Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
PEKANBARU, kabarmelayu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat, dibanding inflasi secara nasional yang hanya 0,44%, Riau mengalami peningkatan inflasi di bulan April sebesar 0,53 persen. Meski demikian secara tahunan inflasi di Riau tergolong rendah yakni hanya 1,64%.
Demikian disampaikan Kabid Statistik Distribusi BPS Provinsi Riau, Agus Nuwibowo didampingi Kabag TU, Tri Wahyu Joko Pratomo didepan puluhan wartawan di kantor BPS Riau Jalan Pattimura, Kamis (2/5/19).
"Bahan makanan memberikan andil besar terhadap inflasi. Di Riau cabe menyumbang inflasi sebesar 0,13% dan bawang merah 0,12%. Sedangkan untuk komoditi beras selama April mengalami deflasi sebesar 0,07%," ujarnya.
Baca Juga:
Agus menjelaskan, ada 5 kolompok pengeluaran yang mengalami inflasi, dan 2 kelompok mengalami deflasi. Penyumbang inflasi terbesar untuk April 2019 masih kelompok bahan makanan dengan angka inflasi sebesar 1,82%.
Kelompok lain, yakni makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau andil inflasinya sebesar 0,05%. Lalu kelompok kesehatan inflasi 1,63%, pendidikan, rekreasi dan olahraga inflasi 0,04%, transpor, komunikasi dan jas keuangan di Riau juga mengalami inflasi 0,28%.
Baca Juga:
"Sedangkan untuk kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sepanjang April 2019 mengalami deflasi sebesar 0,18% dan sandang juga mengalami deflasi 0,005%. Ini inflasi tertinggi sepanjang 2019, menjelang puasa dan lebaran. Kemungkinan harga-harga akan naik awal Juni. Tapi kalau dilihat year on year (yoy), inflasi secara umum masih terkendali," ujar Agus.
Ia mengatakan, 3 kota di Provinsi Riau yang masuk dalam hitungan inflasi yakni, Kota Pekanbaru sebesar 0,51% dengan inflasi tahun kalender 0,17% inflasi tahunan 1,60%.
Kemudian Kota Dumai sebesar 0,35% dengan inflasi tahun kalender 0,07% dan inflasi tahunan 1,60%. Lalu untuk Kota Tembilahan juga mengalami inflasi sebesar 1,06%, dengan inflasi tahun kalender 1,27% dan inflasi tahunan 2,01%.
Sementara nilai ekspor Riau yang meliputi lemak, kertas minyak, kertas, karton dan bubur kertas mengalami kenaikan dibanding Februari sebesar 4,34 persen atau senilai 967,63 juta US Dollar. Pangsa ekspor Riau masih didominasi Tiongkok dan India.
Sedangkan impor trendnya mengalami penurunan dibanding Februari yakni 3,27 persen atau senilai Rp 98,08 juta Dollar US. (fin)
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
kabarmelayu.comKUANSING Puluhan tahun menunggu kepastian, kesabaran Kelompok Tani Kelompok Tani SKB akhirnya memuncak Rabu (29/4/2026). Me
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, H Zufra Irwan SE, MM, SpAp mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau,
Pemerintahan
kabarmelayu.comROHIL Warga binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berinisial SN alias KN menjadi sorotan di kalangan masyarakat Rokan Hilir.
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musr
Parlemen
kabarmelayu.comINHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, akan membangun pasar induk Jalan yos sudarso yang megah, seluruh pedagang
Pemerintahan
kabarmelayu.comPEKANBARU Dua atlet petinju Pekanbaru berhasil menyabet dua medali emas pada event Kejuaraan Tinju Amatir Terbuka Piala Da
Sport
RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal
Kesehatan
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasinal Rencana Kerja Pemerintah D
Parlemen
Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih
TNI/Polri