Kualitas Udara di Pekanbaru Tak Sehat, Kurangi Aktivitas Luar Rumah, Gunakan Masker
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kualitas udara di Kota Pekanbaru memburuk dan dalam kualitas tidak sehat. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan
Lingkungan
JAKARTA - Industri otomotif mulai menempuh langkah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai bagian dari strategi pengembangan mobil listrik. Daimler, produsen mobil asal Jerman bermerek Mercedes-Benz, akan mem-PHK terhadap 10.000 karyawan mereka.
Daimler mengatakan perlu mengurangi biaya kepegawaian demi beralih mengembangkan industri mobil listrik. Transformasi otomotif ke mobil listrik akan memicu gelombang investasi baru dalam mobil listrik, namun sebelum itu terjadi industri otomotif harus meningkatkan daya saing dan inovasinya.
"Industri otomotif sedang mengalami transformasi terbesar dalam sejarahnya. Kami ingin meningkatkan daya saing, inovasi, dan kekuatan investasi," imbuh Daimler seperti dilansir CNN.com, Senin (2/12).
Baca Juga:
Kepala Personel Daimler (DDAIF) Wilfriend Porth mengakui pengurangan pekerjaan paling sedikit berdampak kepada puluhan ribu orang. Untuk posisi manajemen, PHK setidaknya mengurangi jumlah karyawan hingga 10 persen.
Daimler menjelaskan saat ini perusahaan mempekerjakan sekitar 300 ribu karyawan. Di antaranya 60 persen karyawan bermarkas di Jerman.
Baca Juga:
"Perubahan (PHK) akan menghemat hingga 1,4 miliar euro (US$1,5 miliar) pada akhir 2022 mendatang," terang Porth.
Pelaku industri otomotif tradisional di seluruh dunia tengah beradaptasi dengan bisnis model mereka dari mesin yang mengandalkan bensin dan diesel menjadi mobil listrik.
Namun, peralihan tersebut berakibat pada pengurangan jumlah tenaga kerja, karena produksi mobil listrik membutuhkan lebih sedikit pekerja. Di sisi lain, biaya investasi yang dibutuhkan tidak sedikit.
Sebelumnya, Audi yang dimiliki oleh Volkswagen (VLKAF) menyebut akan melakukan PHK terhadap 9.500 karyawan hingga 2025 mendatang. Jumlah itu tercatat sebanyak 10 persen dari total tenaga kerjanya di seluruh dunia.
PHK yang dilakukan Audi diperkirakan menghemat sekitar 6 miliar euro atau US$6,6 miliar selama 10 tahun. Kendati begitu, produsen mobil premium tersebut akan menciptakan 2.000 pekerjaan baru yang fokus pada mobil listrik.
Ford, produsen mobil asal Amerika Serikat (AS), sebelumnya mengungkap merumahkan ribuan karyawan mereka pada Mei 2019. Sebulan kemudian, sebanyak 12 ribu karyawan di-PHK.
Kemudian, Nissan juga mengumumkan melakukan PHK terhadap 12.500 karyawan mereka. PHK terjadi di tengah penurunan penjualan mobil akibat perlambatan ekonomi.
Fitch Ratings memproyeksi bahwa penjualan mobil di dunia turun 3,1 juta unit pada tahun ini. Angka penurunan ini jauh lebih tajam ketimbang 2008 lalu ketika krisis menghantam.
Bisnis otomotif memang tertekan, terutama di Inggris dan India, di mana perlambatan ekonomi telah mengurangi permintaan pasar untuk mobil baru. Di Inggris, jumlah kendaraan yang diproduksi turun selama 16-17 bulan terakhir dampak ketidakpastian Brexit.
(cnnindonesia.com)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kualitas udara di Kota Pekanbaru memburuk dan dalam kualitas tidak sehat. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Cuaca di Provinsi Riau pada Selasa (25/8/2026) diprakirakan cukup dinamis. Hujan ringan hingga sedang berpotensi
Lingkungan
kabarmelayu.com,KUANSING Festival Pacu Jalur (FPJ) dalam rangkaian Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 resmi ditutup. Penutupan berlangsung
Budaya
Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumatera Selatan
TNI/Polri
KemnakerJICA Perkuat Kualitas dan Pelindungan Tenaga Kerja Indonesia ke Jepang
TNI/Polri
Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Article
Kapolres Pelalawan Pimpin Anev Penanggulangan Bencana Karhutla di Kerumutan
Lingkungan
Tak Kunjung Diperbaiki, Warga KeluhkanbJalan Poros Dusun 4 Portal Kecamatan XIII Koto Kampar yang Rusak Parah
Peristiwa
Berjibaku Melawan Karhutla di Kerumutan, Tim Gabungan Bangun Embung, Penyekatan dan Water Bombing
Lingkungan
kabarmelayu.com,ROHIL Jajaran Pendiri, Pengurus, dan Pengawas Sah Koperasi Produsen Juang Makmur Bersama (JMB) melakukan klarifikasi dan
Peristiwa