Polsek Kandis Intensifkan Patroli Malam, Cek Pos Siskamling dan Kesiapsiagaan Warga
Polsek Kandis Intensifkan Patroli Malam, Cek Pos Siskamling dan Kesiapsiagaan Warga
TNI/Polri
JAKARTA - Pertama kalinya para ilmuwan menunjukkan mikroplastik dan nanoplastik dapat ditemukan di organ dan jaringan manusia. Para ilmuwan di Arizona State University menemukan keberadaan setidaknya satu bentuk plastik di semua 47 sampel yang diambil dari paru-paru, hati, limpa, dan ginjal orang yang telah meninggal dari mereka yang mendonasikan tubuhnya untuk ilmu pengetahuan.
Melansir dari IFL Science, salah satu jenis plastik yang digunakan di banyak wadah dan kemasan makanan, yang dikenal sebagai Bisphenol A (BPA), ditemukan pada 100 persen sampel yang diteliti. Tim juga menemukan jenis plastik lain yang biasa digunakan pada produk konsumen, seperti polycarbonate (PC), polyethylene terephthalate (PET), dan polyethylene (PE).
Mikroplastik diartikan sebagai pecahan plastik yang diameternya kurang dari 5 milimeter, sedangkan nanoplastik bahkan lebih kecil lagi dengan diameter kurang dari 0,001 milimeter. Charles Rolsky, seorang peneliti mikroplastik air di Arizona State mengatakan, bukti plastik masuk ke tubuh manusia sudah ada, tetapi masih sangat sedikit penelitian yang mencari tahu.
Baca Juga:
Pada penelitian ini, semua pendonor telah memberikan sejarah rinci gaya hidup, diet, dan pekerjaan mereka, sehingga tim mengatakan mereka berhasil mendapatkan beberapa wawasan tentang bagaimana bahan buatan manusia ini menjadi sangat terintegrasi ke dalam tubuh mereka. Peneliti juga mengatakan, mereka masih mencari tahu kemungkinan efek dari bahan non-biodegradable yang ada di mana-mana pada kesehatan tubuh.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan "tidak ada bukti yang menunjukkan masalah kesehatan manusia" dari mikroplastik dalam air minum, meskipun mereka menambahkan bahwa ini didasarkan pada terbatasnya jumlah informasi yang tersedia saat ini.
Baca Juga:
Di sisi lain, beberapa penelitian menyatakan sebaliknya, banyak dari perhatian ini berfokus pada Bisphenol A (BPA), bentuk plastik yang paling umum ditemukan dalam penelitian ini. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengatakan bahwa BPA dianggap aman pada tingkat saat ini yang terjadi dalam makanan, meskipun mereka mencatat ada beberapa kekhawatiran tentang potensi efek BPA pada otak, perilaku, dan kelenjar prostat pada janin, bayi, dan anak kecil.
Terlepas dari pengaruhnya terhadap kesehatan, penemuan mikroplastik dan nanoplastik dalam organ manusia tentu menunjukkan betapa meresapnya bahan buatan manusia ini dalam waktu kurang dari satu abad.
(okezone.com)
Polsek Kandis Intensifkan Patroli Malam, Cek Pos Siskamling dan Kesiapsiagaan Warga
TNI/Polri
Bupati Siak Sampaikan Tahniah pada Khataman, Perpisahan, dan Harlah ke15 Pondok Pesantren Miftahul Qur&rsquoan
Pemerintahan
Ditresnarkoba Polda Riau Razia Kampung Rawan Narkoba di Pekanbaru
Hukrim
kabarmelayu.com, KUANSING Sebanyak 526 rumah di empat Kecamatan yakni Kecamatan Pangean, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang dan Inuman K
Peristiwa
Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah sebagai Penghormatan terhadap Perjuangan Pekerja
Pemerintahan
Meriah, Riau Bhayangkara Run 2026 Akan Diikuti Sepuluh Ribu Pelari
TNI/Polri
kabarmelayu.com,SIAK Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, mengikuti peresmian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serentak melalui daring di Ge
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru, intensif melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurba
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang anak lakilaki yang sebelumnya dilaporkan hilang tenggelam saat mand
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pasien Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru mengeluh. Ratusan pasien hari ini hanya dilayani oleh satu dokter pada S
Kesehatan