Menhut Soroti Penegakan Hukum Kasus Karhutla di Riau, Jikalahari: Belum Ada Korporasi Tersangka
kabarmelayu.com,PEKANBARU Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, melakukan peninjauan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di K
Hukrim
PEKANBARU - Pantau kondisi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan bersama tim Satgas BPBD Riau dan Manggala Agni laksanakan Patroli Udara dengan Helikopter KLHK yang diperbantukan untuk Provinsi Riau.
Patroli yang dilaksanakan Senin (3/3) sore tersebut dilakukan di beberapa daerah yang ditemukan titik api serta beberapa daerah lainya yang rawan terjadi Karhutla. Diantaranya, wilayah Kabupaten Bengkalis, Dumai, Rohil, Rupat, Siak Kecil dan beberapa daerah lainya.
Selain Patroli, Danrem juga melakukan peninjauan proses pendinginan lahan terbakat di 19 titik yang di laksanakan tim Satgas Karhutla dilapangan. Yaitu di Wilayah Pematang Pudu Rohil, Lubuk Gaung Bengkalis, Dumai, Tanjung Kapal Rupat, Pergam Rupat, Giam Siak Kecil Bengkalis.
Baca Juga:
Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed, mengatakan, jika dari patroli udara yang dilaksanakan tersebut, di temukan beberapa titik api di beberepa wilayah, yaitu di wilayah Rupat, Pematang Pudu Bengkalis dan Lubuk Gaung Dumai yang saat ini sudah dalam penanganan tim Satgas Karhutla dilapangan.
"Titik api itu sudah ditangani Satgas untuk pemadaman dan pendinginan pasca kebakaran. Sampai saat ini Kebakaran Hutan dan Lahan masih dapat ditangani dengan baik," kata Danrem. Kamis (4/3).
Baca Juga:
Meski hingga kini kejadian Karhutla masih dapat ditangani, Jenderal bintang satu ini menyampaikan jika Riau masih butuh beberapa langkah untuk mengantisipasi Karhutla dan menangani titik api yang terdeteksi. Seperti modifikasi cauca atau hujan buatan dan Water Bombing.
"Hal ini juga menimbang cuaca di Riau yang sudah masuk musim kemarau dan juga kesulitan Satgas dalam penanganan di beberapa daerah yang sulit di jangkau," ujarnya.
Melihat kondisi Karhutla ini, Danrem Kembali menghimbau masyarakat maupun perusahaan perkebunan yang ada di Riau bisa menjaga kebakaran dan tidak lagi melakukan pengelolaan lahan dengan cara membakar. Karena dampaknya sangat luar biasa dan tidak hanya pada masyarakat tapi juga kepada daerah maupun kenyamanan Negara.
"Untuk itu mari kita bersama-sama dan bersinergi dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla ini. Sehingga Riau bisa bebas dan terhindar dari kabut asap seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya," tuturnya.(MCR)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, melakukan peninjauan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di K
Hukrim
kabarmelayu.com,PELALAWAN Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga pendinginan, terus dilakukan secara berkelanjutan. P
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru meminta pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Teratai, Kecamatan Senapela
Pemerintahan
Peringati HUT ke81 RI, Bea Cukai Bengkalis Gelar Bakti Sosial dan Doa Bersama di Sungai Pakning
Pemerintahan
kabarmelayu.com,JAKARTA Kasus serius tengah mengguncang publik tanah air. Kasus itu menyangkut dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen oten
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Pengguna Jalan Tol PekanbaruDumai perlu menyesuaikan rute perjalanan mulai Jumat (28/8/2026) hari ini. PT Huta
Pemerintahan
Pimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla, Wabup Siak Dorong Perusahaan Ikut Jaga Lahan Sekitar
Pemerintahan
kabarmelayu.com,KAMPAR Dalam rangka HUT Polwan ke78 tahun yang jatuh pada tanggal 1 September 2026, Polwan Polres Kampar mengunjungi UPT
Pendidikan
kabarmelayu.com,TANGERANG Kunjungan ke Kawasan Industri Cikupa Mas, Kabupaten Tangerang, Banten, menghasilkan sejumlah catatan penting dar
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru resmi meningkatkan status penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari
Lingkungan