Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
kabarmelayu.com,PEKANBARU Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, MBA, menerima silaturahmi pengurus Himpunan Siompu Kampar Provinsi Ria
Parlemen
JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyatakan, Indonesia harus bisa bergerak meninggalkan perekonomian berbasis komoditas mentah. Menurutnya, masa-masa komoditas mentah sebagai andalan perekonomian sudah melewati masa keemasan.
Menurut Jokowi, komoditas mentah Indonesia bisa dikemas sedemikian rupa untuk menyesuaikan diri dengan tren ekonomi saat ini yang menekankan pada gaya hidup. Ia menilai, semakin banyak jumlah penduduk kelas menengah, maka permintaan akan kebutuhan gaya hidup semakin meningkat.
Dalam hal ini, ia mencontohkan dua komoditas yang bisa menyesuaikan diri dengan pola gaya hidup masyarakat kelas menengah, yakni kopi dan kakao. Menurutnya, saat ini permintaan dua komoditas itu terbilang sangat tinggi, seiring gaya hidup masyarakat yang doyan mengonsumsi kopi dan cokelat.
Baca Juga:
“Lifetsyle industry ini (harus ditopang) lifestyle commodity. Kopi kita punya, kakao punya. Pertumbuhan demand kakao ini tinggi sekali. Sementara pertumbuhan permintaan kopi per tahun 20 persen,” jelas Jokowi, Selasa (3/10).
Maka dari itu, ia ingin agar Indonesia bisa memanfaatkan momen tersebut dengan menambah produksi kopi dan kakao.
Baca Juga:
Saat ini, lanjut Jokowi, produksi kopi tercatat di posisi keempat dunia dengan rata-rata produksi 800 ribu ton per tahun. Ia berharap, posisi Indonesia bisa melesat menjadi nomor satu mengalahkan Brazil yang punya produksi 2,8 juta ton.
Apalagi menurutnya, Indonesia masih punya lahan yang luas untuk ditanami kopi. Bahkan, ia sempat berkelakar kepada Franky Oesman Widjaja selaku petinggi Grup Sinarmas untuk setop menanam kelapa sawit dan mulai menanam kopi dan kakao.
“Sekarang kita di posisi nomor empat, tidak sulit ke nomor satu karena lahan kita masih banyak. Pak Franky, jangan ditanami sawit terus. Ada kakao, kopi, dan lada,” jelasnya.
Namun, selain produksi komoditas, Indonesia juga perlu bersiap dalam pengelolaan kualitas kopi. Dalam hal ini, Jokowi menyoroti minimnya pelatihan barista dan peremajaan produk kopi itu sendiri.
“Sekolah mengenai kopi tidak ada, pasca panen tidak ada, yang mendidik barista tidak ada. Padahal kopi ini potensinya besar,” terangnya.
Menurut data Kementerian Pertanian, produksi kopi di tahun 2016 tercatat di angka 639,3 ribu ton atau turun tipis dibanding 2015 sebesar 639,4 ribu ton. Sementara itu, produksi kakao tahun lalu tercatat 656,81 ribu ton atau naik 10,69 persen dibanding tahun sebelumnya 593,33 ribu ton.
kabarmelayu.com,PEKANBARU Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, MBA, menerima silaturahmi pengurus Himpunan Siompu Kampar Provinsi Ria
Parlemen
kabarmelayu.com,JAKARTA Dunia hukum di tanah air dikejutkan oleh langkah kontroversial dari Kantor Hukum Kamal Sugandi & Partners yang sec
Hukrim
kabarmelayu.com,JAKARTA Advokat Dolfie Rompas, S.H., M.H., berharap Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal memberikan klarifikasi secara terb
Politik
kabarmelayu.com,PEKANBARU Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Riau Ayat Cahyadi mendesak Badan Pembentukan Peratura
Parlemen
kabarmelayu.com,KAMPAR Seorang pria berinisial AL di Desa Intan Jaya, kawasan Sinamanenek, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, diaman
Peristiwa
Warga Kota Pekanbaru malam ini merasakan udara segar setelah Kota Bertuah diguyur hujan sejak sore Sabtu (24/10/
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Di balik keberanian petugas pemadam kebakaran menerobos kobaran api demi menyelamatkan nyawa manusia, ada sosok
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU PSPS Pekanbaru taklukkan Persikad Depok dengan akor 32 pada pekan ketujuh Pegadaian Championship 2026/2027 Grup
Sport
Polresta Pekanbaru Bersama Tokoh Masyarakat Deklarasi Bersama Wujudkan Lingkungan Bersih Narkoba
Hukrim
Gerebek Sarang Narkoba di Pekanbaru, Kasat Noki Incar Sabu, Senpi dan Senjata Tajam
Hukrim