Rabu, 07 Oktober 2026 WIB

Fortify Rights: Tentara Penggal Kepala Anak-Anak Rohingya

Harijal - Minggu, 03 September 2017 10:04 WIB
Fortify Rights: Tentara Penggal Kepala Anak-Anak Rohingya
EPA/Fazry Ismail
Seorang anak dari etnis Rohingya bernama Estahara (3 tahun).

YANGON - Kelompok pembela hak asasi manusia berbasis di Bangkok, Thailand, Fortify Rights, pada Jumat (1/9) mempublikasikan temuan kekejaman tentara Myanmar terhadap warga etnis Rohingya di Myanmar. Berdasarkan keterangan saksi dari desa Chut Pyin, Rathedaung yang dikutip oleh Fortify Rights, tentara Myanmar memenggal kepala anak-anak dan membakar hidup-hidup warga Rohingya.

Laporan temuan tersebut mengklaim, sekitar 200 pria, wanita, dan anak-anak Rohingya telah dibunuh oleh tentara Myanmar. Para tentara itu dilaporkan menahan sekelompok pria Rohingya, menggiring mereka ke sebuah gubuk bambu dan membakar mereka hidup-hidup. "Saudara laki-laki saya dibunuh, (tentara Myanmar) membakar mereka bersama yang lainnya," Fortify Rights mengutip Abdul Rahman (41), warga Chut Pyin, seperti dilansir the Telegraph, Sabtu (2/9).

Menurut Abdul, dia menemukan anggota keluarganya yang lain dalam sebuah lahan. Di jasad anggota keluarganya yang tewas itu ditemukan tanda bekas tembakan dan sayatan benda tajam. "Dua keponakan saya, kepalanya telah hilang. Satu berusia enam tahun dan satunya berusia sembilan tahun. Adik ipar saya ditembak," kata Abdul.

Baca Juga:

Laporan Fortify Rights ini dirilis sepekan setelah pada 25 Agustus, Tentara Pembebasan Arakan Rohingya (ARSA) melakukan serangan terhadap 30 pos keamanan. Pada Jumat, Pemerintah Myanmar menyatakan, 400 orang tewas pada aksi kekerasan 25 Agustus itu. Pihak militer dan pemerintah mengklaim kesulitan untuk membedakan antara masyarakat sipil dan kelompok pemberontak (ARSA) saat melakukan operasi militer di utara Rakhine. (ROL)

Baca Juga:
SHARE:
beritaTerkait
Harga Cabai Pekanbaru Makin 'Pedas', Pemko Usul Subsidi Angkutan
Perlebar 3 Ruas Jalan Pekanbaru, Wako Agung Apresiasi dan Ucapkan Terimakasih Kepada Plt Gubri SF Hariyanto
Bupati Inhil H. Herman Dorong Pembina Pramuka Saling Belajar dan Berbagi Pengalaman
Industri Harus Jadi Ekosistem Bisnis yang Berdampak Bagi Masyarakat Sekitar
Polsek Cerenti Musnahkan Rakit PETI
Kemenkeu Cicil Utang, DBH Migas Siak Justru Anjlok Drastis
komentar
beritaTerbaru