Polresta Pekanbaru Bersama Tokoh Masyarakat Deklarasi Bersama Wujudkan Lingkungan Bersih Narkoba
Polresta Pekanbaru Bersama Tokoh Masyarakat Deklarasi Bersama Wujudkan Lingkungan Bersih Narkoba
Hukrim
BLITAR - Kenaikan harga cabai yang terjadi sepekan ini menyebabkan pelaku usaha makanan mengalami kerugian. Salah satunya pengusaha sambel pecel di Blitar, Jawa Timur.
Supriyati, seorang produsen sambel pecel asal Desa Gleduk, Kecamatan Sanan Kulon, Kabupaten Blitar, mengatakan, akibat harga cabai yang mencapai Rp 100.000 per kilogram, ia terpaksa memangkas konsumsi cabai.
"Biasanya butuh 11 kilogram, tapi karena harga cabai mahal saya kurangi dua kilogram," kata Supriyati seperti dikutip Antara, Minggu (8/1/2017).
Baca Juga:
Tidak hanya itu, ia pun harus mengeluarkan biaya ekstra akibat harga cabai yang melejit tersebut. Ini dilakukan karena cabai merupakan salah satu bahan utama dalam pembuatan sambel pecel.
Selain sambel pecel, bahan lain yang digunakan adalah kacang, daun jeruk purut, bawang puting, gula, dan bahan lain. Ketika harga cabai naik, maka produsen sambel pecel akan merasakan dampaknya.
Baca Juga:
Dalam sekali produksi, ia bisa mengeluarkan tambahan biaya hingga Rp 500.000, salah satunya karena tingginya harga cabai dan tidak berimbang dengan harga sambel pecel.
Supriyati mengaku tidak berani mengurangi takaran bumbu sebab khawatir para pelanggannya akan berkurang. Walaupun harga mahal, ia hanya bisa berharap usahanya tetap berjalan baik.
"Saya hanya mempertahankan konsumen agar tidak lari. Jika tidak dilayani, langganan akan lari," katanya.
Supriyati menjual sambel pecel dengan harga Rp 35.000 per kilogram. Pelanggannya tidak hanya dari sekitar Blitar, tetapi juga mencapai sejumlah kota di Jatim.
Dalam menjalankan usahanya, Supriyati dibantu sejumlah tetangganya. Mereka membantu memilih bumbu, mengangin-anginkannya agar kandungan air berkurang, membantu menggiling sambel pecel, serta mengemasnya.
Supriyati berharap harga cabai bisa secepatnya stabil sehingga pengusaha kecil seperti dirinya tidak menderita kerugian terlalu besar. (gonews.com)
Polresta Pekanbaru Bersama Tokoh Masyarakat Deklarasi Bersama Wujudkan Lingkungan Bersih Narkoba
Hukrim
Gerebek Sarang Narkoba di Pekanbaru, Kasat Noki Incar Sabu, Senpi dan Senjata Tajam
Hukrim
kabarmelayu.com,INHIL Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Indragiri Hilir, Hj. Katerina Susanti Herman, S.K.M., S.Kep., M.Kes., menghadiri k
Sosial
kabarmelayu.com,JAKARTA Ketua Badan Kerja Sama AntarParlemen (BKSAP) DPR RI, Dr. H. Syahrul Aidi Ma&039azat, Lc., MA, menyatakan duku
Parlemen
kabarmelayu.com,KUANSING Satuan Reserse Narkoba Polres Kuantan Singingi (Kuansing), menggagalkan dugaan peredaran narkotika jenis ganja ke
Hukrim
kabarmelayu.com, PEKANBARU Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis terus berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan men
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera, Sabtu pagi (24/10/2026) masih berada di angka tiga ribuan. Updat
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Babinsa Koramil 06 Siak Hulu Kodim 0313/KPR melakukan sosialisasi Penerimaan Prajurit TNI AD (Angkatan Darat. Babin
TNI/Polri
kabarmelayu.com,BOGOR Kasus dugaan penganiayaan berat berencana yang menimpa seorang warga bernama Ma&039mun bin Mar&039i di Kampung N
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Zulfadri terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tuah Negeri, K
Sosial