Sempena HUT Rohul Ke-27, Kajari Rohul: Momentum Perkuat Kebersamaan
kabarmelayu.com,ROHUL Upacara peringatan Hari Jadi ke27 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Tahun 2026 berlangsung khidmat di halaman Kantor Bup
Pemerintahan
Oleh karena itu, Kepala BMKG RI mengingat agar kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah perlu dilakukan.
"Tolong monitor perkembangan potensi bencana dan kondisi hujan di wilayah masing-masing," katanya, dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi yang diselenggarakan oleh Kemendagri, disiarkan melalui YouTube Kemendagri RI, Senin (18/11/24).
Baca Juga:
Dwikorita Karnawati menerangkan, Tahun 2025 diawali dengan masih aktifnya La Nina lemah hingga bulan Maret disertai dengan puncak musim hujan Januari-Februari.
Sehingga terang dia, perlu kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi bencana hidrometriologi basah seperti banjir, banjir bandang, banjir pesisir atau Rob, longsor yang disertai angin kencang dan kilat atau petir.
Baca Juga:
"Terdapat 67 persen wilayah Indonesia yang mengalami curah hujan tahunan kategori tinggi lebih dari 2500 mm per tahun pada tahun 2025. Terutama di wilayah sebagian besar Sumatera, sebagian besar Kalimantan, Pulau Jawa bagian barat dan tengah, sebagian Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Selatan, sebagian Maluku, serta sebagian besar Papua Barat dan Papua," ujarnya.
Kepala BMKG menyampaikan beberapa faktor yang dapat mengendalikan iklim di Indonesia. Sehingga dengan beberapa faktor tersebut menyebabkan terjadinya dinamika perubahan iklim dan perubahan cuaca di Indonesia sendiri.
Faktor pertama adalah penyimpangan suhu muka laut di Samudera Pasifik, sehingga kita mendapatkan fenomena El Nino dan La Nina.
Kemudian Dwikorita Karnawati menerangkan, faktor lainnya adalah penyimpangan suhu muka laut di perairan Indonesia, dan juga penyimpangan suhu muka laut di Samudera Hindia sehingga Indonesia mengalami Indian Ocean Dipole (IOD).
Kemudian juga adanya angin musiman atau monsun yang bertiup dari Benua Asia dan bertiup dari Australia.
"Seluruh pengendali iklim tersebut berpengaruh dalam mengkondisikan iklim dan cuaca di Indonesia," ujarnya.
Kepala BMKG itu menambahkan, akibat iklim dan cuaca tersebut yang terkait dengan hidrometalorologi potensi mengintai sepanjang tahun.
Dia mengungkapkan, potensi bahaya pada bulan Desember, Januari dan Februari adalah banjir, longsor, gelombang tinggi.
Kemudian pada bulan Maret, April dan Mei, terjadinya puting beliung, petir, hujan es. Lalu di Bulan Juni, Juli, Agustus, terjadinya kekeringan, karhutla, dan gelombang tinggi.
"September, Oktober, November, waspada terjadinya puting beliung, petir, hujan es, hujan lebat sporadis disertai kilat, petir dan angin kencang. Makanya perlu waspada," ungkap dia.
kabarmelayu.com,ROHUL Upacara peringatan Hari Jadi ke27 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Tahun 2026 berlangsung khidmat di halaman Kantor Bup
Pemerintahan
kabarmelayu.com,DUMAI Wali Kota Dumai H. Paisal bersama Ketua TP PKK Kota Dumai Hj. Leni Ramaini mengikuti Pemaparan dan Wawancara Penjari
Pemerintahan
kabarmelayu.com,DUMAI Sikap tak bersahabat dan seolah memandang sebelah mata ditunjukkan lagi oleh perusahaanperusahaan tenan yang berope
Sosial
Tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Direktorat Narkoba Polda Riau menggerebek temp
Hukrim
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Riau mencatat sebanyak 2.440 hotspot (titik panas) di pulau S
Lingkungan
Bupati Afni Lepas Kontingen PORSENI IGTKI ke Kuansing
Pemerintahan
kabarmelayu.com,BENGKALIS Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis terus berupaya mewujudkan tata kelola data yang terintegrasi, akurat, da
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman, S.E., M.T., menghadiri acara Kenal Pamit Kepala Kepolisian Daerah (Kapold
Pemerintahan
kabarmelayu.com,ROHUL Jajaran Polsek Ujungbatu mengamankan dua pria dalam pengungkapan dugaan tindak pidana narkotika jenis sabu di seb
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Riau mencatat 2.279 hotspot (titik panas) di Sumatera, Ahad (
Lingkungan