Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musr
Parlemen
PEKANBARU - Heri tak lagi mampu membendung tetesan air mata yang memenuhi pelupuk matanya. Seketika, kulit pipinya yang termakan usia mulai basah dengan sendirinya saat menyaksikan anaknya berdiri gagah di hadapan Presiden Joko Widodo.
"Bangga, haru, bahagia, bercampur aduk dalam sukacita kala melihat putri tercinta berdiri di hadapan orang nomor satu di Indonesia itu," katanya.
Saat itu, gadis 16 tahun bernama Dwita Okta Amelia Herdian berdiri paling depan saat pengukuhan 68 anggota pasukan pengibar bendera pusaka di Istana Negara, kemarin.
Satu dari 68 putra putri terbaik bangsa itu adalah putri pasangan Heri (51) dan Nurdiana Ritonga (44). Keduanya merupakan karyawan Perkebunan Sawit Nusantara V, unit kebun Sei Intan, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.
Baca Juga:
Tepat hari ini, 17 Agustus 2021, Dwita, begitu gadis berhijab itu akrab disapa, menyedot jutaan pasang mata seluruh rakyat Indonesia. Menjadi pasukan pengibar sang saka merah putih di Istana Negara.
Kepada wartawan, karyawan Pabrik Kelapa Sawit itu mengaku tak pernah menyangka Dwita bakal menjadi perwakilan Provinsi Riau untuk ambil bagian dalam momen bersejarah tersebut. Terlebih lagi, Dwita berasal dari SMA Negeri I Kunto Darussalam, sebuah sekolah yang awalnya jauh dari perhitungan, namun mampu mengalahkan ratusan peserta sekolah favorit nan unggulan.
Baca Juga:
"Saya mendukung. Teman-teman di kantor juga memberikan doa. Tapi tidak pernah saya berani membayangkan dia akan berada di sana. Berdiri mengibarkan bendera di istana negara," katanya dengan mata berkaca-kaca.
Hal itu tak lain karena Dwita dikenal anak yang nyaris jarang keluar rumah sepulang sekolah. Tapi, satu yang pasti, Dwita anak berprestasi. Melahap semua pelajaran dan ekstrakurikuler di sekolahnya dengan mantab.
Heri telah mengabdi di perusahaan perkebunan milik negara PTPN V sejak 1991 silam. Namun, dia mengatakan Agustus 2021 inilah yang menjadi momen paling besar pernah ia rasakan. Selain Dwita mengharumkan nama keluarga, ia akan menancapkan 30 tahun masa kerja di bulan kemerdekaan ini.
Heri mengisahkan, perjalanan Dwita yang bercita-cita menjadi anggota Polri tersebut untuk menjadi bagian Paskibraka di Istana Negara cukup panjang. "Saat itu dia bilang ke saya, meminta doa saya dan ibunya untuk ikut seleksi Paskibraka. Dia ingin sekali menjadi bagian pengibar bendera di Jakarta," ujarnya.
Perjalanan panjang Dwita hingga ke Jakarta diawali dari tingkat paling bawah, tingkat kecamatan. Satu persatu tahapan di jalani dengan tekun dan doa. Hingga akhirnya, nama siswa.
Kelas Xl MIPA 1 itu muncul untuk lanjut ke tahapan seleksi kabupaten. Terdapat ratusan siswa yang mengikuti seleksi itu, Heri mengingat. Usahanya makin kentara. Dia terpilih untuk lanjut seleksi tingkat provinsi di Kota Pekanbaru. Kembali berjuang dengan ratusan pelajar terbaik Bumi Lancang Kuning.
Sempat khawatir akibat pandemi Covid-19, Heri pun ikhlas melepas putri kesayangannya dari desa ke kota. Seleksi di Kota Pekanbaru berlangsung selama empat hari, sejak 19 Mei hingga 22 Mei 2021. Di hari terakhir, telfonnya berdering. Terdengar Isak tangis nun jauh di ujung telfon. Dwita terpilih untuk berada di Istana Negara.
Sempat tidak percaya. Namun dia yakin inilah berkat doa. Doa orang tua yang tak pernah putus. Dibarengi usaha yang tak kenal lelah. "Saya bangga sekali. Teman-teman di tempat kerja juga begitu bangga. Ada anak kebun yang berhasil lolos ke tingkat nasional," ujarnya.
Anak kebun adalah istilah yang akrab disematkan kepada para anak karyawan PTPN V. Heri mengatakan dukungan perusahaan bagi pengembangan prestasi anak-anak karyawan perusahaan sangat besar. Dia mengapresiasi kebijakan PTPN V yang tidak melupakan pendidikan anak-anak karyawan dan masyarakat di sekitar perkebunan akan pentingnya pendidikan.
"Jika saya bukan karyawan PTPN V, mungkin tidak akan pernah melihat Dwita berada di sana. Saya tidak berhenti bersyukur atas semua ini," ujarnya.
Heri terharu, Nurdiana bahagia, seluruh karyawan dan manajemen PTPN V turut bangga atas prestasi Dwita.
Sementara itu, Dwita mengatakan menjadi sebuah kehormatan bagi dirinya menjadi Paskibraka di Istana Negara. Menurut dara yang mudah tersenyum itu, Paskibraka bukan hanya sekedar mengibarkan bendera. Tetapi tentang disiplin, fisik, pengetahuan, dan mental.
"Dengan terpilihnya saya menjadi perwakilan provinsi Riau yang berarti saya diberi tanggung jawab dari para Ibu dan Bapak di Dinas Pemuda dan Olahraga, Kakak pelatih serta yang bersangkutan untuk menjadi perwakilan provinsi Riau," tutur Dwita sebelum terbang ke Jakarta, akhir Juli 2021 lalu.
Gubernur Riau, Syamsuar berharap Dwita dan Hervy Shendyka, dua pemuda terbaik yang mewakili Riau ke istana negara dapat membanggakan kedua orang tua, membawa nama baik daerah, dan menambah wawasan.
"Yang terpenting ikhtiar, tetap jaga kesehatan, selalu jaga kekompakan, dan juga jaga nama baik daerah. Semoga sehat selalu, ibadah jangan lupa, tiba waktunya sholat, sholat," ujar Syamsuar.
Chief Executive Officer PTPN V, Jatmiko K Santosa begitu bangga dengan pencapaian ananda Dwita. Dia turut menyampaikan tahniah kepada Dwita dan kedua orangtuanya atas prestasi yang telah membanggakan keluarga besar anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) tersebut.
"Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan kita semua. Seorang anak kebun membuktikan diri dengan prestasi. Insyaa Allah ini juga bisa menjadi motivasi kepada seluruh anak-anak perkebunan yang mungkin bersekolah jauh dari ibu kota provinsi bahwa tidak ada yang mustahil," katanya.
"Saya juga menyampaikan salam dari Direktur Utama Holding Perkebunan dan seluruh Direksi PTPN Group yang turut bangga dengan prestasi ananda Dwita serta apresiasi setinggi-tingginya kepada kedua orang tua, Pak Heri dan Ibu Diana," tambah Jatmiko yang juga ketua Gapki Cabang Riau tersebut.(*/mc)
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musr
Parlemen
kabarmelayu.comINHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, akan membangun pasar induk Jalan yos sudarso yang megah, seluruh pedagang
Pemerintahan
kabarmelayu.comPEKANBARU Dua atlet petinju Pekanbaru berhasil menyabet dua medali emas pada event Kejuaraan Tinju Amatir Terbuka Piala Da
Sport
RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal
Kesehatan
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasinal Rencana Kerja Pemerintah D
Parlemen
Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih
TNI/Polri
kabarmelayu.comPEKANBARU Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Wilayah &039Aisyiyah (PW &039Aisyiyah) Riau sukses menyeleng
Parlemen
Kepsek SMAN Plus Riau Ingatkan Calon Peserta Didik Lulus SPMB Daftar Ulang Ulang 810 Mei 2026
Pendidikan
Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia Sabet 4 Medali di British Taekwondo International Open 2026 Manchester, Inggris
Sport
kabarmelayu.comKAMPAR Bersempena musim haji q447 H tahun 2026 ini, Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Kampar, Fahmil, S
Muslim