Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
JAKARTA - Selama ini pemerintah dianggap tidak mampu menjaga stabilitas Rupiah. Hal itu dibuktikan dengan dalam APBN yang di mana pemerintah selalu menetapkan Rupiah pada level misalnya Rp12.500, pada kenyataannya Rupiah di pasar justru bergerak dalam level Rp12.700.
Pengamat pasar uang, Farial Anwar, menilai target pemerintah yang selalu meleset tersebut menjadi hambatan. Dia menilai, hal itu menjadi inkonsistensi pemerintah dalam mencapai target.
"Pemerintah tidak bisa menjaga stabilitas dan nilainya. Stabilitas selama satu tahun dalam level terbatas. APBN tetapkan Rupiah di level Rp12.500 pasar bergerak Rp12.700. Target tidak pernah tercapai tuh. Sangat memprihatinkan," jelas dia kepada Okezone.
Baca Juga:
Oleh sebab itu, dia menyarankan agar pemerintah dalam membuat anggaran harus betul dan tepat. "Kalau enggak bisa buat anggaran baik itu Rp13 ribu lalu direvisi Rp14 ribu, ya berantakan semua," tegas dia.
Dia melanjutkan, dengan adanya ketidakstabilan Rupiah, juga membuat masyarakat sengsara. Faktanya, di saat harga minyak dunia sedang turun tajam hingga mencapai USD50 per barel, masyarakat Indonesia tidak bisa turut merasakan turunnya harga BBM di dalam negeri.
Baca Juga:
"Negara lain menikmati harga BBM di dalam negerinya. Indonesia enggak bisa turunkan Premium dengan alasan dolar mahal. Intinya, kita enggak bisa menikmati apa yang terjadi penurunan di dunia komoditi. Masyarakat enggak bisa nikmati," tuturnya.
Farial berharap tahun depan, pemerintah dalam hal ini terutama BI mampu menjaga stabilitas Rupiah, sehingga pada akhirnya akan mampu membuat masyarakat cinta terhadap mata uang negerinya sendiri.
"Tahun 2016 nanti, di hari uang ini supaya ke depan bisa lebih jaga mata uang kita sehingga bisa muncul percaya dan cinta mata uang sendiri," tukasnya.
(mrt/okezone)
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
kabarmelayu.comKUANSING Puluhan tahun menunggu kepastian, kesabaran Kelompok Tani Kelompok Tani SKB akhirnya memuncak Rabu (29/4/2026). Me
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, H Zufra Irwan SE, MM, SpAp mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau,
Pemerintahan
kabarmelayu.comROHIL Warga binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berinisial SN alias KN menjadi sorotan di kalangan masyarakat Rokan Hilir.
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musr
Parlemen
kabarmelayu.comINHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, akan membangun pasar induk Jalan yos sudarso yang megah, seluruh pedagang
Pemerintahan
kabarmelayu.comPEKANBARU Dua atlet petinju Pekanbaru berhasil menyabet dua medali emas pada event Kejuaraan Tinju Amatir Terbuka Piala Da
Sport
RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal
Kesehatan
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasinal Rencana Kerja Pemerintah D
Parlemen
Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih
TNI/Polri