Kamis, 02 Juli 2026 WIB

Aspartani Agri Kampar Mandiri Diharapkan Mampu Menjadi Wadah Hasil Tani

Harijal - Jumat, 21 Oktober 2016 19:35 WIB
Aspartani Agri Kampar Mandiri Diharapkan Mampu Menjadi Wadah Hasil Tani
sy/riaueditor.com
Sekdakab Kampar Zulfan Hamid bersama Kepala SKPD dijajaran Pemerintah Daerah Kabupaten ketika memotong Pita tanda diresmikannya Asosiasi Pasar Tani (Aspartani) Agri Kampar Mandiri Kabupaten Kampar Di halaman Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holti

BANGKINANG, kabarmelayu.com - Asosiasi pasar Tani (Aspartani) Agri Kampar Mandiri diharapkan mampu menjadi wadah penyalur hasil pertanian masyarakat dengan harga jual bersaing. Sehingga dapat mendongkrak peningkatan perekonomian petani  sebagai kekuatan ekonomi di Kabupaten Kampar.

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Zulfan Hamid ketika meresmikan Launching Asosiasi Pasar Tani (Aspartani) “Agri Kampar Mandiri “ Kabupaten Kampar di halaman kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtiluktura Kabupaten Kampar, Jumat (21/10/16).

Dalam sambutannya, Zulpan menyampaikan bahwa Aspartani yang merupakan organisasi petani harus mampu berjalan, memiliki alur pikir serta tujuan yang jelas agar para petani tidak kesulitan dalam memasarkan hasil panen dengan harga jual bersaing sehingga dapat meningkatkan taraf hidup menuju kesejahteraan.

Baca Juga:

Selain itu, diperlukan pengembangan inovasi hasil komoditas, tidak hanya pengelolaan yang biasa saja, tetapi juga mengembangkan hasil makanan yang mampu menarik minat pembeli.

Organisasi ini hendaknya menyentuh seluruh petani yang ada dikabupaten Kampar, bukan hanya kecamatan yang terdekat saja, harus menyeluruh kecamatan yang ada dikabupaten Kampar ini. Diperlukan keseriusan dinas terkait serta pelaku pertanian untuk mewujudkan pertanian menjadi kekuatan perekonomian yang kuat dikabupaten Kampar. Pelaku pasar yakni petani harus menjadi pelaku utama, tidak lagi mengharapkan agen untuk memasarkan hasil tani.

Baca Juga:

Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Hendry Dunan SP.MMA dalam laporannya mengatakan kondisi petani kita saat ini sangat memprihatinkan, hasil panen tanaman yang dihasilkan sangat sulit untuk dipasarkan, Dinas Pertanian dalam hal ini sebagai stake holder yang berkewajiban untuk melakukan Inisiatif dan langkah menyelamatkan nasib para petani dalam menjual hasil pertaniannya.

Diharapkan dengan adanya pembukaan asosiasi pasar tani ini dapat menciptakan bahwa petani mampu menjadi tuan rumah dinegerinya sendiri. Dengan demikian nasib petani yang tadinya sangat sulit memasarkan hasil panennya saat ini dengan adanya pasar ini petani dapat menjual hasil pertaniannya dipasar ini, ungkap Hendry Dunan.

Selain itu petani yang ada dikabupaten Kampar dapat memotong mata rantai pemasaran hasil pertaniannya tidak lagi melalui tengkulak, ijon yang berakibat harga panen sangat kecil diterima oleh petani, dengan adanya pemotongan mata rantai hasil penjualan sudah pasti hasil yang diterima petani lebih tinggi lagi.

Dikembangkan lagi nanti Aspartani juga akan menguasai pasar hasil panen hingga keluar Kabupaten seperti pasar-pasar yang ada kota Pekanbaru dan mampu mengisi pasar yang ada diseluruh Provinsi Riau hingga ke supermarket yang ada di Kota Pekanbaru, pungkas Hendri Dunan.

Hadir dalam acara peresmian Asosiasi Pasar Tani itu diantaranya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pasar Amin Filda, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar Zainuddin, Kepala Dinas Bina Marga Indra Pomi, Kepala Dinas Perkebunan Bustan dan Kepala SKPD terkait lainnya. (rec)

 

SHARE:
beritaTerkait
PPPK Pemprov Riau Kini Bebas Pemotongan Zakat Profesi
Syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Sekda Siak: Polri Garda Terdepan Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Daerah.
Gencarkan Promosi, Kementrian Pariwisata Turut Sukseskan Event Bakar Tongkang
Sempena HUT Bhayangkara ke-80, SMSI Riau: Polri Harus Semakin Profesional dan Humanis
Rapat Pansus Daerah Kepulauan, Hendry Munief Soroti Pesisir Riau, Dorong Anggaran Afirmatif
Tak Hanya Suap Jabatan, Bupati Kuansing juga Diduga Terlibat Kasus Pelepasan Kawasan Hutan
komentar
beritaTerbaru