Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
JAKARTA - Di saat banyak pasar tradisional di dunia yang tutup untuk meredam penyebaran virus corona, para penjual daun qat dan kerumunan pembeli masih tampak pasar di Sana, ibukota Yaman.
Seakan tak peduli dengan aturan jarak sosial, penduduk Yaman rela berdesak-desakan di gang pasar yang sempit untuk memilih daun candu ringan itu dari penjual.
Penjual juga terlihat bertransaksi tanpa tindakan pencegahan, seperti masker atau sarung tangan.
Baca Juga:
"Jika pasar qat ditutup, percayalah bahwa 98 persen orang Yaman akan keberatan," kata Ali al-Zubeiry, salah satu penduduk Sanaa yang ditemui berada di pasar.
"Kami menghimbau pihak berwenang untuk tidak menutup pasar-pasar qat karena Yaman hidup dari itu," katanya - sambil menambahkan mungkin akan menjadi ide yang baik untuk memindahkan lapak-lapak penjual ke ruang terbuka.
Baca Juga:
Yaman, negara yang terjebak perang saudara sejak 2014 dan negara termiskin di Semenanjung Arab, adalah produsen dan konsumen utama qat, yang dilarang di beberapa negara tetapi telah menjadi bagian dari tatanan sosial Yaman selama ribuan tahun.
Negara ini dulunya terkenal dengan industri kopinya, tetapi menjual qat dirasa lebih menguntungkan.
Lahan perkebunan qat banyak dibuka di Yaman, berikut di sekitar Laut Merah dan di negara-negara Afrika, seperti Ethiopia dan Somalia.
Daun qat dikonsumsi dengan cara dimasukkan ke pipi dan perlahan dikunyah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa 90 persen pria dewasa di Yaman mengunyah qat selama beberapa jam per hari, dengan beberapa wanita dan anak-anak juga mengadopsi kebiasaan itu.
Polisi dapat terlihat di jalan-jalan mengunyah qat, yang lalu disimpan dalam kantong plastik saat hendak bertugas.
"Mengunyah daun qat melepaskan bahan kimia yang secara struktural terkait dengan amfetamin, yang membuat orang merasa rileks. Beberapa orang katakan efeknya sebanding dengan minum kopi kental," jelas WHO.
Penutupan pasar
Sanaa, kota di utara Yaman yang saat ini dikendalikan oleh pemberontak Huthi yang didukung Iran.
Banyak penduduk Yaman yang terpaksa jadi penjual qat setelah perang pecah dan tidak memiliki pendapatan tetap.
Ahmed Saleh, seorang guru sekolah umum yang belum digaji dalam empat tahun, mengatakan bahwa menjual qat adalah "sumber penghasilan utama" sekarang.
"Menutup pasar karena virus corona akan menyebabkan kelaparan," katanya kepada AFP.
"Banyak orang bergantung pada pembelian dan penjualan qat."

Suasana jual beli daun qat di pasar Sanaa, Yaman. (AFP/MOHAMMED HUWAIS)
Muthir al-Marouni, direktur jenderal departemen kesehatan yang dikelola pemberontak di Sanaa, mengatakan dirinya berharap pasar akan segera ditutup karena "bisa menjadi sumber utama penyebaran virus".
"Nyawa lebih penting daripada pasar," katanya.
Namun, dia mengakui bahwa keputusan seperti itu akan sulit untuk dilaksanakan, mengingat banyak orang bergantung pada perdagangan.
"Keputusan itu harus dipelajari dengan cermat sambil menemukan solusi ... untuk memastikan orang dapat terus hidup," kata Marouni.
Pengiriman ke rumah
Sementara pasar masih beroperasi, sebagian penduduk Sanaa memilih belanja dengan sistem pesan antar.
"Setelah penyebaran coronavirus, banyak yang takut pergi ke pasar dan meminta agar qat dikirim ke rumah mereka," kata salah penjual qat, Ghaleb al-Huseimy.
"Mereka memberi satu syarat - bahwa saya menjadi satu-satunya yang menyentuh qat tersebut."
Omar al-Abi adalah salah satu pelanggan yang memilih layanan pesan antar qat karena takut tertular virus.
"Qat bisa menjadi alasan utama penyebaran cepat virus itu karena pasarnya sangat ramai," katanya. "Lebih dari 50 orang bisa menyentuh satu tas berisi qat."
Penggemar qat yang lain, Walid al-Dhahawi, mengatakan bahwa dibutuhkan kondisi yang melebihi pandemi untuk menghentikan penduduk Yaman mengunyah qat - sebuah tradisi budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi.
"Tidak ada acara tanpa qat," katanya.
"Ini adalah perekat dalam masyarakat ... pada saat-saat bahagia dan berkabung."
(CNNIndonesia.com)
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
kabarmelayu.comKUANSING Puluhan tahun menunggu kepastian, kesabaran Kelompok Tani Kelompok Tani SKB akhirnya memuncak Rabu (29/4/2026). Me
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, H Zufra Irwan SE, MM, SpAp mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau,
Pemerintahan
kabarmelayu.comROHIL Warga binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berinisial SN alias KN menjadi sorotan di kalangan masyarakat Rokan Hilir.
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musr
Parlemen
kabarmelayu.comINHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, akan membangun pasar induk Jalan yos sudarso yang megah, seluruh pedagang
Pemerintahan
kabarmelayu.comPEKANBARU Dua atlet petinju Pekanbaru berhasil menyabet dua medali emas pada event Kejuaraan Tinju Amatir Terbuka Piala Da
Sport
RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal
Kesehatan
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasinal Rencana Kerja Pemerintah D
Parlemen
Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih
TNI/Polri