Jumat, 01 Mei 2026 WIB

Legenda Seven Ghost Bono Bagi Peselancar

Harijal - Selasa, 19 November 2019 20:09 WIB
Legenda Seven Ghost Bono Bagi Peselancar
istimewa

TELUK MERANTI - Siapa yang tidak mengenal ombak Bono. Ombak dengan skala 5 atau level tertinggi didunia ini, membuat tantangan tersendiri bagi para peselancar yang ingin menjajalnya.

Antony Colas dari negara menara Effel, mengatakan, keganasan BONO tidak kalah dengan Negara China dan Brasil. BONO tidak hanya ada di Indonesia saja, melainkan ada 34 negara.

"Akan tetapi namanya saja yang berbeda. Kalau di Malaysia Benak, di China ataupun Brasil lain lagi namanya. Di Indonesia ada 3 tempat yang mirip Bono, di Riau ada Teluk Meranti dan Rokan Hulu, Kalimantan serta Papua," sebut Antony yang sudah melanglang buana 15 negara tersebut.

Baca Juga:

Antony melanjutkan, terjadinya Bono dikarenakan gelombang pasang yang bertemu dengan delta - delta (endapan pasir) yang membentuk aliran dangkal di sepanjang aliran muara. Kecepatan Bono ditafsirkan mempunyai kecepatan lebih kurang 80 km/jam hingga menyerupai Tsunami.

"Momen ombak Bono terjadi setiap tahun, namun gelombang besar terjadi pada akhir tahun, bulan November dan Desember hingga berakhir awal Januari," ujar Antony.

Baca Juga:

Keunikan Bono, banyak dicari bule-bule mancanegara. Tak pelak, mereka berlomba-lomba menaklukkan ganasnya ombak Bono. Terbukti pada 11-14 November 2019 kemaren, 8 peselancar dunia ingin menjinakkan Bono.

Masyarakat tempatan pun tak kalah dengan peselancar luar negeri. Ruzi Hartono dari Indonesia menyabet peringkat dua dalam festival Bono yang ditaja oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan ini. Sedangkan peringkat pertama diraih oleh Daniel de Klerk dari Afika Selatan dan Michael dari Hongkong urutan ketiga.

Sementara itu Michael (Hongkong) mengatakan, ini kali pertama dia datang ke Teluk Meranti dan ingin menaklukan Bono.

"Sebelumnya saya main selancar hanya di laut. Saya ingin mencari tantangan bermain di Sungai Kampar ini," sebutnya.

Saat ditanya, tantangan mana yang berat berselancar di laut atau sungai, ia mengatakan tantangan di laut lebih berbahaya dibandingkan dengan sungai. Karena karang-karang batu dan ikan hiu halangan bagi para peselancar. (mcr)

SHARE:
beritaTerkait
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan
Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras
Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan
Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting
Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru
komentar
beritaTerbaru