Kamis, 07 Mei 2026 WIB

Seluruh Masyarakat Indonesia Bisa Skrining Kesehatan Mental Gratis

Redaksi - Minggu, 02 Februari 2025 19:45 WIB
Seluruh Masyarakat Indonesia Bisa Skrining Kesehatan Mental Gratis
Ilustrasi.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comJAKARTA - Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin mengungkap seluruhmasyarakat Indonesiaakan bisa mengaksesskrining kesehatan mental gratis, yang direncanakan akan berjalan mulai Februari 2025 ini.

"Ini adalah program terbesar dari Kemenkes, dan juga mungkin salah satu dari pemerintah, karena cakupannya sampai 280 juta (orang). Akan dibicarakan waktu tepatnya, tapi rencananya memang Februari," ujarMenkes Budi Gunadi Sadikinsaat ditemui di Jakarta, dikutip dariAntara, Ahad (2/2/2025).

Dia mengatakan, pemerintah telah menyiapkan 10.000 puskesmas dan 15.000 klinik yang tersebar di seluruh Indonesia untuk membantu memfasilitasi pemeriksaan awalkesehatan mentalsecara gratis tersebut.

"Program ini diproyeksi menjadi program pemerintah terbesar yang belum pernah dilakukan sebelumnya, melebihi program vaksinasi COVID-19 gratis beberapa waktu lalu yang cakupannya mencapai sekitar 200 juta jiwa," ucap Budi.

Baca Juga:

Menurut dia, pemerintah saat ini tengah menyoroti kasus kesehatan mental yang semakin marak di Tanah Air, terutama pada anak-anak dan remaja

"Data tahun 2023, 1 dari 10 rakyat Indonesia itu punya masalah kesehatan mental atau kesehatan jiwa, dan isunya adalah ini skriningnya tidak pernah dilakukan, jadi mereka sendiri tidak tahu kalau dia punya masalah kesehatan mental," papar Budi.

Baca Juga:

"Itu sebabnya program cek atauskrining kesehatan mentalgratis akan kita lakukan bagi seluruh masyarakat terutama anak-anak," sambung dia.

Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut, saat ini pihaknya sedang mendiskusikan tanggal resmi dibukanya skrining tersebut dengan Presiden dan juga tiap kepala daerah.

"Saya mau menghadap Bapak Presiden dulu, sudah dapet jadwal minggu depan untuk diskusi kapan. Karena ini kan dilakukan di seluruh Indonesia serentak harus koordinasi sama kepala daerah," imbuhnya.

Berdasarkan data survei rumah tangga berskala nasional yang dilakukan oleh Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) Tahun 2022 menunjukkan bahwa 1 dari 3 remaja (34,9%) atau setara dengan 15,5 juta remaja Indonesia memiliki masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir.

Kemudian, 1 dari 20 remaja (5,5%) atau setara dengan 2,45 juta remaja Indonesia memiliki satu gangguan mental dalam 12 bulan terakhir.

Dari jumlah tersebut, hanya 2,6 persen remaja dengan masalah kesehatan mental yang pernah mengakses layanan yang menyediakan dukungan atau konseling untuk masalah emosi dan perilaku dalam 12 bulan terakhir.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kompol Herman Pelani Berikan Pembinaan Rohani dan Mental kepada Sejumlah Tahanan
75 Persen Puskesmas di Riau Siap Jalankan Program CKG
50 Persen Puskesmas di Riau Sudah Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
21 Puskesmas di Pekanbaru Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga yang Berulang Tahun
241 Puskemas di Riau Siap Laksanakan Cek Kesehatan Gratis
298 Personel Satpol-PP Kuansing Jalani Skrining Kesehatan dan Jiwa
komentar
beritaTerbaru