19 Tahun PPWI, Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia
kabarmelayu.com,LAMPUNG Ketika arus informasi bergerak lebih cepat daripada sebelumnya dan setiap orang dapat menjadi penyampai berita m
TNI/Polri
JAKARTA - Penggunaan high heels atau sepatu hak tinggi kini tengah menjadi kontroversi di Jepang. Sejak bertahun-tahun lalu, perusahaan di Jepang mengharuskan perempuan yang bekerja mesti menggunakan sepatu hak tinggi.
Namun, beberapa waktu lalu, lebih dari 19 ribu orang di Jepang menandatangani petisi untuk menghapus larangan yang mengharuskan perempuan memakai high heels.
Petisi ini diinisiasi oleh seorang artis, penulis dan aktivis feminis Jepang, Yumi Ishikawa.
Baca Juga:
"Saya berharap untuk menghilangkan kebiasaan bahwa perempuan harus memakai sepatu hak di tempat kerja," tulis Ishikawa, dikutip dari CNN.
Tak dimungkiri, menggunakan sepatu hak tinggi dalam jangka waktu yang lama secara terus menerus dapat menimbulkan bahaya bagi tubuh.
Baca Juga:
Temuan dari Society of Chiropodists and Podiatrists menyatakan 25 persen perempuan yang memakai sepatu hak tinggi setiap hari meningkatkan risiko artritis. Kondisi ini menyebabkan persendian kaku dan nyeri.
Studi juga mengungkapkan bahwa memakai sepatu hak tinggi menyebabkan masalah kaki jangka panjang seperti lecet, kalus, nyeri lutut dan punggung, serta sendi yang rusak.
Kondisi itu dapat terjadi karena saat memakai sepatu hak tinggi, seluruh berat badan akan tertumpu pada satu titik di kaki.
"Ini menyebabkan masalah mulai dari jempol kaki hingga tulang belakang," kata ahli osteopati Tim Allerdyce kepada Metro.
Menurut Allerdyce, area pertama yang bermasalah biasa pada bagian jempol luar kaki yang terasa menyakitkan dan muncul benjolan. Lama kelamaan jempol dapat menjadi kaku.
Selain itu, masalah juga akan menjalar pada bagian otot betis yang kencang. Ini terjadi karena tumit berada pada posisi yang terangkat sehingga otot-otot betis menjadi lebih pendek.
Memakai sepatu hak tinggi terus menerus juga memberikan tekanan pada tulang kering sehingga dapat menyebabkan masalah seperti timbul rasa nyeri.
Kapalan dan bercak kulit yang keras juga merupakan efek samping dari memakai high heels.
Untuk mengurangi bahaya yang mengintai dari memakai sepatu hak ini, Allerdyce menyarankan untuk memberikan kaki waktu beristirahat.
"Batasi jumlah waktu saat memakai sepatu hak tinggi, terutama selama perjalanan dan jika Anda perlu memakainya untuk bekerja," ucap Allerdyce.
Jika berjalan kaki dalam waktu yang lama dan jarak yang jauh gunakanlah sepatu flat agar kaki, lutut, dan pinggul tidak pegal.
Jika kaki mulai merasakan sakit, lakukanlah peregangan sesegera mungkin. Memijat telapak kaki dan juga mandi air panas juga dapat melancarkan peredaran darah dan mengurangi rasa sakit.
(cnnindonesia.com)
kabarmelayu.com,LAMPUNG Ketika arus informasi bergerak lebih cepat daripada sebelumnya dan setiap orang dapat menjadi penyampai berita m
TNI/Polri
Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 251,4 g/mda
Pemerintahan
Panglima TNI Hadiri Penyerahan Hasil Penertiban Kawasan Hutan Tahap Kedelapan
TNI/Polri
Kepala BNNK Pekanbaru Bekali 2.900 Mahasiswa Baru Unilak tentang Bahaya Narkoba
Sosial
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman, SE, MT menghadiri pengukuhan Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Inhil untuk m
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dua pesawat gagal mendarat akibat rendahnya Jarak pandang rendah di Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Peka
Peristiwa
Sambut HUT ke27 Siak, BRK Syariah Gelar Safari Haji, Realisasi Porsi Haji Capai 614
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera kembali melonjak, Rabu (7/10/2026). Dari angka 2500an, pagi ini
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Pekanbaru menggandeng Universitas Riau (UNRI) menggelar Seminar
Ekbis