Sabtu, 02 Mei 2026 WIB

Hari Oeang, Saatnya Pemerintah Tetapkan Target Realistis

Harijal - Minggu, 01 November 2015 00:42 WIB
Hari Oeang, Saatnya Pemerintah Tetapkan Target Realistis
reuters
ilustrasi rupiah

JAKARTA - Selama ini pemerintah dianggap tidak mampu menjaga stabilitas Rupiah. Hal itu dibuktikan dengan dalam APBN yang di mana pemerintah selalu menetapkan Rupiah pada level misalnya Rp12.500, pada kenyataannya Rupiah di pasar justru bergerak dalam level Rp12.700.

Pengamat pasar uang, Farial Anwar, menilai target pemerintah yang selalu meleset tersebut menjadi hambatan. Dia menilai, hal itu menjadi inkonsistensi pemerintah dalam mencapai target.

"Pemerintah tidak bisa menjaga stabilitas dan nilainya. Stabilitas selama satu tahun dalam level terbatas. APBN tetapkan Rupiah di level Rp12.500 pasar bergerak Rp12.700. Target tidak pernah tercapai tuh. Sangat memprihatinkan," jelas dia kepada Okezone.

Baca Juga:

Oleh sebab itu, dia menyarankan agar pemerintah dalam membuat anggaran harus betul dan tepat. "Kalau enggak bisa buat anggaran baik itu Rp13 ribu lalu direvisi Rp14 ribu, ya berantakan semua," tegas dia.

Dia melanjutkan, dengan adanya ketidakstabilan Rupiah, juga membuat masyarakat sengsara. Faktanya, di saat harga minyak dunia sedang turun tajam hingga mencapai USD50 per barel, masyarakat Indonesia tidak bisa turut merasakan turunnya harga BBM di dalam negeri.

Baca Juga:

"Negara lain menikmati harga BBM di dalam negerinya. Indonesia enggak bisa turunkan Premium dengan alasan dolar mahal. Intinya, kita enggak bisa menikmati apa yang terjadi penurunan di dunia komoditi. Masyarakat enggak bisa nikmati," tuturnya.

Farial berharap tahun depan, pemerintah dalam hal ini terutama BI mampu menjaga stabilitas Rupiah, sehingga pada akhirnya akan mampu membuat masyarakat cinta terhadap mata uang negerinya sendiri.

"Tahun 2016 nanti, di hari uang ini supaya ke depan bisa lebih jaga mata uang kita sehingga bisa muncul percaya dan cinta mata uang sendiri," tukasnya.


(mrt/okezone)

SHARE:
beritaTerkait
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan
Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras
Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan
Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting
Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru
komentar
beritaTerbaru