Ditresnarkoba Polda Riau Razia Kampung Rawan Narkoba di Pekanbaru
Ditresnarkoba Polda Riau Razia Kampung Rawan Narkoba di Pekanbaru
Hukrim
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA telah melakukan banyak penelitian di luar angkasa. Selama berpuluh-puluh tahun melakukan penelitian, banyak hal-hal yang awalnya penuh misteri dapat terpecahkan dan terjawab.
Dalam menjalankan program luar angkasanya, NASA telah mengirim pesawat tanpa awak hingga astronot dalam melakukan penelitian. Berikut beberapa capaian NASA berhasil mengungkap hal misteri yang selama ini menjadi tanda tanya:
1. Pecahkan Misteri Cahaya di Jupiter
Baca Juga:
Pesawat luar angkasa Juno milik NASA memecahkan misteri serangan kilat di Jupiter. Kilatan Jupiter ini berkumpul di daerah kutub, sementara Bumi mengalami kilatan petir di sekitar khatulistiwa. Sebelumnya ada pesawat luar angkasa Voyager 1 NASA yang terbang mengelilingi Jupiter, dan mengkonfirmasi bahwa Jupiter mengalami kilat.
Sebuah makalah baru yang diterbitkan oleh tim Juno NASA dalam jurnal Nature mengungkapkan bahwa kilatan di Jupiter sebenarnya jauh lebih mirip dengan Bumi daripada yang diperkirakan sebelumnya. "(Penelitian) sampai Juno, semua sinyal petir yang direkam oleh pesawat luar angkasa terbatas pada deteksi visual, meskipun mencari sinyal dalam rentang megahertz," kata Shannon Brown, seorang ilmuwan di Jet Propulsion Laboratory NASA. Di Bumi, gelombang radio yang terkait dengan kilat berada dalam kisaran megahertz.
Baca Juga:
Menurut Brown, Juno mengambil sinyal radio dari kilat Jupiter. "Kami pikir alasan kami satu-satunya yang bisa melihatnya adalah karena Juno terbang lebih dekat ke kilat daripada (pesawat luar angkasa) sebelumnya, dan kami mencari pada frekuensi radio yang dengan mudah melewati ionosfer Jupiter," kata Brown.
Menurut NASA, kutub Jupiter tidak dihangatkan oleh Matahari. Atmosfernya juga kurang stabil. Hal ini menjadi kemungkinan naiknya gas hangat dan menimbulkan sumber-seumber terjadinya kilat.
2. NASA Pecahkan Misteri Permukaan Merkurius
Ilmuwan NASA di Johnson Space Center memecahkan misteri lama tentang "mengapa sebagian permukaan Merkurius tampak baru, dan sebagian sudah tua". Para ilmuwan di Divisi Penelitian dan Eksplorasi Ilmu Astromaterial mengungkap misteri ini melalui pesawat luar angkasa MESSENGER NASA, yang mengorbit Merkurius dari tahun 2011 hingga 2015.
"Kami pikir planet-planet mulai panas dan hampir sepenuhnya meleleh," kata Asmaa Boujibar, rekan postdoctoral NASA dan penulis utama studi ini. Saat mereka dingin, mereka mengkristalkan berbagai mineral. Biasanya mineral dapat terpisah untuk membentuk lapisan yang berbeda di dalam planet. "
Tim melakukan penelitian di laboratorium petrologi eksperimental di Johnson, di mana kondisi interior planet disimulasikan, memungkinkan para ilmuwan untuk mempelajari bahan pada tekanan dan suhu tinggi. Merkurius adalah planet yang paling tidak teroksidasi di tata surya, di mana sebagian besinya terikat pada logam atau sulfida daripada oksida.
Secara khusus, penelitian menunjukkan bahwa wilayah yang lebih tua pada Merkurius terbentuk oleh material yang meleleh jauh di dalam batas antara inti dan mantel. Sementara wilayah yang lebih muda terbentuk lebih dekat ke permukaan.
3. Misteri Planet Nine
Kemungkinan akan ada planet kesembilan dalam tata surya. NASA menyebut planet itu "Planet Nine". Mereka menyimpan banyak bukti terkait planet itu, seperti ada pengaruh aneh terhadap Sabuk Kuiper, sebuah wilayah di Tata Surya yang berada di sekitar orbit Neptunus. Menurut NASA, pengaruh aneh itu berasal dari planet tersebut, yang dicurigai 'mengintai' dari kejauhan.
Diperkirakan planet itu memiliki 10 kali massa Bumi dan lokasinya 20 kali lebih jauh dibanding jarak antara Matahari dengan Neptunus. Jadi menurut kesimpulan NASA, planet ini akan lebih dingin daripada Bumi.
Jika planet ini benar-benar muncul, maka akan menjadi "Super Earth" yang dinanti-nanti oleh para ahli astronomi. Karena Planet Nine masih sulit ditentukan titik koordinatnya.
4. Misteri Asteroid Alien Oumuamua
NASA berhasil memecahkan misteri asteroid alien Oumuamua. Objek luar angkasa berbentuk cerutu ini pertama kali muncul di radar Bumi pada 2017, ketika mendatangi teleskop Pan-STARRS1 milik NASA di Hawaii. Menurut para astronom, benda angkasa itu berasal dari bintang Vega. Namun menurut Studi di University of Toronto, Kanada menyimpulkan asteroid ini mungkin berasal dari bintang biner, sebuah sistem dengan dua bintang.
Kemungkinan besar Oumuamua memasuki Bumi dari sistem biner karena saling tarik menarik antara dua raksasa gas. Bintang biner biasanya dikelilingi oleh badan berbatu yang mengorbit dengan zona utama.
Asteroid kemungkinan dikeluarkan dari sistem binernya selama periode pembentukan planet bintang. Sejak saat itu Oumuamua membuat pendekatan ke Bumi pada 14 Oktober tahun lalu dan datang sedekat 15 juta mil jauhnya dari Bumi.
(merdeka.com)
Ditresnarkoba Polda Riau Razia Kampung Rawan Narkoba di Pekanbaru
Hukrim
kabarmelayu.com, KUANSING Sebanyak 526 rumah di empat Kecamatan yakni Kecamatan Pangean, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang dan Inuman K
Peristiwa
Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah sebagai Penghormatan terhadap Perjuangan Pekerja
Pemerintahan
Meriah, Riau Bhayangkara Run 2026 Akan Diikuti Sepuluh Ribu Pelari
TNI/Polri
kabarmelayu.com,SIAK Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, mengikuti peresmian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serentak melalui daring di Ge
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru, intensif melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurba
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang anak lakilaki yang sebelumnya dilaporkan hilang tenggelam saat mand
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pasien Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru mengeluh. Ratusan pasien hari ini hanya dilayani oleh satu dokter pada S
Kesehatan
INHIL Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di MTsN 2 Indragiri Hilir kembali menuai sorotan publik. Sejumlah persoalan mulai
Pendidikan
Aparat Lambat Tutup Warung RemangRemang Cafe KE Lipat Kain, Masyarakat Siap Turun Tangan
Hukrim