Kamis, 30 April 2026 WIB

Ilmuwan: Gelombang Ketiga Infeksi COVID-19 di India Akan Terjadi

Harijal - Kamis, 06 Mei 2021 23:30 WIB
Ilmuwan: Gelombang Ketiga Infeksi COVID-19 di India Akan Terjadi
Orang-orang antre mengisi tabung oksigen untuk pasien virus corona di pusat pengisian ulang di New Delhi, Rabu (5/5/2021). India pada Rabu (5/5) melaporkan rekor angka kematian tertinggi 3.780 dalam 24 jam terakhir, menambah jumlah kematian akibat penyaki

NEW DELHI - Penasihat pemerintah India mengumumkan bahwa gelombang ketiga COVID-19 akan terjadi. Hal itu diungkap meski India masih belum beres menghadapi tsunami COVID-19 di gelombang kedua.

"Tahap ketiga tidak terhindari melihat tingginya level virus yang beredar, tetapi tidak jelas kapan tahap ketiga ini akan terjadi," ujar Dr. Vijay Raghavan, pemimpin penasihat ilmiah pemerintah India, seperti dilaporkan Hindustan Times, Kamis (6/5/2021).

Dr. Vijay Raghavan berkata kedatangan tahap ketiga itu mesti dipersiapkan. Ia terutama menyorot varian COVID-19.

Baca Juga:

Peneliti di India menyebut varian Inggris (B.1.1.7) yang 50 persen lebih menular sedang menurun di India. Akan tetapi, varian mutan ganda (B.1.6.1.7) justru sedang melonjak.

Kehadiran varian itu disebut Vijay sebagai salah satu pemicu gelombang kedua. Menurunnya kewaspadaan juga menjadi faktor.

Baca Juga:

Vijay berkata biasanya gelombang kedua lebih kecil, namun ternyata gelombang kedua COVID-19 di India jauh lebih besar dari perkiraan.

"Gelombang kedua dengan keganasan seperti ini tidaklah diprediksi," ujarnya.

21 Juta Kasus COVID-19

Seorang pasien bernapas dengan bantuan oksigen yang disediakan oleh tempat ibadah Gurdwara, Sikh, di dalam sebuah mobil di New Delhi pada 24 April 2021. India mengalami kekurangan oksigen yang kritis di tengah badai infeksi Covid-19 yang menghancurkan sistem kesehatannya. (AP Photo/Altaf Qadri)

Kasus harian COVID-19 di India kembali tembus 400 ribu. Total seluruh kasus di India mencapai 21 juta.

Menurut laporan Kementerian Kesehatan India, Kamis (6/5/2021), sebanyak 72,19 persen kasus berasal dari 10 negara bagian saja. Sama seperti sebelumnya, kasus terbanyak berasal dari Maharashtra.  

Beberapa bsgisn yang mencatat kasus tertinggi adalah Maharashtra, Kerala, Uttar Pradesh, Tamil Nadu, Delhi, dan Bengal Barat.

Kasus aktif di India berjumlah 3,5 juta kasus, atau 16,92 persen dari total kasus positif. Angka tertinggi berasal dari Maharashtra.

Kasus kematian harian sebanyak 3.980 pasien. Totalnya ada 230 ribu kematian tercatat karena COVID-19 di India.

(sumber: liputan6.com)

SHARE:
beritaTerkait
Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras
Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan
Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting
Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru
Dua Petinju Pekanbaru Sabet Medali Emas Kejuaraan Danlanud Bangka Belitung ‎
RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal
komentar
beritaTerbaru