Sabtu, 06 Juni 2026 WIB

Ternyata Banyak Mitos Seputar Diabetes yang Keliru

Harijal - Sabtu, 12 November 2016 14:35 WIB
Ternyata Banyak Mitos Seputar Diabetes yang Keliru
ilustrasi pemeriksaan kadar gula (Foto: Prevention)

JAKARTA - Ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Dr Sandra Utami Widiastuti SpPD, mengungkapkan bahwa ternyata banyak mitos mengenai penyakit diabetes mellitus yang keliru di masyarakat.

"Ada banyak mitos yang beredar yang belum tentu benar di masyarakat dan sayangnya banyak masyarakat yang mempercayai hal itu," ujar Sandra, Sabtu (12/11/2016).

Mitos pertama yakni diabetes bukanlah penyakit yang serius, padahal faktanya diabetes menyebabkan angka kematian lebih tinggi daripada kanker payudara dan AIDS sekaligus. Sandra menjelaskan diabetes juga meningkatkan risiko hampir dua kali lipat untuk terkena serangan jantung.

Baca Juga:

"Tidak ada istilah diabetes ringan, sebab semua tipe diabetes dapat meningkatkan komplikasi yang serius bila tidak diperhatikan dengan baik," katanya menambahkan.

Mitos kedua yakni diabetes dapat dicegah, lanjut dia, padahal faktanya tidak semua diabetes dapat dicegah. Diabetes tipe satu merupakan kelainan autoimun sehingga tidak dapat dicegah. Sementara risiko terjadinya diabetes tipe dua dapat berkurang 58 persen dengan olah raga dan pola makan sehat.

Baca Juga:

"Namun ada juga faktor risiko untuk mengidap diabetes tipe dua yang tidak dapat dicegah yakni faktor keturunan," paparnya.

Mitos ketiga yakni pasien diabetes dapat merasakan jika gulanya terlalu rendah dan terlalu tinggi. Faktanya gula darah yang terlalu tinggi kadang bisa dirasakan seperti buang air kecil atau rasa haus berlebihan, begitu juga gula darah rendah dapat dirasakan seperti rasa lapar, keringat dingin, mual atau pusing.

Namun, kata dia, semua itu tidak selalu dirasakan penderita diabetes. Untuk itu penting sekali melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin. Mitos selanjutnya, diabetes diturunkan menyilang yakni dari ayah ke anak perempuan atau dari ibu ke anak laki-laki. Padahal faktanya, baik anak perempuan dan anak laki-laki memiliki risiko yang sama apabila orangtuanya menderita diabetes.

"Keluarga juga bukan satu-satunya faktor risiko, diabetes bisa dihindari dengan menjaga gaya hidup dan pola makan," imbuh Dokter Sandra.   

Ia juga melanjutkan bahwa mitos selanjutnya adalah adanya diabetes tipe basah dan tipe kering, padahal faktanya tidak ada diabetes tipe basah ataupun kering. Istilah itu muncul karena anggapan bahwa pada penderita diabetes terjadi penurunan berat badan yang drastis (kering), karena gula tidak dapat diubah oleh insulin menjadi energi pada sel tubuh.

Sedangkan istilah, diabetes tipe basah muncul karena penderita diabetes seringkali mengalami luka yang sulit sembuh dan bernanah.

"Mitos berikutnya adalah rasa urine yang manis pada penderita diabetes, hal itu tidak benar karena rasa urine penderita diabetes tidak manis. Kemudian ada juga mitos yang menyebutkan bahwa obat gula tidak baik karena dapat merusak fungsi ginjal, faktanya gula darah yang tidak terkontrol mengakibatkan gangguan fungsi ginjal," terangnya lagi.

Lalu, lanjut Sandra, ada juga yang mitos yang menyebutkan bahwa diabetes dapat menular padahal faktanya diabetes bukanlah penyakit menular.

"Mitos terakhir, yakni jika dokter menyarankan untuk menggunakan insulin artinya tidak ada harapan karena dipakai seumur hidup. Faktanya penggunaan insulin seumur hidup mutlak untuk penderita diabetes tipe satu. Pemberian insulin untuk tipe dua diberikan ketika obat oral tidak cukup untuk mengontrol gula darahnya atau pada keadaan tertentu," ucapnya.

Disinggung apakah ada perbedaan kadar gula antara nasi panas dan nasi dingin, Sandra menjelaskan bahwa suhu tidak memengaruhi jumlah kalori dari nasi tersebut.   

 

(put/okezone)

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Siak: Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
PPWI Inhil Minta Pemda Inspeksi Seluruh Dapur MBG, Pastikan Pengelolaan Limbah Sesuai Standar
Polresta Pekanbaru Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kawasan Panger, Dua Orang Positif Methamphetamine
Wako Agung Putus Langsung Kabel Fiber Optik Ilegal di Ronggo Warsito Pekanbaru
Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia
Murid Kelas VI UPT SDN 006 Terpadu Kubang Jaya Lulus 100 Persen, Kepsek Tegaskan Penilaian Tak Hanya di Bidang Akademik
komentar
beritaTerbaru