Sabtu, 13 Juni 2026 WIB

Kasus DBD di Pelalawan Sepanjang 2016, Tercatat 112 Kasus

Harijal - Jumat, 10 Februari 2017 17:00 WIB
Kasus DBD di Pelalawan Sepanjang 2016, Tercatat 112 Kasus
Ilustrasi

PANGKALANKERINCI, kabarmelayu.com - Di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai mengkhawatirkan. Sejak Januari hingga 10 Februari ini, tercatat 27 kasus telah terjadi.

"Terhitung sejak Januari sampai dengan 10 Februari 2017, sudah terjadi 27 kasus DBD di daerah ini," sebut Kepala Diskes Pelalawan, dr Endid RP melalui Kabid P2PL, Khairul .

Diuraikannya, untuk Pangkalan Kerinci I sebanyak 13 kasus, sementara untuk Pangkalan Kerinci II terjadi 7 kasus.

Baca Juga:

"Untuk wilayah Pangkalan Kuras I sebanyak 5 kasus, sedangkan Pangkalan Kuras II terjadi 2 kasus," bebernya.

Ditambahkan Khairul, untuk bulan Januari kasus DBD terjadi 17 kasus, sedangkan awal bulan Februari sampai hari ini terjadi 10 kasus.

Baca Juga:

Khairul mengungkapkan, sepanjang tahun 2016 lalu kasus DBD di Kabupaten Pelalawan tercatat sebanyak 112 kasus.

"Pangkalan Kerinci 52 kasus, Bandar Seikijang 12 kasus, Langgam 6 kasus, Pangkalan Kuras I dan II 19 kasus, Kerumutan 3 kasus, Bunut 3 kasus, Ukui 8 kasus, Kuala Kampar 8 kasus dan Bandar Petalangan 1 kasus," katanya.

Menurut Khairul, pengendalian DBD akan dikembangkan melalui gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik.

"Juru pemantau jentik (Jumantik) setiap rumah bertanggungjawab terhadap Pemberantan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan rumahnya," tandasnya, Jumat (10/2/2017).

 

sumber: goriau.com

SHARE:
beritaTerkait
Dukung Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Pantau Lahan Pertanian Warga
Taekwondo Indonesia Loloskan 3 Atlet ke Asian Games Nagoya 2026, Siap Tantang Raksasa Asia
Bupati Herman Hadiri Tablig Akbar Bersempena Rangkaian Milad Kabupaten Inhil Ke-61
Wako Pekanbaru Raih Penghargaan Pendorong Pertumuhan Ekonomi Kota dari Disway Group
Agung Nugroho Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba!
Pemko Antisipasi Kecurangan dalam Pelaksanaan SPMB di Pekanbaru
komentar
beritaTerbaru