Siak Raih Peringkat VI pada MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau, Wabup Syamsurizal: Terus Tingkatkan Prestasi
Siak Raih Peringkat VI pada MTQ ke44 Tingkat Provinsi Riau, Wabup Syamsurizal Terus Tingkatkan Prestasi
Pemerintahan
JAKARTA - Penggunaan high heels atau sepatu hak tinggi kini tengah menjadi kontroversi di Jepang. Sejak bertahun-tahun lalu, perusahaan di Jepang mengharuskan perempuan yang bekerja mesti menggunakan sepatu hak tinggi.
Namun, beberapa waktu lalu, lebih dari 19 ribu orang di Jepang menandatangani petisi untuk menghapus larangan yang mengharuskan perempuan memakai high heels.
Petisi ini diinisiasi oleh seorang artis, penulis dan aktivis feminis Jepang, Yumi Ishikawa.
Baca Juga:
"Saya berharap untuk menghilangkan kebiasaan bahwa perempuan harus memakai sepatu hak di tempat kerja," tulis Ishikawa, dikutip dari CNN.
Tak dimungkiri, menggunakan sepatu hak tinggi dalam jangka waktu yang lama secara terus menerus dapat menimbulkan bahaya bagi tubuh.
Baca Juga:
Temuan dari Society of Chiropodists and Podiatrists menyatakan 25 persen perempuan yang memakai sepatu hak tinggi setiap hari meningkatkan risiko artritis. Kondisi ini menyebabkan persendian kaku dan nyeri.
Studi juga mengungkapkan bahwa memakai sepatu hak tinggi menyebabkan masalah kaki jangka panjang seperti lecet, kalus, nyeri lutut dan punggung, serta sendi yang rusak.
Kondisi itu dapat terjadi karena saat memakai sepatu hak tinggi, seluruh berat badan akan tertumpu pada satu titik di kaki.
"Ini menyebabkan masalah mulai dari jempol kaki hingga tulang belakang," kata ahli osteopati Tim Allerdyce kepada Metro.
Menurut Allerdyce, area pertama yang bermasalah biasa pada bagian jempol luar kaki yang terasa menyakitkan dan muncul benjolan. Lama kelamaan jempol dapat menjadi kaku.
Selain itu, masalah juga akan menjalar pada bagian otot betis yang kencang. Ini terjadi karena tumit berada pada posisi yang terangkat sehingga otot-otot betis menjadi lebih pendek.
Memakai sepatu hak tinggi terus menerus juga memberikan tekanan pada tulang kering sehingga dapat menyebabkan masalah seperti timbul rasa nyeri.
Kapalan dan bercak kulit yang keras juga merupakan efek samping dari memakai high heels.
Untuk mengurangi bahaya yang mengintai dari memakai sepatu hak ini, Allerdyce menyarankan untuk memberikan kaki waktu beristirahat.
"Batasi jumlah waktu saat memakai sepatu hak tinggi, terutama selama perjalanan dan jika Anda perlu memakainya untuk bekerja," ucap Allerdyce.
Jika berjalan kaki dalam waktu yang lama dan jarak yang jauh gunakanlah sepatu flat agar kaki, lutut, dan pinggul tidak pegal.
Jika kaki mulai merasakan sakit, lakukanlah peregangan sesegera mungkin. Memijat telapak kaki dan juga mandi air panas juga dapat melancarkan peredaran darah dan mengurangi rasa sakit.
(cnnindonesia.com)
Siak Raih Peringkat VI pada MTQ ke44 Tingkat Provinsi Riau, Wabup Syamsurizal Terus Tingkatkan Prestasi
Pemerintahan
kabarmelayu.com,BENGKALIS Bea Cukai Bengkalis menemukan sebanyak 652 Iphone ilegal di Pelabuhan Internasional Bandar Sri Setia Raja (BSS
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dewan Kehormatan PWI Pusat, H. Helmi Burman, mendesak manajemen Riau Pos Grup segera menyelesaikan seluruh hak
Sosial
Polri untuk Masyarakat, Kapolda Riau Tinjau Jembatan Merah Putih di Dumai
TNI/Polri
Pastikan Keamanan Stok Beras, Menko Polkam Tinjau Gudang Bulog di Sumut
TNI/Polri
kabarmelayu.comKANDIS Tanaman budidaya jagung mulai menghijau menjadi simbol harapan bagi petani yang ada di sejumlah pedesaan di wilayah
TNI/Polri
Menjelajahi Sisi Lain Indonesia Jadi Tren Baru Liburan Musim Panas Wisatawan Asing
Wisata
Bupati Siak Ajak Kepala Daerah Perkuat Soliditas Jaga Otonomi Daerah
Pemerintahan
Jembatan Gantung Garuda di Bangko PusakaMenggala Sakti Rohil Masuki Tahap Pembentangan Tali Sling dan Penyetelan
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi telah menunjuk Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan,
Pemerintahan