Satgas Pamtas Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan 21,4 Kg Sabu, Seorang WNA Diamankan
kabarmelayu.com,SANGGAU Satgas Pamtas RIMalaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad, Personel Pos Kotis Gabma Entikong berhasil menggagalkan upay
Hukrim
Oleh karena itu, Kepala BMKG RI mengingat agar kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah perlu dilakukan.
"Tolong monitor perkembangan potensi bencana dan kondisi hujan di wilayah masing-masing," katanya, dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi yang diselenggarakan oleh Kemendagri, disiarkan melalui YouTube Kemendagri RI, Senin (18/11/24).
Baca Juga:
Dwikorita Karnawati menerangkan, Tahun 2025 diawali dengan masih aktifnya La Nina lemah hingga bulan Maret disertai dengan puncak musim hujan Januari-Februari.
Sehingga terang dia, perlu kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi bencana hidrometriologi basah seperti banjir, banjir bandang, banjir pesisir atau Rob, longsor yang disertai angin kencang dan kilat atau petir.
Baca Juga:
"Terdapat 67 persen wilayah Indonesia yang mengalami curah hujan tahunan kategori tinggi lebih dari 2500 mm per tahun pada tahun 2025. Terutama di wilayah sebagian besar Sumatera, sebagian besar Kalimantan, Pulau Jawa bagian barat dan tengah, sebagian Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Selatan, sebagian Maluku, serta sebagian besar Papua Barat dan Papua," ujarnya.
Kepala BMKG menyampaikan beberapa faktor yang dapat mengendalikan iklim di Indonesia. Sehingga dengan beberapa faktor tersebut menyebabkan terjadinya dinamika perubahan iklim dan perubahan cuaca di Indonesia sendiri.
Faktor pertama adalah penyimpangan suhu muka laut di Samudera Pasifik, sehingga kita mendapatkan fenomena El Nino dan La Nina.
Kemudian Dwikorita Karnawati menerangkan, faktor lainnya adalah penyimpangan suhu muka laut di perairan Indonesia, dan juga penyimpangan suhu muka laut di Samudera Hindia sehingga Indonesia mengalami Indian Ocean Dipole (IOD).
Kemudian juga adanya angin musiman atau monsun yang bertiup dari Benua Asia dan bertiup dari Australia.
"Seluruh pengendali iklim tersebut berpengaruh dalam mengkondisikan iklim dan cuaca di Indonesia," ujarnya.
Kepala BMKG itu menambahkan, akibat iklim dan cuaca tersebut yang terkait dengan hidrometalorologi potensi mengintai sepanjang tahun.
Dia mengungkapkan, potensi bahaya pada bulan Desember, Januari dan Februari adalah banjir, longsor, gelombang tinggi.
Kemudian pada bulan Maret, April dan Mei, terjadinya puting beliung, petir, hujan es. Lalu di Bulan Juni, Juli, Agustus, terjadinya kekeringan, karhutla, dan gelombang tinggi.
"September, Oktober, November, waspada terjadinya puting beliung, petir, hujan es, hujan lebat sporadis disertai kilat, petir dan angin kencang. Makanya perlu waspada," ungkap dia.
kabarmelayu.com,SANGGAU Satgas Pamtas RIMalaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad, Personel Pos Kotis Gabma Entikong berhasil menggagalkan upay
Hukrim
kabarmelayu.com,DUMAI Polres Dumai meringkus seorang kakek berinisial MD (65), lantaran diduga mencabuli anak di bawah umur. Kasus ini te
Hukrim
kabarmelayu.com,INHIL Tari Kreasi Joget Mande sukses digelar secara meriah di sepanjang Jalan Swarnabumi, Tembilahan, Kabupaten Indragiri
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru terus menunjukkan tren positif dalam beberapa waktu terakhir. Survei yang dil
Pemerintahan
Resmi Buka CFN Temasya Riang Sekampong, Bupati Bengkalis Dorong UMKM dan Pererat Silaturahmi Warga
Ekbis
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi Riau menghentikan sementara aktivitas pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) tan
Lingkungan
Dukung Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Pantau Lahan Pertanian Warga
TNI/Polri
kabarmelayu.com,JAKARTA Tidak semua kemenangan diumumkan dari atas podium. Sebagian datang lebih dahulu melalui lembar hasil pertandingan,
Sport
kabarmelayu.com,INHIL Masih dalam rangkaian momentum peringatan hari Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ke 61, Pemkab Inhil menggelar tabli
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, SE, MM bersama sejumlah kepala daerah dari berbagai provinsi, kabupaten, dan
Pemerintahan