Rabu, 29 April 2026 WIB

Bikin Kaget! 'Harta Karun' RI Ini Bikin Neraca Dagang Moncer

Harijal - Rabu, 18 Agustus 2021 16:42 WIB
Bikin Kaget! 'Harta Karun' RI Ini Bikin Neraca Dagang Moncer
Foto: REUTERS/Fabian Bimmer

JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengungkapkan, neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2021 mencapai US$ 2,59 miliar. Salah satu diantaranya karena disebabkan harga komoditas yang naik.

Secara rinci, Margo mengungkapkan harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) di pasar dunia naik dari US$ 70,23 per barel pada Juni 2021 menjadi US$ 72,17 per barel pada Juli 2021.

"Kalau dihitung secara month to month (bulanan), harga ICP di pasar dunia meningkat 2,76% dan secara year on year (tahunan) meningkat cukup tajam 77,58%," jelas Margo dalam konferensi pers virtual, Rabu (18/8/2021) mengutip CNBCIndonesia.com.

Baca Juga:

Kemudian, dari sisi komoditas nonmigas, yang mengalami peningkatan cukup besar pada Juli 2021 dibandingkan Juni 2021 diantaranya batubara, minyak kelapa sawit, dan timah.

Baca: Top! 15 Bulan Beruntun RI Tak Lagi 'Tekor' Berdagang

Baca Juga:

Batubara secara bulanan naik 16,93%, sedangkan tahunan meningkat signifikan yakni 194,74%. Adapun kelapa sawit secara bulanan naik 4,74% dan secara tahunan 52,33%. Sedangkan harga timah meningkat besar, secara bulanan meningkat 4,67% dan secara tahunan meningkat 94,74%.

Kendati demikian, kata Margo ada juga beberapa komoditas nonmigas yang mengalami penurunan harga secara bulanan, diantaranya minyak kernel, secara bulanan turun 9,28% dan secara tahunan meningkat 85,76%.

Sementara untuk komoditas karet turun secara bulanan sebesar 12,01% dan secara tahunan masih meningkat 25,83%. Demikian juga dengan tembaga, yang secara bulanan turun 1,88% dan secara tahunan meningkat 84,31%.

"Berbagai perkembangan harga komoditas internasional tadi berpengaruh terhadap ekspor-impor (neraca perdagangan) kita," jelas Margo.

Adanya peningkatan harga komoditas tersebut, membuat neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2021 mencapai US$ 2,59 miliar. Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan surplus pada Juni 2021 yang sebesar US$ 1,32 miliar.

Margo mengatakan surplus terjadi karena nilai ekspor mencapai US$17,70 miliar pada Juli 2021. Sementara nilai impor lebih kecil jika dibandingkan ekspor, yakni US$15,11 miliar. (sumber: CNBCIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting
Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru
Dua Petinju Pekanbaru Sabet Medali Emas Kejuaraan Danlanud Bangka Belitung ‎
RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal
Musrenbang RKPD Riau 2027, DPRD: Tahun Depan Kembali Normal
Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih
komentar
beritaTerbaru