Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
JAKARTA - Rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) Jepang memang tidak bisa dibandingkan dengan Indonesia. Rasio utang negeri sakura mencapai 250% PDB, Indonesia hanya 30% dari PDB.
Hal tersebut kerap kali dikemukakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam berbagai kesempatan, termasuk saat sejumlah pihak mengkritisi posisi dan pengelolaan utang pemerintah.
Namun, Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri menilai membandingkan utang Indonesia dengan negara lain, bahkan yang sangat kaya sekalipun tidak cukup hanya menggunakan indikator tersebut.
Baca Juga:
"Sekalipun nisbah utang pemerintah Jepang delapan kali lipat lebih tinggi dari Indonesia, harus diingat bahwa Jepang bukan sekedar berutang," kata Faisal, dikutip CNBC Indonesia melalui blog pribadinya, Selasa (29/1/2019).
"Tetapi juga memberikan utang kepada negara lain termasuk kepada Amerika Serikat dalam bentuk surat utang yang dibeli Jepang dan kepada Indonesia dalam bentuk pinjaman, maupun surat utang yang dikeluarkan pemerintah Indonesia," katanya.
Baca Juga:
Menurut Faisal, Jepang merupakan pemegang surat utang pemerintah negeri Paman Sam terbesar kedua setelah China. Sementara Indonesia, bisa dikatakan sebagai debitur murni.
Selain itu, dia mengingatkan bahwa suku bunga surat utang yang dikeluarkan pemerintah Jepang cukup rendah. Imbal hasil yang ditawarkan dengan tenor 10 tahun tercatat menjadi salah satu yang terendah di dunia.
"Ditambah lagi, hampir seluruh surat utangnya hampir 90% dibeli oleh rakyatnya sendiri. Sehingga dana pembayaran bunga tetap bereda di dalam negeri," kata Faisal.
"Dengan demikian, beban utang tidak besar dampaknya terhadap stabilitas makro ekonomi Jepang," jelasnya.
Sebaliknya, sambung dia, surat utang pemerintah Indonesia dalam denominasi rupiah yang dipegang investor asing relatif besar, bahkan terbesar di antara negara berkembang.
"Mengakibatkan perekonomian Indonesia sangat rentan terhadap gejolak eksternal. Yield surat utang Indonesia bertenor 10 tahun pun tergolong tinggi, yaitu 8% per 25 Januari 2019," tegasnya.
(cnbcindonesia.com)
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
kabarmelayu.comKUANSING Puluhan tahun menunggu kepastian, kesabaran Kelompok Tani Kelompok Tani SKB akhirnya memuncak Rabu (29/4/2026). Me
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, H Zufra Irwan SE, MM, SpAp mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau,
Pemerintahan
kabarmelayu.comROHIL Warga binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berinisial SN alias KN menjadi sorotan di kalangan masyarakat Rokan Hilir.
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musr
Parlemen
kabarmelayu.comINHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, akan membangun pasar induk Jalan yos sudarso yang megah, seluruh pedagang
Pemerintahan
kabarmelayu.comPEKANBARU Dua atlet petinju Pekanbaru berhasil menyabet dua medali emas pada event Kejuaraan Tinju Amatir Terbuka Piala Da
Sport
RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal
Kesehatan
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasinal Rencana Kerja Pemerintah D
Parlemen
Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih
TNI/Polri