Jumat, 03 Juli 2026 WIB

Literasi Harus Diajarkan Sejak Usia Dini

Harijal - Rabu, 01 Desember 2021 12:00 WIB
Literasi Harus Diajarkan Sejak Usia Dini
Ilustrasi: Gedung Perpustakaan Soeman HS di Pekanbaru, Riau

PEKANBARU - Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando melalui Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas RI, Deni Kurniadi menyampaikan bahwa literasi merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia. 

Untuk itu, ia mengharapkan literasi harus diajarkan dan ditumbuhkembangkan sejak usia dini. Karena menurutnya, rendahnya literasi akan berpengaruh pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia di masa yang akan datang.

"Literasi dipahami sebagai kedalaman pengetahuan dari seseorang terhadap subjek ilmu pengetahuan dan Perpusnasl mengusung lima tingkatan literasi," ucapnya, dalam acara 20 tahun kiprah Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca secara virtual, Selasa (30/11/21).

Baca Juga:

Deni Kurniadi menjelaskan, ada lima tingkatan literasi versi Perpusnas, yaitu kemampuan baca, tulis, hitung, sains dan pembentukan karakter anak bangsa. Selanjutnya, akses bahan bacaan terjangkau yang akurat terkini terlengkap dan terpercaya.

Berikutnya, memahami apa makna yang tersirat dari yang tersurat, memiliki mental yang kuat karakter, yang tangguh, inovasi, kreativitas sebagai antisipasi terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat cepat.

Baca Juga:

"Tingkatan terakhir adalah memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dapat diimplementasikan untuk menciptakan barang dan jasa yang dapat digunakan dalam kompetisi global," ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan dunia dan arus teknologi informasi komunikasi menuntut siapapun harus mempunyai kualitas yang lebih baik agar mampu berkompetisi, cakap dan berakhlak.

Jelasnya, setiap bangsa harus dapat memberikan ilmu pemikiran dan penemuan-penemuan yang bermanfaat untuk bisa berkompetisi dengan bangsa lain. Oleh sebab itu masyarakat perlu dibangun kesadarannya agar selalu meningkat gemar membaca dan kemampuan literasi sejak usia dini.

"Anak usia dini 0-6 tahun sering disebut sebagai masa emas, di mana otak anak mengalami perkembangan paling cepat. Pertumbuhan dan perkembangan anak mencapai 80%, sisanya ketika mereka dewasa, dan otak merupakan kunci utama bagi pembentukan kecerdasan anak," tutup Deni Kurniadi.

SHARE:
beritaTerkait
Ternyata Wabup Kuansing Sempat Diperiksa KPK Saat OTT Bupati dan Sekda
Lapas Bagansiapiapi Terima Kunjungan Kakanwil Ditjenpas Riau
Mukhlisin Terima SK Plt Bupati Kuansing
Hadapi Perang Modern, Panglima TNI Pimpin Pengesahan Doktrin "Perisai Trisula Nusantara"
Bupati Siak Afni Zulkifli Masuk Daftar 22 Sosok Reset Indonesia
Pemkab Bengkalis Gelar Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026
komentar
beritaTerbaru