensional. Sebab pada cara konvensional antibodi tersebut biasanya dikembangkan pada spesies lain terlebih dulu sebelum diuji ke manusia, seperti dilaporkan Sky News.
Kepala Eksekutif HBM Jingsong Wang mengklaim temuan itu sebagai penelitian yang inovatif. Namun, dia menilai masih banyak pekerjaan yang diperlukan untuk menilai apakah antibodi itu dapat melindungi atau mengurangi keparahan penyakit pada manusia.
"Kami berharap dapat memajukan pengembangan antibodi dengan mitra. Kami percaya teknologi kami dapat berkontribusi untuk mengatasi kebutuhan kesehatan masyarakat yang paling mendesak ini dan kami mengejar beberapa jalan penelitian lain," kata Wang.

Ilustrasi. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Melansir Nature, antibodi monoklonal yang menargetkan situs rentan pada protein permukaan virus semakin diakui sebagai obat yang menjanjikan terhadap penyakit menular dan telah menunjukkan kemanjuran.
Identifikasi antibodi penetral SARS-CoV-2, reaktivitas ELISA (silang) dinilai dari supernatan yang mengandung antibodi dari koleksi 51 hibrida SARS-S yang berasal dari tikus H2L2 transgenik yang diimunisasi yang mengkode imunoglobulin chimerik.
Empat dari 51 supernatan hibrid SARS-S menampilkan reaktivitas ELISA-lintas-reaktif dengan subunit SARS2-S1, di mana satu memamerkan aktivitas penetral-silang SARS-S dan SARS2- Infeksi VSV pseudotip
Netralisasi SARS-CoV dan SARS-CoV-2 yang otentik dilakukan menggunakan uji netralisasi pengurangan plak seperti dijelaskan sebelumnya, dengan beberapa modifikasi.
Pada kesimpulannya, penelitian itu merupakan laporan pertama dari antibodi monoklonal (manusia) yang menetralkan SARS-CoV-2. Antibodi itu akan berguna untuk pengembangan tes deteksi antigen dan tes serologis yang menargetkan SARS-CoV-2.
Antibodi netralisasi dapat mengubah arah infeksi pada host yang terinfeksi yang mendukung pembersihan virus atau melindungi host yang tidak terinfeksi yang terpapar virus.
Antibodi tersebut, baik sendiri atau dalam kombinasi diharapkan memberi potensi untuk mencegah dan atau mengobati Covid-19. Bahkan mungkin juga penyakit lain yang muncul di masa depan pada manusia yang disebabkan oleh virus dari subgenus Sarbecovirus.
(CNNIndonesia.com)
Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, Polda Riau Musnahkan 525 Rakit
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim Opsnal Polsek Senapelan menangkap seorang pria berinisial DK (35) lantaran diduga menggelapkan uang tunai se
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Memperkuat hubungan dengan pelanggan sekaligus memperluas jaringan bisnis di Sumatera, PT Mitra Kencana Nusantar
Ekbis
kabarmelayu.com,INHU Penanganan laporan dugaan pembobolan kamar di wilayah hukum Polsek Batang Gansal, Polres Indragiri Hulu (Inhu), menua
Hukrim
kabarmelayu.com,JAKARTA Gempa bumi magnitudo 7,7 di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 15 Agustus 2026, hingga saat ini tercatat me
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Arifa Rahma Maulydha, putri asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpilih mewakili Provinsi Riau sebagai angg
Pemerintahan
Semangat Kemerdekaan Warnai Karnaval Budaya, Puluhan Sekolah Unjuk Kreativitas di Rumah Rakyat
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Komitmen Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Indragiri Hilir menghadirkan pelayanan pertanahan yang ringkas, sigap
Sosial
kabarmelayu.com,ROHIL Persidangan perkara perdata No. 53/Pdt.G/2026/PN.Rhl di Pengadilan Negeri (PN) Rokan Hilir (Rohil) mengenai sengketa
Hukrim
Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Tembus Kuala Selat, 500 Hektare Mangrove Disiapkan Lawan Abrasi
Lingkungan