Perenang Asal Kampar Sabet Emas di Asian Para Games 2026
kabarmelayu.com,PEKANBARU Atlet renang penyandang disabilitas asal Kabupaten Kampar, Riau, Abdil Majid Rahman, sukses meraih medali emas p
Sport
Institusi pendidikan ini berada di bawah naungan Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al Bahjah yang dipimpin oleh Buya Yahya.
STAI Al-Bahjah kini sedang mempersiapkan ekspansi dari sekolah tinggi menjadi universitas, sebuah langkah strategis untuk menjawab tantangan zaman.
Baca Juga:
"Ke depannya insya Allah kita ingin berkembang ke arah universitas dengan minimal empat fakultas," ungkap Ustad Imam Abdullah, B.Sc., M.A., Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan & Alumni STAI Al-Bahjah, ditemui di kompleks kampus STAI Al-Bahjah yang terintegrasi dengan lingkungan pesantren.
Berbeda dengan kebanyakan institusi pendidikan tinggi, STAI Al-Bahjah mengimplementasikan sistem dualisme kurikulum yang memadukan standar Kementerian Pendidikan dengan kurikulum syariah pesantren. Mahasiswa tidak hanya mendalami ilmu-ilmu akademis sesuai program studi, tetapi juga mendapat pendidikan fikih, akidah, dan keterampilan dakwah.
Baca Juga:
Pendidikan Holistik untuk Tantangan Global
Saat ini, STAI Al-Bahjah menawarkan tiga program studi utama: Ekonomi Syariah, Manajemen Pendidikan Islam, dan Tadris Matematika. Namun, rencana pengembangan sudah disusun untuk membuka program-program baru yang lebih relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
"Kami sedang mempersiapkan pembangunan kampus masa depan, mulai dari pencarian lokasi strategis hingga pembukaan prodi-prodi baru seperti Manajemen Haji dan Umroh, HKI, multimedia, politeknik, dan ilmu kesehatan," jelas Ustad Imam.
Yang menarik, kepemimpinan langsung dari Buya Yahya dan istrinya dalam proses pembelajaran menjadi nilai tambah institusi ini. Keduanya terlibat aktif mengajar, terutama dalam bidang usul fiqih yang merupakan dasar pengambilan hukum Islam.
Kaderisasi Ulama di Era Digital
STAI Al-Bahjah memiliki moto unik: "Mencetak sarjana yang ulama" di tengah kelangkaan ulama yang memahami konteks kekinian, institusi ini hadir membentuk kader yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga kompeten dalam bidang-bidang ilmu modern seperti ekonomi dan teknologi.
Proses kaderisasi dilakukan secara sistematis, dimulai dari daurah (pelatihan intensif) tentang karakteristik da'i dan teknik penyusunan materi dakwah, hingga praktek lapangan. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mengisi khutbah, mengajar santri, bahkan menjadi penerjemah bagi tamu dari Timur Tengah.
"Setelah lulus, ada kaderisasi lanjutan di subdivisi dakwah. Mereka di-training lebih khusus untuk menjadi seorang da'i, termasuk pelatihan public speaking dan penjadwalan untuk mengisi pengajian," tambah Ustad Imam.
Kolaborasi Pendidikan dan Korporasi
Salah satu faktor pendukung keberhasilan STAI Al-Bahjah adalah kerjasama dengan PT. Tambang Meranti Mulia Sejahtera (TMMS) melalui Rimba Foundation yang telah memberikan beasiswa penuh kepada 20 mahasiswa (10 putra dan 10 putri).
Rimba Foundation merupakan yayasan yang dibentuk oleh TMMS untuk mengelola dana CSR dari masing-masing entitas anak perusahaan di bawahnya. Beasiswa diberikan sejak awal masuk kuliah sampai para penerima beasiswa tersebut tamat kuliah.
Miftahul Arifin, salah satu penerima beasiswa yang telah menghafal Al-Quran 30 juz, mengaku sangat terbantu dengan adanya beasiswa tersebut. "Pertama kali pasti bersyukur, karena bisa lebih fokus belajar tanpa memikirkan biaya semester dan tunggakan," ujarnya.
Di balik prestasi akademik Miftah, tersimpan kisah haru tentang perjuangan hidup tanpa sosok ayah sejak usia empat tahun. "Tidak banyak ingin apa-apa, yang penting ingin membahagiakan ibu," ungkap pemuda asal Kuningan, Jawa Barat ini. Ibunya yang mengelola warung kelontong sederhana telah menjadi motivasi utama Arifin untuk terus bertahan selama 8 tahun di pesantren.
Senada dengan Arifin, Joko Prayitno yang berasal dari Ngawi, Jawa Timur, juga menyampaikan rasa syukurnya. "Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dapat beasiswa ini. Notabene kan kita dari jauh, dan jauh-jauh ke Cirebon," ungkapnya.
Keputusan merantau ribuan kilometer dari kampung halaman tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh Joko. Sebuah penemuan tak sengaja oleh kakaknya saat browsing internet membuka jalan baginya menuntut ilmu di STAI Al-Bahjah.
Orang tua Joko dulunya memiliki warung sembako, tapi kini tidak lagi bekerja karena faktor usia. Beasiswa Rimba Foundation pun menjadi penopang penting bagi pemuda ini. "Tujuan kesini kan jauh-jauh, orang tua juga menyemangati. Jangan sampai kita jauh-jauh mengecewakan orang tua," tambah Joko.
Ustad Imam menjelaskan bahwa beasiswa dari Meranti Group ini mencakup kebutuhan kepondokan dan pendidikan. "Ketika sudah mendapatkan beasiswa ini, mahasiswa tidak lagi perlu memikirkan infak, jadi cukup fokus pada belajar, khidmah, dan mengembangkan potensi diri," jelasnya.
Visi Keberlanjutan Bersama Masyarakat
Herryan Syahputra, CEO TMMS, mengatakan bahwa dukungan terhadap pendidikan adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat.
"TMMS tumbuh bersama masyarakat dan stakeholder menuju masa depan yang berkelanjutan. Di tengah ketidakpastian global, kami berkomitmen untuk tetap stabil dan transparan dalam operasional kami," ujar Herryan.
Lebih lanjut, Herryan menjelaskan bahwa TMMS terus berinovasi melalui digitalisasi dan teknologi ramah lingkungan. "Kami juga responsif terhadap kebutuhan sosial melalui program-program nyata seperti SSB, beasiswa, dan dukungan untuk pesantren seperti Al-Bahjah ini," tambahnya.
Dukungan terhadap STAI Al-Bahjah merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial TMMS yang menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mempersiapkan generasi masa depan yang kompeten dan berakhlak mulia.
"Kami siap bersaing secara profesional di industri tambang modern, namun tetap berpegang pada prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial," tutup Herryan.
Dengan kolaborasi antara institusi pendidikan dan korporasi seperti ini, harapan untuk melahirkan generasi pemimpin yang memiliki keseimbangan keilmuan dunia dan akhirat semakin terbuka lebar. STAI Al-Bahjah dan Meranti Group telah menunjukkan bahwa sinergi pendidikan dan dunia usaha dapat memberikan dampak positif bagi masa depan bangsa. ***
kabarmelayu.com,PEKANBARU Atlet renang penyandang disabilitas asal Kabupaten Kampar, Riau, Abdil Majid Rahman, sukses meraih medali emas p
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Angka Layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Riau mengalami tren positif. Hingga 26 Oktober 2026, dari s
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kemudahan akses pembiayaan masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), teruta
Opini
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Siak Hulu, menerima kunjungan studi tiru dari UPT SMP Negeri 3 Tapung,
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Manajemen PSPS Pekanbaru mengajukan permohonan pembatalan sanksi denda sebesar Rp20 juta yang dijatuhkan Komite
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim panitia seleksi (Pansel) calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau, telah mengumumkan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pekanbaru resmi menggelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 mulai Senin
Hukrim
Tingkatkan Kesadaran Lalu Lintas, Polda Riau Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, MBA, menerima silaturahmi pengurus Himpunan Siompu Kampar Provinsi Ria
Parlemen
kabarmelayu.com,JAKARTA Dunia hukum di tanah air dikejutkan oleh langkah kontroversial dari Kantor Hukum Kamal Sugandi & Partners yang sec
Hukrim