Jumat, 21 Agustus 2026 WIB

Kisah Widjiyanto dan Aisyah, Cari Untung Jual Wayang Kulit di Markas Dakwah PKS

Harijal - Sabtu, 28 Januari 2017 22:03 WIB
Kisah Widjiyanto dan Aisyah, Cari Untung Jual Wayang Kulit di Markas Dakwah PKS
Deretan wayang kulit dijajakan di Markas Dakwah PKS. (kumparan.com)

JAKARTA - Untuk kali pertama Widjiyanto (38) dan Aisyah (38) membuka lapak jualan wayang kulit di Markas PKS di Jalan TB SImatupang, Jakarta. Mereka sengaja menggelar barang dagangan karena ada pertunjukan wayang kulit di markas partai Islam ini.

Harga wayang kulit yang dijual pasangan suami istri ini mulai dari kisaran ratusan ribu sampai yang termahal Rp 2,5 juta.

Malam belum larut, pasangan suami istri ini baru selesai beres-beres barang dagangan. Sekitar pukul 20.00 WIB, Sabtu (28/1/2017), Widji kemudian berbagi kisah tentang jualan wayang kulit hingga sampai ke kantor PKS.

Baca Juga:

"Saya berasal dari Solo dan mulai suka dengan wayang karena pengaruh ayah yang juga menjadi dalang. Saat ini saya aktif berseni di Depok," ujar Widjiyanto saat ditemui kumparan.

Wayang kulit merupakan salah satu alat berdakwah di era wali songo. Karena itu, Widji tak risau apabila ada yang mengaitkan urusan wayang kulit dengan agama. Apalagi kini partai Islam seperti PKS sudah mulai melirik wayang.

Baca Juga:

"Sebelum ada Islam, wayang sudah ada. Bagaimana caranya berdakwah dengan efektif dalam memadukan kultur budaya Jawa yang kala itu didominasi ajaran Hindu? Salah satunya dengan wayang. Itu yang dilakukan Sunan Kalijaga," ujar Wijdi.

Wayang kulit dibuat dari kulit kerbau atau sapi. Jadi harganya pun relatif mahal. Soal kualitas jangan ditanya, Widji bisa menjamin barang yang dijualnya.

Bahan kulit yang akan diproduksi menjadi wayang disuplai dari Solo. Widjiyanto berpendapat di Jabodetabek susah untuk mencari bahan dasar kulit yang berkualitas untuk dijadikan wayang. Sebenarnya tak hanya wayang kulit saja yang dijual. Aneka barang dagangan lainnya juga ada, seperti blangkon, kaus, hingga pernak pernik alat tradisional.

Menutup perbincangan, baik Widji maupun Aisyah menuturkan pendapat mereka bahwa hanya orang yang tak mengerti sejarah Islam di Indonesia yang punya pendapat wayang kulit bertentangan dengan Islam.

"Wayang kulit ini sebagai dakwah," tutup Widji.

Di atas panggung, dalang sudah naik. Beberapa petinggi PKS sudah berdatangan antara lain Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid. Pembawa acara sudah memberi pengumuman kalau wayang kulit akan segera digelar.

    
Sumber: kumparan.com/gonews.co

 

SHARE:
beritaTerkait
Pemko Pekanbaru dan IMI Gelar Kejuaraan Balap Motor Piala Wali Kota
Sempat Padam, Karhutla di Kerumutan Pelalawan Kembali Menyala
Kapolda Riau dan Pangdam Tuanku Tambusai Bergabung dengan Personel Padamkan Api Karhutla di Pelalawan
Perdana Digelar, Rakor Damkar Kabupaten Kota se-Riau Satukan Langkah Perkuat Penanganan Kebakaran
Salim, S. Pd, Ketua Kwarran Siak Hulu Terima Lencana Melati Pramuka: Pengabdian, Kesetiaan dan Dedikasi
Kawal Status Quo, Pendiri Koperasi JMB Pasang Plank Peringatan
komentar
beritaTerbaru