Selasa, 25 Agustus 2026 WIB

Petani Karet `Menangis`: Harga Jeblok, Serapan Pabrik Rendah

Harijal - Senin, 20 Januari 2020 15:56 WIB
Petani Karet `Menangis`: Harga Jeblok, Serapan Pabrik Rendah
Foto: Reuters

JAKARTA - Petani karet di dalam negeri mengeluh soal anjloknya harga karet. Di sisi lain serapan bahan baku karet untuk industri masih minim. Dari total produksi karet sebanyak 3,55 juta ton di tahun 2019 lalu, serapan dalam negeri hanya mencapai sekitar 600 ribu ton. Selain itu, petani karet sempat dihadapkan dengan persoalan hama jamur.

Harga karet hanya US$ 1,4/Kg atau anjlok dari tahun-tahun sebelumnya. Padahal, berdasarkan catatan Kadin, harga karet pada 2011 mencapai US$ 5/Kg.

Ketua Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) Azis Pane menyebutkan petani banyak yang patah semangat untuk melanjutkan profesinya karena jatuhnya harga karet. Padahal negara Asia Tenggara lain justru meningkatkan produksinya.

Baca Juga:

"Pesimistisnya petani, ganti pohon karet ke kelapa sawit. Takutnya nanti karet alam di Indonesia goodbye (hilang). Sedangkan Laos, Vietnam, Kamboja kembangkan karet. Suatu kali kita akan impor karet (jika terus seperti ini)," sebut Azis di Menara Kadin, Senin (20/1/2020).

Di sisi lain, pohon karet yang dimiliki petani dari hari ke hari kerap mendapati penyakit. Petani yang hanya mendapat margin keuntungan sedikit dari penjualan karetnya tidak bisa untuk merawat pohon miliknya.

Baca Juga:

"Ditambah pohon yang semakin tua," sebut Azis.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Johnny Darmawan juga menilai peningkatan serapan terhadap karet perlu ditingkatkan. Karena dengan hanya serapan 600 ribu, yang dimana 450 ribuan berasal dari industri ban terbilang sudah maksimal.

"Harus ada upaya lain untuk meningkatkan ketahanan para petani melalui pemanfaatan karet dan biji karet sebagai bahan baku nabati selain kelapa sawit," sebut Johnny.

(cnbcindonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Rusak Hutan Mangrove, Penghulu Teluk Piyai Jadi Tersangka
Prabowo Hadir di Riau, Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Riau kecewa
Kualitas Udara di Pekanbaru Tak Sehat, Kurangi Aktivitas Luar Rumah, Gunakan Masker
447 Hotspot Terpantau, Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Riau
Tumbangkan Juara Bertahan, Alam Cahyo Juara Pacu Jalur 2026
Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumatera Selatan
komentar
beritaTerbaru