Kamis, 15 Januari 2026 WIB

Anak Gajah Liar Terluka, Diduga Terjerat di Tesso Tenggara Pelalawan

Redaksi - Kamis, 11 Desember 2025 21:00 WIB
Anak Gajah Liar Terluka, Diduga Terjerat di Tesso Tenggara Pelalawan
Tim Wildlife Rescue Unit BBKSDA Riau melakukan pemeriksaan terhadap anak gajah yang terluka di Tesso Tenggara Pelalawan.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengevakuasi seekor anak gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang ditemukan terluka pada kaki kanan di kantong gajah Tesso Tenggara, Pelalawan, Riau, pada Kamis (11/12).


Tim Wildlife Rescue Unit BBKSDA Riau diturunkan ke lokasi menindaklanjuti informasi yang diterima melalui Call Center terkait keberadaan satwa dilindungi itu.

"Anak gajah itu tertinggal dari kelompoknya dan berada di sekitar kawasan konsesi salah satu PBPH di Riau," kata Kepala BBKSDA Riau, Supartono.

Baca Juga:

Dalam evakuasi itu, BBKSDA Riau mengerahkan tim beranggotakan dokter hewan dan mahout untuk melakukan pencarian serta tindakan medis.

Setibanya di lapangan, tim bersama mitra melakukan penyisiran dan menemukan satu ekor anak gajah betina berumur sekitar dua tahun dengan berat 400 kilogram dan tinggi 178 sentimeter.

Baca Juga:

"Tim yang turun ke lokasi mendapati kondisi kaki kanan depan mengalami luka akibat jerat tali nilon," kata Supartono.

Untuk memudahkan pemeriksaan, tim terlebih dahulu melakukan pembiusan. Hasilnya menunjukkan ada luka terbuka yang membutuhkan penanganan intensif.

Selanjutnya, tim medis langsung memberikan terapi cairan untuk mencegah dehidrasi, vitamin untuk meningkatkan kondisi tubuh, antibiotik guna mengatasi infeksi sekunder, serta obat antiradang dan antiinflamasi.

Setelah menjalani perawatan sekitar tiga jam, anak gajah tersebut dilepasliarkan kembali ke lokasi awal dengan harapan dapat bergabung kembali dengan kelompoknya.

"Saat ini oopulasi gajah di kantong Tesso Tenggara diperkirakan mencapai sekitar 30 individu," ungkap Supartono.

Setelah diobati, tim BBKSDA Riau lanjut melakukan pemantauan lanjutan selama beberapa hari menggunakan drone dan patroli lapangan. Hasil monitoring menunjukkan anak gajah itu akhirnya berhasil kembali ke rombongannya.

"Seluruh proses pengobatan dilaporkan berjalan aman, meski rombongan gajah liar berada pada jarak sekitar satu kilometer dari lokasi penanganan," tambah Supartono.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Seram, Warga Siak Berpapasan dengan Harimau Jarak 4 Meter di Kebun Sawit
Celupkan kaki ke Sungai, Remaja di Dumai Tewas Disambar Buaya
Penanganan TNTN Butuh Dukungan Bersama
Sawit Ditumbangkan, Ekosistem TNTN Dipulihkan
Ternak Warga Dayun Mati dengan Luka Parah, BBKSDA Riau Temukan Jejak Kaki Harimau
Audiensi dengan Pemkab Kampar, BBKSDA Riau Ajak Jaga Ekosistem Hutan Rimbang Baling
komentar
beritaTerbaru