Bupati Herman Pimpin Upacara Peringatan Hardiknas 2026
kabarmelayu.comINHIL Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Pendidikan menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Na
Pemerintahan
JAKARTA - Morgan Stanley merevisi targetnya sendiri untuk pertumbuhan perekonomian global 2020 menjadi 2,1% year on year (YoY) atau dengan kata lain bisa diartikan, resesi global besar. Angka ini turun dari prediksi sebelumnya yang sebesar 2,3% YoY.
Turunnya prediksi ini disebabkan karena adanya peningkatan lebih lanjut dalam kasus COVID-19 dan telah mengganggu ekonomi global dan dengan cepat dan juga menyebabkan dislokasi di pasar keuangan.
"Banyak negara di dunia mengalami pengetatan keuangan, termasuk Amerika dan banyak negara lainnya di dunia. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah di semua negara," tulis Morgan Stanley dalam riset yang berjudul "The Need of The Hour"yang disusun Chetan Ahya, Derrick Y Kam, Nora Wassermann, dan Frank Zhao.
Baca Juga:
Untuk itu, dibutuhkan respon cepat dari berbagai pihak seperti otoritas kesehatan publik, moneter, dan fiskal terkait beberapa hal, antara lain peningkatan signifikan dari pengujian virus serta langkah-langkah mitigasi, terutama di AS. Karena dengan demikian akan memberikan kejelasan lebih akan perluasan sebaran virus.
Selain itu juga dibutuhkan respons moneter, khususnya ekspansi neraca Bank Sentral, akan sangat penting untuk mencairkan pasar keuangan. Selain itu pelonggaran fiskal juga dibutuhkan dan diyakini dapat memainkan peran konstruktif dalam penurunan tingkat perekonomian.
Baca Juga:
Pelonggaran fiskal ini juga dibutuhkan untuk mengelola beban pada sistem kesehatan, sehingga akan meringankan sektor yang terdampak serta memberikan stimulus pada permintaan untuk mendukung pertumbuhan global.
"Melihat dari perspektif yang lebih luas, benturan pada pertumbuhan global yang diakibatkan COVID-19 ini telah mendorong masalah struktural seperti kondisi hutang, demografi, dan perlambatan pertumbuhan inflasi menjadi semakin nyata," tulis laporan Morgan Stanley, dikutip Selasa (17/3/2020).
Dalam beberapa dekade terakhir, beberapa siklus pemulihan akibat pelonggaran kebijakan moneter telah terjadi meski masalah struktural yang mendasari masih terus membayangi
"Saat ini, kita berada pada tahap dimana dukungan kebijakan moneter dan pemulihan mini siklus yang bermakna cukup terbatas karena Bank Sentral terus menggunakan alat kebijakan moneter mereka untuk mengelola siklus mini dan membendung faktor penurunan alami. Oleh karena itu, dengan latar belakang siklus dan tantangan struktural ini, kebijakan fiskal harus secara aktif digunakan untuk mengatasi pertumbuhan inflasi yang rendah."
(CNBCIndonesia.com)
kabarmelayu.comINHIL Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Pendidikan menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Na
Pemerintahan
kabarmelayu.comJAKARTA Langkah positif ditunjukkan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf ) dalam mengembangkan Ekrat. Kemenekraf men
Parlemen
Perampokan Berujung Pembunuhan Sadis, Polisi Ungkap Motif Kematian Lansia yang Viral di Pekanbaru
Hukrim
kabarmelayu.comKAMPAR Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei, sejatinya menjadi momentum refleksi d
Pendidikan
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota, melaksanakan uoacara peringatan Hari Pendidikan Nasion
Pendidikan
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Pemerintahan
Aksi Hardiknas Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Peristiwa
kabarmelayu.comJAKARTA Indonesia pernah menjadi kiblat pendidikan di Asia Tenggara, bahkan sampai diminta negara tetangga untuk membantu m
Article
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim