Jalan Poros PT. Padasa Enam Utama Kokar Rusak, Bus Sekolah dan Truk Sawit Terpuruk
kabarmelayu.com,KAMPAR Akses transportasi di jalan poros PT padasa Emam Utama, kebun Koto Kampar (Kokar), mengalami rusak parah. Akibatnya
Peristiwa
Kedatangan pemimpin Riau pukul 13.50 di Bandarq Sultan Syarif Kasim disambut dengan prosesi adat Melayu, seperti kompang, pemasangan tanjak dan selempang oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR).
Tampak hadir menyambut Gubernur dan Wagub Riau, di antaranya Kapolda Riau Irjen Pol M Iqbal, Danrem 031 Wirabima Brigjen TNI Sugiyono, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi, Kejati Riau Akmal Abbas, dan Forkopimda lainnya. Hadir juga Ketua MKA LAMR Datuk Raja Marjohan Yusuf, Ketua DPH LAMR Datuk Taufik Ikram Jamil, dan tokoh masyarakat Riau.
Tak hanya itu, sebanyak 11 pasangan Bupati dan Wakil Bupati serta wali kota dan wakil wali kota se-Riau juga dipasangkan tanjak oleh LAM Riau. Para pemimpin di Provinsi Riau tersebut terlihat kompak mengenakan pakaian adat Melayu lengkap berwarna putih.
Baca Juga:
Acara kepulangan ini dirancang sebagai momentum bersejarah yang menggabungkan seluruh pemimpin daerah dengan kearifan lokal dan tradisi adat Melayu. Masing-masing kepala daerah dan wakil kepala daerah itu didampingi oleh istri dengan mengenakan pakaian yang sama, warna putih.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Riau Abdul Wahid mengatakan, fokus pertama yang akan ia lakukan saat menduduki kursi jabatannya adalah melakukan pembenahan struktur layanan publik.
Baca Juga:
"Tentu yang akan kita benahi, pertama-tama adalah struktur layanan publik. Karena layanan ini langsung bisa dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.
Usai pemasangan tanjak, Gubernur Riau Abdul Wahid - Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto bersama Kepala Daerah 12 Kabupaten/Kota menaiki satu bus menuju balai adat LAM Riau jalan Diponegoro Pekanbaru untuk dilakukan upacara adat majelis tepuk tepung tawar.
Tepuk Tepung Tawar ini ditujukan sebagai bentuk penyambutan atas kepemimpinan, Gubernur Riau Abdul Wahid dan Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto. Tepuk tepung tawar merupakan tradisi yang sering dilakukan dalam berbagai momen penting, seperti pernikahan, peresmian jabatan, hingga penyambutan tamu kehormatan.
Prosesi ini mengandung doa dan harapan agar seseorang diberikan keselamatan, keberkahan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah yang diembannya.
Dalam acara kegiatan tepuk tepung tawar di LAM Riau, Gubernur Abdil Wahid dan Wagub SF Hariyanto duduk berdampingan. Sementara tokoh-tokoh adat, secara bergantian menaburkan tepung tawar ke tangan mereka. Setiap taburan disertai dengan doa-doa kebaikan agar kepemimpinan mereka membawa manfaat bagi masyarakat Riau.
kabarmelayu.com,KAMPAR Akses transportasi di jalan poros PT padasa Emam Utama, kebun Koto Kampar (Kokar), mengalami rusak parah. Akibatnya
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau bekerjasama Intelijen Kodam XlX Tuanku Tambusai, b
Hukrim
kabarmelayu.com,BENGKALIS Masyarakat Kabupaten Bengkalis diimbau untuk lebih berhatihati dan tidak mudah percaya terhadap beredarnya vi
Peristiwa
kabarmelayu.com,INHIL Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H. Tantawi Jauhari bersama Dandim 0314/Inhil menyambut
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau masih menghadapi persoalan serius. Kebakaran di areal
Lingkungan
kabarmelayu.com,BENGKALIS Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, MBA, menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah di Provi
Wisata
kabarmelayu.com,KAMPAR Jajaran Polsek Siak Hulu berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Inflasi Provinsi Riau pada Oktober 2026 tercatat sebesar 3,09 persen secara tahunan atau year on year (yony).
Ekbis
kabarmelayu.com,KAMPAR Dalam upaya mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat
Hukrim
kabarmelayu.com,BENGKALIS Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) Kabupaten Bengkalis menjaring dua belas anak punk yang meresahkan masyara
Sosial