UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Pemilihan Ketua OSIS Periode 2026-2027
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota menggelar kegiatan pemilihan Ketua Organisasi Siswa Int
TNI/Polri
JAKARTA - Badan Antariksa Amerika (NASA) mengatakan asteroid raksasa berdiameter 160 meter akan melewati Bumi pada 24 Juli mendatang dan berpotensi berbahaya.
Asteroid itu dinamai Asteroid 2020 ND dan diklasifikasikan sebagai Objek Dekat Bumi (Near-Earth Object/NEO) serta Potensi Berbahaya Asteroid (Potentially Hazardous Asteroid/PHA).
Menurut laman resmi NEO NASA, asteroid tersebut akan berada di titik dekat Bumi dengan jarak 5.086.328 kilometer dan sedang melakukan perjalanan di kecepatan 48.000 kilometer per jam.
Baca Juga:
Oleh sebab itu bercermin dari jarak asteroid dengan Bumi, NASA telah memperingatkan bahwa benda langit ini masuk potensi berbahaya.
Melansir Indian Express, asteroid yang berpotensi berbahaya itu didasarkan seberapa dekat asteroid dan Bumi dengan jarak persimpangan orbit minimum 0,05 au.
Baca Juga:
Berdasarkan data yang dihimpun NDTV dari NASA, Asteroid 2020 ND pertama kali tercatat pad 17 Juli 1945 dan sejak itu telah melewati Bumi sebanyak empat kali.
Saat melewati Bumi pada 24 Juli 2020, asteroid akan kembali melewati Bumi tahun 2035, 2074, dan 2145. Meski tergolong asteroid yang berpotensi berbahaya, Asteroid ND 2020 bukanlah target ilmiah utama NASA.
Sementara asteroid yang dianggap sebagai target ilmiah NASA antara lain 101955 Bennu, 10199 Chariklo, 16 Pysche, 243 Ida, 25413 Itokawa, 253 Mathilde, 433 Eros, dan 4 Vesta.
Sebelumnya, NASA telah sengaja menabrakkan pesawat ke salah satu asteroid untuk melancarkan misi menyelamatkan umat manusia dari benda luar angkasa raksasa seperti asteroid yang berpotensi menimbulkan bencana di bumi.
Misi itu diberi nama DART atau Double Asteroid Redirection Test dan bakal secara resmi diluncurkan pada 2021 mendatang.
Sebelum memulai misi DART, pada Selasa (23/6) waktu setempat, NASA menabrakkan pesawat mereka ke dua asteroid yang berukuran besar dan kecil. Dua asteroid ini disebut 'Didymos'.
Setelah ditabrak, keduanya berubah menjadi batuan bulan yang lebih kecil dan diberi nama Dimorphos.
Dimorphos berdiameter 160 meter. Asteroid ini disebut NASA menjadi target yang sempurna untuk uji DART karena orbitnya berada di sekitar Dydimos yang lebih besar (ukurannya 780 meter).
(CNNIndonesia.com)
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota menggelar kegiatan pemilihan Ketua Organisasi Siswa Int
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU PSPS Pekanbaru menghadapi ujian penting dalam upaya mempertahankan posisi puncak klasemen sementara Pegadaian Ch
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau mengungkap peredaran narkotika jaringan internasional di Pekanbaru. Seoran
Hukrim
kabarmelayu.com,INHIL Aroma konflik merebak dari rencana pengajuan Hak Guna Usaha (HGU) oleh PT Oscar Investama, perusahaan perkebunan kel
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menangkap seorang residivis kasus narkotika berinisial I (40) serta menyit
Hukrim
kabarmelayu.com,DUMAI Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Dumai memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar m
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dinas Kesehatan (Diskes) provinsi Riau mencatat total sudah ada 35.910 masyarakat Riau terpapar Infeksi Salura
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau menghancurkan sebuah gubuk yang diduga menjadi lokasi tran
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Pulau Sumatera kembali meningkat dalam satu hari terakhir. Angka yang sa
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Riau Ayat Cahyadi mendorong pemerintah daerah dan ins
Parlemen