Kualitas Udara di Pekanbaru Tak Sehat, Kurangi Aktivitas Luar Rumah, Gunakan Masker
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kualitas udara di Kota Pekanbaru memburuk dan dalam kualitas tidak sehat. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan
Lingkungan
JAKARTA - Morgan Stanley merevisi targetnya sendiri untuk pertumbuhan perekonomian global 2020 menjadi 2,1% year on year (YoY) atau dengan kata lain bisa diartikan, resesi global besar. Angka ini turun dari prediksi sebelumnya yang sebesar 2,3% YoY.
Turunnya prediksi ini disebabkan karena adanya peningkatan lebih lanjut dalam kasus COVID-19 dan telah mengganggu ekonomi global dan dengan cepat dan juga menyebabkan dislokasi di pasar keuangan.
"Banyak negara di dunia mengalami pengetatan keuangan, termasuk Amerika dan banyak negara lainnya di dunia. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah di semua negara," tulis Morgan Stanley dalam riset yang berjudul "The Need of The Hour"yang disusun Chetan Ahya, Derrick Y Kam, Nora Wassermann, dan Frank Zhao.
Baca Juga:
Untuk itu, dibutuhkan respon cepat dari berbagai pihak seperti otoritas kesehatan publik, moneter, dan fiskal terkait beberapa hal, antara lain peningkatan signifikan dari pengujian virus serta langkah-langkah mitigasi, terutama di AS. Karena dengan demikian akan memberikan kejelasan lebih akan perluasan sebaran virus.
Selain itu juga dibutuhkan respons moneter, khususnya ekspansi neraca Bank Sentral, akan sangat penting untuk mencairkan pasar keuangan. Selain itu pelonggaran fiskal juga dibutuhkan dan diyakini dapat memainkan peran konstruktif dalam penurunan tingkat perekonomian.
Baca Juga:
Pelonggaran fiskal ini juga dibutuhkan untuk mengelola beban pada sistem kesehatan, sehingga akan meringankan sektor yang terdampak serta memberikan stimulus pada permintaan untuk mendukung pertumbuhan global.
"Melihat dari perspektif yang lebih luas, benturan pada pertumbuhan global yang diakibatkan COVID-19 ini telah mendorong masalah struktural seperti kondisi hutang, demografi, dan perlambatan pertumbuhan inflasi menjadi semakin nyata," tulis laporan Morgan Stanley, dikutip Selasa (17/3/2020).
Dalam beberapa dekade terakhir, beberapa siklus pemulihan akibat pelonggaran kebijakan moneter telah terjadi meski masalah struktural yang mendasari masih terus membayangi
"Saat ini, kita berada pada tahap dimana dukungan kebijakan moneter dan pemulihan mini siklus yang bermakna cukup terbatas karena Bank Sentral terus menggunakan alat kebijakan moneter mereka untuk mengelola siklus mini dan membendung faktor penurunan alami. Oleh karena itu, dengan latar belakang siklus dan tantangan struktural ini, kebijakan fiskal harus secara aktif digunakan untuk mengatasi pertumbuhan inflasi yang rendah."
(CNBCIndonesia.com)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kualitas udara di Kota Pekanbaru memburuk dan dalam kualitas tidak sehat. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Cuaca di Provinsi Riau pada Selasa (25/8/2026) diprakirakan cukup dinamis. Hujan ringan hingga sedang berpotensi
Lingkungan
kabarmelayu.com,KUANSING Festival Pacu Jalur (FPJ) dalam rangkaian Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 resmi ditutup. Penutupan berlangsung
Budaya
Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumatera Selatan
TNI/Polri
KemnakerJICA Perkuat Kualitas dan Pelindungan Tenaga Kerja Indonesia ke Jepang
TNI/Polri
Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Article
Kapolres Pelalawan Pimpin Anev Penanggulangan Bencana Karhutla di Kerumutan
Lingkungan
Tak Kunjung Diperbaiki, Warga KeluhkanbJalan Poros Dusun 4 Portal Kecamatan XIII Koto Kampar yang Rusak Parah
Peristiwa
Berjibaku Melawan Karhutla di Kerumutan, Tim Gabungan Bangun Embung, Penyekatan dan Water Bombing
Lingkungan
kabarmelayu.com,ROHIL Jajaran Pendiri, Pengurus, dan Pengawas Sah Koperasi Produsen Juang Makmur Bersama (JMB) melakukan klarifikasi dan
Peristiwa