Sisir Tiga Kampung Narkoba di Pekanbaru, 10 Orang Positif Diamankan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim gabungan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau, Satresnarkoba Polresta Pekanbaru serta BNNP
Hukrim
PEKANBARU, kabarmelayu.com - Bagi warga kota yang sudah lama tidak pernah menyambangi hutan kota, luangkanlah waktu akhir pekan ini. Karena diam-diam hutan yang berada di kawasan Jalan Diponegoro ini ternyata memiliki peliharaan buaya. Ukurannya sudah cukup panjang dan giginya sangat tajam. Tapi, tidak perlu khawatir untuk membawa anak karena buaya ini dikurung dalam kandang besi.
Untuk melihatnya, pengunjung perlu masuk agak jauh ke dalam. Sebenarnya peliharaan buas ini bukan barang baru disini. Menurut perawatnya, buaya ini sudah eksis di hutan kota sejak 2012. Pengawas buaya-buaya ini yang bernama Sahdan menyebutkan, dulunya ada dua ekot buaya dalam kurungan tersebut. Karena berebut makanan salah seekor terluka dan mati. Namun ketika ditanya darimana asalnya, Sahdan sepertinya bingung.
’’Saya kurang tau juga ya asal muasal buaya ini. Soalnya saya baru juga di sini. Katanya dulu ada warga yang nemu terus dikasih ke sini untuk dirawat,’’ jawab Sahdan sekenanya kepada wartawan.
Baca Juga:
Untuk perawatan, Sahdan memberikan makanan seperti ikan patin, ikan nila segar, daging ayam dan lainnya. Buaya ini diberi makan tiga kali sehari. Untuk sekali makan, reptil ini bisa makan hingga dua kilogram. Reptil air yang berukuran lebih kurang 2,5 meter ini hidup dalam bekas sangkar burung dengan kondisi pagar berkarat dan atap yang mulai keropos.
Sahdan mengaku, dirinya hanya bertugas sebagai pengawas. Untuk detail buaya tersebut seperti kelamin, siapa yang bertanggungjawab, dirinya tidak mengetahui. Bahkan ternyata Sahdan juga takut sama buaya ini.’’Nggak tahu, soalnya nggak berani ngelihat. Biasanya yang ngasih makan tu yang tahu. Kan dia berani, udah terbiasa,’’ katanya.
Baca Juga:
Ternyata tidak semua pengunjung tahu keberadaan buaya ini. Salah seorang pengunjung bernama David (30) yang mengaku sering main di hutan kota, tapi sama sekali tidak tahu bahwa disana ada buaya. Malah ketika disebutkan ada buaya di hutan kota, David malah terkejut.
Sementara itu Pengunjung lainnya bernama Onny (20) sudah tahu keberadaan buaya itu. Bahkan dirinya mengaku sudah tahun buaya itu sudah ada sejak tahun 2012 lalu. Namun menurutnya, buaya itu tidak terurus dengan benar.
Bahkan kandangnya yang berkarat dinilai sudah tidak layak lagi untuk sang predator.
(riaupos.co)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim gabungan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau, Satresnarkoba Polresta Pekanbaru serta BNNP
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kapolda Riau kembali melakukan patroli udara untuk memantau secara langsung perkembangan penanganan kebakaran hu
Lingkungan
Fenomena Bulan Darah Ubah Langit Menjadi Merah Api
Article
kabarmelayu.com,INHIL Kepedulian terhadap keselamatan masyarakat ditunjukkan Zainal Arifin Hussein dari Bangun Desa Payung Negeri (BDPN)
Sosial
kabarmelayu.com,INHIL Jawaban resmi PT PLN (Persero) ULP Tembilahan terkait persoalan kabel semrawut di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil)
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Di tengah kondisi keuangan Pemkab Siak yang terbatas, Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli melalui Dinas PU mengunci ke
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, SE, MM, memimpin upacara bendera Senin (31/8/2026) pagi di SMPN 22. Kegiatan
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau, menunjukkan perkemban
Lingkungan
kabarmelayu.com,INHIL Plh. Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Yuliantini, S.Sos., M.Si., diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Inhil, Drs. H. Ta
Pemerintahan
Gerebek Pengedar Narkoba, Polresta Pekanbaru Sita 31 Catridge Etomidate dan 40 Pil Ekstasi
Hukrim