Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
JAKARTA - PT Pertamina (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor minyak dan gas bumi (migas), mencatatkan kerugian sebesar US$ 767,92 juta atau sekitar Rp 11,33 triliun (asumsi kurs Rp 14.766/ US$) pada semester I 2020, turun dibandingkan pencapaian laba bersih sebesar US$ 659,96 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Hal ini pun turut ditanggapi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif. Arifin menuturkan kerugian ini merupakan dampak dari terjadinya pandemi Covid-19 yang dirasakan berbagai perusahaan, termasuk Pertamina. Untuk itu, menurutnya, pihaknya bisa memaklumi mengapa Pertamina membukukan kerugian pada semester I 2020 ini.
"Secara general, kita bisa memaklumi karena semua perusahaan terdampak (Covid-19)," tutur Arifin kepada anggota Komisi VII DPR RI pada Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rabu (26/08/2020).
Baca Juga:
Arifin menuturkan pandemi Covid-19 telah menyebabkan penurunan permintaan bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, pelemahan kurs juga turut menyumbang kerugian perseroan pada paruh pertama tahun ini.
"Walaupun harga minyak tidak turun, pada batasan sekarang ini, konsumsi tidak kembali seperti semula," tuturnya.
Baca Juga:
Tanggapan Menteri ESDM itu dikarenakan adanya pertanyaan dari anggota Komisi VII DPR asal Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Ratna Juwita. Ratna mempertanyakan mengapa Pertamina mencapai kerugian Rp 11,3 triliun pada semester I 2020 ini.
Ketika mendengar jawaban Arifin itu, Ratna pun menegaskan apa artinya Menteri ESDM memaklumi kerugian Pertamina ini.
"Dari pemaparan Bapak, secara sederhana dalam hal ini memaklumi kerugian Pertamina, begitu?" tanyanya.
Pada semester I-2020 total penjualan Pertamina drop 19,84% menjadi US$ 20,48 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat US$ 25,55 miliar.
Nilai penjualan dalam enam bulan pertama tahun ini setara dengan Rp 302,41 triliun.
Sementara itu, total beban pokok penjualan dan beban langsung turun 14,15% menjadi US$ 18,87 miliar. Tahun lalu, jumlah pos ini tercatat sebesar US$ 21,98 miliar.
Fajriyah Usman, VP Corporate Communication Pertamina, mengatakan adanya triple shock berupa penurunan penjualan BBM yang signifikan, turunnya harga minyak mentah dunia serta terdepresiasinya rupiah sehingga terjadi kerugian selisih kurs menjadi penyebab utama kerugian perseroan pada semester I 2020 ini.
(CNBCIndonesia.com)
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
kabarmelayu.comKUANSING Puluhan tahun menunggu kepastian, kesabaran Kelompok Tani Kelompok Tani SKB akhirnya memuncak Rabu (29/4/2026). Me
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, H Zufra Irwan SE, MM, SpAp mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau,
Pemerintahan
kabarmelayu.comROHIL Warga binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berinisial SN alias KN menjadi sorotan di kalangan masyarakat Rokan Hilir.
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musr
Parlemen
kabarmelayu.comINHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, akan membangun pasar induk Jalan yos sudarso yang megah, seluruh pedagang
Pemerintahan
kabarmelayu.comPEKANBARU Dua atlet petinju Pekanbaru berhasil menyabet dua medali emas pada event Kejuaraan Tinju Amatir Terbuka Piala Da
Sport
RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal
Kesehatan
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasinal Rencana Kerja Pemerintah D
Parlemen
Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih
TNI/Polri