Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat melemah cukup dalam mendekati nilai Rp 17 Ribu per dolar AS. Saat bersamaan Indonesia dihadapkan dengan wabah corona yang belum jelas kapan berakhir. Kedua masalah ini akan memicu masalah kenaikan harga kebutuhan pokok khususnya pangan.
Head Center of Food, Energy, and Sustainable Development Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Abra Tallattov menilai dampak dari lemahnya rupiah bisa berimbas pada makin mahalnya harga kebutuhan barang pokok.
"Mencermati mata tukar uang rupiah yang melemah, cukup dalam ini implikasinya terhadap barang-barang kebutuhan pokok, karena sebagian kebutuhan pokok masih andalkan dari impor," kata Abra dalam teleconference, Selasa (24/3).
Baca Juga:
Beberapa contohnya mulai terlihat dari awal Januari hingga ke beberapa waktu ke belakang, Abra menilai beberapa harga kebutuhan bahan pokok mulai naik. Di antaranya adalah bawang putih yang naik sebesar 36%, gula pasir sebesar 31%, begitu pun dengan bawang merah serta cabai rawit merah.
"Yang masih stabil misalnya beras dan minyak goreng. Namun itu tidak menjamin yang sekarang stabil nantinya akan tetap stabil," sebutnya.
Baca Juga:
Apalagi, nilai tukar rupiah juga saat ini masih ada di atas Rp16.400 per dolar AS. Jika belum ada perbaikan dalam beberapa waktu ke depan, yang rentan terkena dampak adalah masyarakat luas.
"Jika nanti impor kita meningkat di tengah nilai rupiah yang anjlok, otomatis akan bertranmisi pada harga jual di tingkat konsumen," jelas Abra.
Sayangnya, anjloknya nilai rupiah tidak bisa diprediksi hingga kapan. Ekonom senior Indef Drajad Wibowo menyebut menyebut penurunan nilai rupiah akan sangat tergantung pada berakhirnya wabah virus corona. Persoalannya, tidak ada yang mengetahui kapan virus tersebut pergi.
"Kemarin saya ditelpon mantan Menko (Menteri Koordinator), dia tanya, Jadi gimana perkembangan? Jawaban saya yang paling tepat adalah tidak tahu, karena kita susah memprediksi seberapa besar wabah itu, dan hingga kapan di luar prediksi," sebut Drajad.
"Apa yang terjadi terhadap rupiah dan bursa nggak lepas dari kepanikan yang dipicu, bukan faktor ekonomi tapi faktor wabah. Mereka hitungkan dengan wabah ini ekonomi akan ambles sehingga terjadi spekulasi," lanjutnya.
Saat ini, kunci dari pemulihan rupiah berada di tangan pemerintah. Yakni dengan pengambil keputusan secara rasional sehingga membuat masyarakat tenang.
"Ketika masyarakat panik dan paniknya bukan karena ekonomi, itu kita nggak bisa prediksi berapa, kalau bisa sampe 20 ribu saya nggak tahu. Saya nggak berani spekulasi. Kuncinya seberapa besar wabah ini," sebut Drajad.
(CNBCIndonesia.com)
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
kabarmelayu.comKUANSING Puluhan tahun menunggu kepastian, kesabaran Kelompok Tani Kelompok Tani SKB akhirnya memuncak Rabu (29/4/2026). Me
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, H Zufra Irwan SE, MM, SpAp mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau,
Pemerintahan
kabarmelayu.comROHIL Warga binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berinisial SN alias KN menjadi sorotan di kalangan masyarakat Rokan Hilir.
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musr
Parlemen
kabarmelayu.comINHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, akan membangun pasar induk Jalan yos sudarso yang megah, seluruh pedagang
Pemerintahan
kabarmelayu.comPEKANBARU Dua atlet petinju Pekanbaru berhasil menyabet dua medali emas pada event Kejuaraan Tinju Amatir Terbuka Piala Da
Sport
RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal
Kesehatan
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasinal Rencana Kerja Pemerintah D
Parlemen
Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih
TNI/Polri