PPPK Pemprov Riau Kini Bebas Pemotongan Zakat Profesi
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, baik kategor
Pemerintahan
JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyatakan, Indonesia harus bisa bergerak meninggalkan perekonomian berbasis komoditas mentah. Menurutnya, masa-masa komoditas mentah sebagai andalan perekonomian sudah melewati masa keemasan.
Menurut Jokowi, komoditas mentah Indonesia bisa dikemas sedemikian rupa untuk menyesuaikan diri dengan tren ekonomi saat ini yang menekankan pada gaya hidup. Ia menilai, semakin banyak jumlah penduduk kelas menengah, maka permintaan akan kebutuhan gaya hidup semakin meningkat.
Dalam hal ini, ia mencontohkan dua komoditas yang bisa menyesuaikan diri dengan pola gaya hidup masyarakat kelas menengah, yakni kopi dan kakao. Menurutnya, saat ini permintaan dua komoditas itu terbilang sangat tinggi, seiring gaya hidup masyarakat yang doyan mengonsumsi kopi dan cokelat.
Baca Juga:
“Lifetsyle industry ini (harus ditopang) lifestyle commodity. Kopi kita punya, kakao punya. Pertumbuhan demand kakao ini tinggi sekali. Sementara pertumbuhan permintaan kopi per tahun 20 persen,” jelas Jokowi, Selasa (3/10).
Maka dari itu, ia ingin agar Indonesia bisa memanfaatkan momen tersebut dengan menambah produksi kopi dan kakao.
Baca Juga:
Saat ini, lanjut Jokowi, produksi kopi tercatat di posisi keempat dunia dengan rata-rata produksi 800 ribu ton per tahun. Ia berharap, posisi Indonesia bisa melesat menjadi nomor satu mengalahkan Brazil yang punya produksi 2,8 juta ton.
Apalagi menurutnya, Indonesia masih punya lahan yang luas untuk ditanami kopi. Bahkan, ia sempat berkelakar kepada Franky Oesman Widjaja selaku petinggi Grup Sinarmas untuk setop menanam kelapa sawit dan mulai menanam kopi dan kakao.
“Sekarang kita di posisi nomor empat, tidak sulit ke nomor satu karena lahan kita masih banyak. Pak Franky, jangan ditanami sawit terus. Ada kakao, kopi, dan lada,” jelasnya.
Namun, selain produksi komoditas, Indonesia juga perlu bersiap dalam pengelolaan kualitas kopi. Dalam hal ini, Jokowi menyoroti minimnya pelatihan barista dan peremajaan produk kopi itu sendiri.
“Sekolah mengenai kopi tidak ada, pasca panen tidak ada, yang mendidik barista tidak ada. Padahal kopi ini potensinya besar,” terangnya.
Menurut data Kementerian Pertanian, produksi kopi di tahun 2016 tercatat di angka 639,3 ribu ton atau turun tipis dibanding 2015 sebesar 639,4 ribu ton. Sementara itu, produksi kakao tahun lalu tercatat 656,81 ribu ton atau naik 10,69 persen dibanding tahun sebelumnya 593,33 ribu ton.
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, baik kategor
Pemerintahan
Syukuran Hari Bhayangkara ke80, Sekda Siak Polri Garda Terdepan Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Daerah.
Pemerintahan
kabarmelayu.com,ROHIL Even Bakar Tongkang kembali sukses digelar, Rabu (1/7/2026). Ribuan turis domestik hingga mancanegara berkumpul di k
Wisata
kabarmelayu.com,PEKANBARU Peringatan Hari Bhayangkara ke80 yang jatuh pada Rabu (01/07/2026) menjadi momentum untuk memperkuat profesiona
Hukrim
kabarmelayu.com, JAKARTA Anggota Fraksi PKS DPR RI Dapil Riau 1, Hendry Munief MBA ditunjuk sebagai anggota Pansus RUU Daerah Kepulauan. P
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Bupati Kuansing Suhardiman Amby dan Sekdakab Zulkarnain serta seorang pihak swasta, saat ini telah berstatus ter
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus suap jabatan di lingku
Hukrim
Semangat HUT Bhayangkara Ke 80, Polresta Pekanbaru Perkuat Komitmen Pelayanan Terbaik Masyarakat
TNI/Polri
Polisi Ringkus Empat Tersangka Penyalahgunaan Narkoba di Tambang
Hukrim
Menjaga Ketahanan Pangan di Ujung Musim, Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Hadir Mengawal Petani Hingga Panen
Lingkungan